Palembang – Hari Raya Santo Petrus dan Paulus dirayakan umat Paroki Santo Yoseph Palembang dalam Perayaan Ekaristi untuk mengenang dua tokoh besar Gereja yang menghidupkan perjuangan iman dan peran mereka kepada Yesus sebagai Tuhan dan penyelamat, Senin 29 Juni 2026 pukul 17.30 Wib yang dipimpin oleh RD. Chanel Doroteus Odjan Soge.
Dalam homilinya Romo Chanel menyampaikan, sejarah dan Kitab Suci mencatat, Petrus dan Paulus memiliki sejarah dan memiliki masa lalu yang begitu kelam. Mereka tidak diciptakan sebagai orang kudus awalnya, tapi justru mereka adalah para pendosa yang dipanggil. Paulus yang sebelumnya Saulus, seorang antikristus, seorang pembunuh. Petrus, jiwa penyangkal yang begitu hebat ada di dalam dirinya. Tetapi, dua tokoh yang kita rayakan pada hari ini, mengalami titik tolak yang hebat di dalam hidup mereka ketika mengalami perjumpaan bersama dengan Yesus.
Dan perjumpaan bersama dengan Yesus, tidak dalam keadaan yang suka cita juga. Saulus, yang kita kenal dengan Paulus, dibanting Allah dari kudanya ketika akan menganiaya para pengikutnya. Dalam bacaan pertama kita lihat, Allah lewat malaikatnya menjumpai Petrus di dalam penjara dalam situasi yang tidak baik-baik saja.
Satu pertanyaan refleksi bagi kita semua, kita pun pernah mengalami hal-hal kejatuhan di dalam hidup kita. Kita pun pernah mengalami bagaimana kita ditolak. Kita pun pernah mengalami bagaimana kita menyangkal Yesus dengan cara hidup kita. Kita pernah menyangkal, mungkin kita pernah menipu, mungkin pernah bermain sandiwara dengan pimpinan kita, mungkin kita pernah saling berbohong diantara pasangan hidup dan rekan kerja.
Ketika ada titik baliknya, perjumpaan bersama dengan Yesus yang terjadi dalam doa-doa harian kita. Doa-doa pribadi kita, itulah perjumpaan penuh syukur bersama dengan Yesus dan segala doa-doa ini kita satukan dalam perayaan Ekaristi. Hari ini anda dan saya datang ke Gereja ini menjadi Petrus dan Paulus yang mau dipertobatkan.
Gereja bukan tempat orang kudus tetapi bengkel orang berdosa, di dalam Gereja inilah kita direnovasi dan diperbarui. Pada hari ini Gereja mau mengingatkan kepada kita bahwa segala kejatuhan-kejatuhan yang kita alami dalam kehidupan, hendaknya tidak menjauhkan kita dari Gereja. Mari belajar dari Petrus dan Paulus merubah segala kejatuhan menjadi titik awal kebangkitan, karena mengalami perjumpaan bersama dengan Yesus. Secara kontekstual perjumpaan bersama dengan Yesus adalah lewat doa-doa. Mari kita berefleksi, melihat sudah sejauh mana kita mendekatkan diri kepada Tuhan dan belajar dari Petrus dan Paulus.



