Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Yoseph Palembang periode 2024-2027 mengadakan Rapat Pleno Tahun 2024 untuk melaporkan kepada umat mengenai kegiatan yang sudah dilakukan seusai dilantik 26 Mei 2024. Rapat Pleno dihadiri kurang lebih 120 peserta utusan dari Lingkungan, Wilayah, Komunitas dan DPP Santo Yoseph Palembang, Sabtu 22 Februari 2025 mulai pukul 15.00 sampai 21.00 Wib di Gedung Aula Serbaguna.
Dalam sambutannya RD. Hyginus Gono Pratowo sebagai Ketua Umum DPP Santo Yoseph Palembang sekaligus Pastor Paroki mengatakan kita bersyukur atas segala berkat Tuhan yang boleh kita alami, dimana kita boleh berkumpul sejenak untuk mengevaluasi apa yang sudah kita buat sepanjang tahun 2024. Kiranya banyak hal yang sudah kita buat, tetapi di sisi tertentu juga ada kegiatan yang belum bisa terlaksana. Tidak terlaksana bukan berarti bahwa kegiatan itu atau program itu tidak akan dilaksanakan, tetapi mungkin berbenturan dengan waktu, tenaga dan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Keuskupan atau oleh Paroki-Paroki lain, sehingga menjadikan kegiatan yang ada di Paroki kita mungkin bergeser waktunya. Maka di tahun 2024 itu mungkin belum terlaksana, mudah-mudahan di tahun 2025 ini kita bisa melaksanakannya.
Kami bersyukur dan berterima kasih atas semua pihak, baik para Romo, Suster, Bapak, Ibu, Frater, yang sudah membantu kita dalam reksa pastoral di Paroki ini, tanpa campur tangan dan juga tanpa kerjasama yang baik, tentunya kita tidak bisa menjalankan semuanya dengan semestinya dan sebaik-baiknya. Terima kasih kepada Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, kelompok-kelompok Kategorial dan juga rumah-rumah pembinaan, komunitas biarawan-biarawati di Paroki Santo Yoseph ini yang sehati sejiwa, semisi kita berjalan bersama, tentunya kerjasama yang baik tetap kita bina kembali dan kita teruskan. Andaikata ada hal yang belum bisa kita lakukan bersama, akan kita benahi dan evaluasi bersama.
Sementara itu dalam laporannya Romo Gono menyampaikan jumlah umat per 1 Januari 2024 sebanyak 6547 orang dengan tenaga Pastoral empat orang, satu Pastor Paroki dan tiga Pastor Rekan dengan aneka tugas yang lainnya dan untuk pelayanan sehari-hari, mulai hari Senin sampai dengan Jumat dilayani oleh Pastor Paroki. Untuk administrasi Paroki pada umumnya bisa berjalan dengan baik dan dilayani oleh tiga orang tenaga Sekretariat. Lalu keamanan dan pemeliharaan di Lingkungan Pastoral dan Gereja ditangani oleh empat orang tenaga. Empat orang tenaga keamanan, dua orang tenaga koster dan dua orang tenaga kebersihan, ada satu orang tenaga rumah tangga dan satu orang sukarelawan, tanpa digaji oleh Paroki dan DPP, mengabdikan hidupnya untuk Paroki.
Lalu pelayanan dalam hal pemeliharaan jiwa-jiwa, melalui perayaan, sakramen-sakramen, baik itu sakramentali, khususnya Ekaristi, berjalan dengan baik, hari Minggu, harian, dan juga misa-misa di Lingkungan dan Wilayah serta juga di Biara-Biara yang ada, yaitu : Biara Charitas Pusat, Km 7, Hati Kudus di Jl. Bendungan, FSGM di Jl. Bangau ditambah lagi ada Frater. Selain pelayanan Ekaristi juga pelayanan pengakuan dosa, perminyakan, pelayanan kematian mulai dari rumah duka sampai dengan pemakaman, kremasi bahkan sampai dengan larung, ditangani dengan baik berkat kerjasama prodiakon, kelompok doa dan juga PSPK. Sedangkan pelayanan komuni untuk saudara-saudari kita yang sakit dan lanjut usia ditangani bersama oleh para prodiakon, imam, para suster dan sukarelawan yang ikut serta menemani prodiakon.
Demikian juga pelayanan dalam rangka pengembangan umat beriman melalui persiapan dan pelaksanaan baptisan, perkawinan, penguatan, komuni pertama bisa dilaksanakan dan semua kegiatan-kegiatan yang ada di Paroki kita ini dicatat mulai dari pembaptisan sampai pada kematian. Lalu pelayanan yang menyangkut masalah pribadi dan keluarga melalui konsultasi-konsultasi bisa dilayani sesuai dengan situasi dan kondisi dan juga melibatkan seksi atau tim pendampingan keluarga termasuk para Romo. Tentu kami juga membutuhkan bantuan dari seksi keluarga, komisi keluarga yang ada di Paroki ini kalau itu berkaitan dengan keluarga, pendampingan-pendampingan keluarga atau kalau ada hal lain, kami juga akan bekerja sama dengan pihak-pihak lain.
Ketua DPP Santo Yoseph Palembang, Billy Jaya dalam pengantarnya menyampaikan Rapat pleno ini dihadiri oleh para pengurus DPP, DPH inti sampai ke seksi-seksinya, lalu para Ketua Lingkungan, Wilayah, wakil Biara, wakil Sekolah Katolik, wakil Yayasan Katolik, maupun wakil Organisasi-organisasi Katolik, dan wakil Komunitas yang ada di Paroki Santo Yoseph Palembang dan para tokoh umat. Hari ini kita rapat untuk melihat satu tahun Paroki ini dijalankan oleh Dewan Pastoral Paroki periode 2024-2027. Terdaftar ada 42 Lingkungan yang hadir diwakili oleh Ketua atau Pengurusnya. Kami sangat berharap Bapak Ibu sekalian bisa memberikan masukan kepada DPP periode ini untuk bisa lebih baik lagi di 2025. Tentu kita akan melihat bagaimana yang sudah dilakukan DPP periode ini selama setengah tahun kemarin, jadi yang kita lakukan adalah dari bulan kami dilantik bulan Mei sampai Desember 2024.
Maka laporan yang kami kami sampaikan kepada Bapak Ibu sekalian sebagai wakil para umat yang ada sekitar 6000 ribu lebih umat Paroki Santo Yoseph, perlu disampaikan karena Paroki Santo Yoseph ini sangat tergantung dengan kita semua, bukan tergantung Pastor Paroki atau DPP saja, tapi kita semua yang mengaku dan diakui sebagai murid-murid Kristus yang diakui sebagai saudara-saudari Kristus. Nanti laporan akan disampaikan perbidang, kami mohon dicermati, apa saran dan evaluasi untuk kedepannya. Ini memberi gambaran kepada Romo, Suster, Frater, Bapak dan Ibu sekalian untuk melihat kerja setengah tahun dari DPP Santo Yoseph Palembang periode 2024-2027. Sebagai informasi DPP periode ini ada pergantian sekretaris karena ada sesuatu dan lain hal, sebagai Sekretaris 1 dijabat oleh Andreas Daris Awalistyo dan Sekretaris 2 oleh Cornelius Wahyu Harjanto.
Melalui presentasinya Yohanes Aldo Pangestu sebagai Bendahara 1 DPP Santo Yoseph Palembang mengatakan cukup puas melihat laporan-laporan LPJ yang diserahkan dan harapannya apa yang ditampilkan disini adalah reaksi yang sudah Bapak, Ibu serahkan ke DPP, resapan anggaran dalam bentuk persentase. Bagi yang persentasenya kecil, jangan kecil hati, bukan berarti Bapak-Ibu tidak bekerja atau bidangnya atau seksinya tidak efisien, hanya saja waktunya mungkin kurang pas atau Bapak-Ibu belum sempat melakukannya dan mungkin bentrok sama acara lain. Yang persentasenya besar, tolong dipertahankan dan jangan berbangga hati, karena ketika semuanya bersinergi, yang bangga itu satu Gereja, bukan kita saja.
Bagi yang persentase resapan anggarannya kecil, jangan kecil hati. Itu bukan berarti Bapak-Ibu tidak bekerja atau bidangnya atau seksinya tidak efisien. Tidak, hanya saja, waktunya mungkin kurang pas atau Bapak-Ibu belum sempat melakukannya, mungkin bentrok sama acara lain. Yang persentasenya besar, tolong dipertahankan dan jangan berbangga hati, karena ketika semuanya bersinergi, yang bangga itu satu Gereja, bukan kita saja. Ada dana yang tidak terealisasi karena bantuan dari para umat dan peserta, tetap dicatat kegiatan itu berjalan dengan sumbangan ataupun bantuan dari umat. Jadi semua kegiatan Bapak, Ibu dan teman-teman yang lakukan itu tidak ada yang tidak di catat, semua dicatat hanya saja tidak menggunakan dana dari DPP dan ada kegiatan dengan dana yang lebih karena bantuan dari peserta atau dari orang tua peserta, maka itu juga tetap dicatat.
Ambrosius Maria Suprihanto, Wakil Ketua DPP Santo Yoseph Palembang menyoroti mengenai program kerja dan organisasi. Untuk program kerja harusnya tidak kita buat dalam waktu semalam untuk memastikan kegiatan-kegiatan rutin itu berjalan dengan baik. Fungsi regenerasi, tadi beberapa kali disebut tentang tahun muda, jadi dalam organisasi, secara organisasi, DPP juga butuh semacam regenerasi dari tahun ke tahun hanya itu saja. Idealnya dua kali cukup, jadi dipikirkan bagaimana supaya regenerasi ini berjalan dengan mudah, maka perlu dilakukan lagi. Untuk pengembangan biarlah semakin banyak yang terlibat, semakin banyak pemikiran, itu membuat Gereja bisa tumbuh dan bertumbuh dengan baik untuk menjawab tantangan-tantangan yang ada. Supaya bisa mengelola pendanaan, dana yang ada di Gereja dengan baik, maka perlu disusun program kerja juga dengan baik, jangan asal-asalan. Maka berdasarkan beberapa alasan ini, kita juga sudah mencoba membuat program kerja dengan teliti dan lebih baik.
Akhir-akhir ini, terutama dalam masalah kepengurusan kita, selalu kita dikejar-kejar karena kita sedang menyesuaikan dengan tuntutan Keuskupan, yaitu waktu laporan kerja dan keuangan itu benar-benar dari bulan Januari sampai Desember. Jadi sekali lagi, kita ingin menyesuaikan dengan ritme program Keuskupan untuk membuat laporan dari bulan Januari sampai Desember, termasuk keuangannya. Jadi nanti program kerja 2025 yang akan dibuat itu sampai bulan September, lalu sisanya itu yang memang rutin itu masih tetap jalan dan yang lain-lain. Tetapi yang non-rutin disiapkan hanya sampai bulan September. Lalu Oktober adalah masa untuk merekap, membuat laporan, dan idealnya nanti mudah-mudahan, bisa selesai awal November. Penyesuaian ini, semoga 2025 kita menjadi semakin tertib dan ke depan termasuk program kerja ini Januari kita sudah mulai, bisa gas, jangan mundur-mundur lagi. Itu kurang lebih mengapa kita terkesan cepat, dan kemudian akhirnya mungkin ada yang belum lengkap dan sebagainya.
Salah seorang Koordinator Bidang yaitu : Yohanes Suwarto dari Bidang Liturgi memberikan tanggapan terkait Rapat Pleno DPP tahun 2024, luar biasa antusias peserta, banyak yang hadir, bisa dikatakan 99% dari Lingkungan itu mengirim wakilnya, lalu juga dari setiap Komunitas juga hadir ada wakilnya. Mereka juga menyimak dengan cermat apa yang disampaikan. Ini tampak dari tanggapan tadi dalam sesi tanya-jawab, masukan dan segala macam, kritisi apa yang perlu dibangun oleh DPP kali ini untuk pelayanan umat.
Kemudian memang apa yang disiapkan untuk Pleno kali ini, kami kerjakan 6 bulan terakhir, karena memang kami dilantik menjadi DPP itu di pertengahan tahun 2024. Sehingga kami praktis bekerja dan mulai dengan membuat program baru tidak ada program dari DPP yang lama. Biasanya ada estafet dari DPP yang lama, kita yang nyambung di tengah perjalanan satu semester harusnya kami tinggal melaksanakan saja, tetapi karena tidak ada maka kami buat dan puji Tuhan, apa yang kami upayakan dalam waktu yang singkat itu cukup baik untuk bisa melayani.
Program yang sudah kami tampilkan tadi, program tahun 2025 ini adalah program unggulan bukan hanya sekedar program rutinitas, tetapi ada program-program baru yang menjadi unggulan untuk Paroki Santo Yoseph lewat DPP, semoga ini juga menjawab untuk kebutuhan-kebutuhan umat. Tentu ada sisi kelemahan-kelemahan, untuk itu kami perlu terus diawasi, ditegur, diberi masukan. Yang penting bahwa kritisi itu adalah kritisi yang membangun untuk kemajuan umat kita di Paroki. Jadi bukan bentuk kritisi yang bersifat menyudutkan karena ini bentuknya adalah pelayanan, kalau memang ada kekurangan, beri masukan supaya yang kurang itu semakin diminimalisir dan untuk yang sudah baik kita dukung untuk dikembangkan lagi.
Untuk program unggulan dari dekorasi altar, yang selama ini memang tampaknya didominasi oleh satu kelompok saja padahal kita punya umat besar dan sebenarnya punya talenta untuk mendekorasi gereja yang selama ini memang tidak diwadahi. Maka kami mengambil ini sebagai bentuk upaya untuk program unggulan, bagaimana melatih umat kita untuk ikut terlibat di dalam pelayanan melalui merias gereja secara baik dan benar. Kebetulan dari Komisi Liturgi Keuskupan Agung Palembang menyelenggarakan kegiatan ini sehingga kami sudah ada program ini dan ikut serta sehingga bisa mengurangi biaya untuk mendatangkan narasumber.
Harapannya kedepan tentu masukan-masukan dari para tokoh umat dan juga dari umat sendiri, Wilayah dan Lingkungan, nanti akan bisa kita laksanakan untuk menjawab apa yang menjadi kebutuhan umat, karena sifatnya kami adalah pelayan jadi melayani apa yang dibutuhkan umat. Program yang baik adalah apa yang dibutuhkan oleh umat, sehingga program itu tempat sasaran dan konkret.
Kegiatan Rapat Pleno DPP Santo Yoseph tahun 2024 juga diisi dengan dengan tanya jawab peserta, mereka memberikan masukan untuk kemajuan pelayanan bagi umat.









