Momen Refleksi, Pembaharuan Semangat dan Menjadi Teladan Damai

January 18, 2025
Momen  Refleksi, Pembaharuan Semangat dan Menjadi Teladan Damai

19 Desember 2024 merupakan momen penting bagi Komisium Palembang Ratu Pencinta Damai Palembang yang berusia 25 tahun. Perjalanan panjang bagi para Legioner berkarya di Keuskupan Agung Palembang. Ketua Komisium Palembang Ratu Pencinta Damai Fransiscus membacakan pesan dari Petrus Kanisius Erwin Rinaldi, Ketua Senatus Jakarta Bejana Rohani yang berhalangan hadir karena sakit dalam acara Perayaan Syukur Pesta Perak, Sabtu 11 Januari 2024.

Puji syukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus  karena kita semua dapat berkumpul disini untuk merayakan ulang tahun ke-25 Komisium Palembang  suatu pencapaian yang luar biasa dan penuh berkat. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh anggota Komisium Palembang  atas dedikasi, kerja keras dan cinta  yang telah diberikan selama seperempat abad ini, tidak mudah menjaga api semangat pelayanan, tetap menyala seperti itu. Tetapi Komisium ini membuktikan  bahwa dengan kasih Maria  segalanya menjadi mungkin, mari kita berharap  agar Bunda Maria Ratu Pencinta Damai  membimbing kita dalam perayaan ini  agar kita semua selalu menjadi alat kedamaian dan kasih di dunia ini.

Perjalanan selama 25 tahun  tentu penuh cerita, ada masa-masa penuh sukacita  dan tentu ada masa dimana tantangan datang silih berganti namun, apa yang membuat kita bertahan? Saya percaya, jawabannya adalah  cinta kepada Maria dan misi kita untuk membawa damai. Izinkan saya berbagi sebuah cerita, suatu ketika, seorang Legioner muda dari sebuah Presidium di pedesaan  baru saja ditunjuk  untuk memimpin doa Rosario  dalam keluarganya, karena gugup ia malah membaca peristiwa yang salah  dan keluarganya tersenyum simpul, namun di akhir doa  salah satu anggota keluarga berkata : doamu membawa damai di hati kami.

Dari situ, dia menyadari  bahwa tugas kita sebagai Legioner bukan untuk menjadi sempurna tetapi, menjadi saluran damai bagi orang lain  hal ini mengingatkan kita semua  kedamaian yang kita bawa  tidak harus selalu besar dan spektakuler kadang cukup sederhana dan lurus. Kita juga harus ingat  mungkin roh kudus yang berkuasa  di dalam Komisium Ratu Pencinta Damai  juga  menyertai Bapa Paus Franciscus ketika memilih Pemimpin Rohani Komisium Palembang terdahulu,  Romo Avin yang menjadi Uskup Tanjung Karang, Lampung. Saya yakin  banyak cerita serupa  yang terjadi di Komisium Palembang,  setiap anggota memiliki peran  dan kisahnya masing-masing  yang semuanya adalah bagian dari  mosaik indah pelayanan kita.

Sebagai Legioner kita dipanggil untuk menjadi  pembawa damai di dunia yang penuh tantangan, kita mungkin berpikir  apa yang bisa saya lakukan, jawabannya banyak sekali, kesetiaan dalam pelayanan  kita mungkin sering merasa lelah, ada tugas-tugas duniawi, keluarga dan tanggung jawab lainnya. Tapi ingatlah  setiap doa yang kita panjatkan, setiap kunjungan yang kita lakukan  dan setiap kasih yang kita bagikan adalah persembahan  yang berharga  bagi Bunda Maria,  tidak ada yang sia-sia  di mata Tuhan.

Capaian 25 tahun ini luar biasa tetapi jangan berhenti di sini, mari jadikan hari ini  sebagai awal dari semangat baru, temukan cara-cara kreatif  untuk melayani  terutama di zaman modern ini, misalnya : gunakan teknologi  untuk memperluas misi kita.  Beato Carlo Acutis  menggunakan internet untuk menyebarkan mukjizat Ekaristi,  kita pun bisa menggunakan media sosial  untuk menyebarkan kasih  dan damai Maria, kolaborasi. Kita tidak bekerja sendirian sebagai bagian dari tubuh Kristus, kita bekerjasama  dengan Gereja, komunitas  dan bahkan dengan individu  yang berbeda iman. Kedamaian yang kita bawa adalah untuk semua orang  tanpa terkecuali.

Izinkan saya  menutup dengan cerita ringan, suatu hari  seorang Legioner tua  dengan penuh semangat mengunjungi keluarga baru  di Lingkungan  untuk mengundang mereka ke Gereja  dengan yakin  dia menutup pintu dan berkata : selamat pagi, saya dari Legio Maria  apakah ada yang bisa saya bantu? Sang Ibu di rumah itu menjawab : oh maaf  kami baru pindah  dan belum sempat berbuat salah apa-apa. Cerita ini  mengingatkan kita  bahwa pelayanan Legio  bukan hanya  tentang membantu  orang keluar dari masalah tetapi  lebih kepada  menemani mereka dengan kasih dan damai, dalam perjalanan  hidup mereka.

Mari jadikan perayaan ini  sebagai momen  refleksi  dan pembaharuan semangat dimana  di bawah naungan  Ratu Pencinta Damai,  kita melanjutkan pelayanan ini  dengan penuh  sukacita dan dedikasi, semoga Komisium Palembang  semakin diberkati  dan menjadi teladan damai di tengah masyarakat. Terima kasih  atas perhatian ) dan semangat Anda semua , Ya Bunda Maria jadikan kami,  para Legioner  di Palembang  menjadi alat damai  di dunia ini. 

Leave a Reply


7 + 4 =