Misa Perdana RP. Paulus Yohanes Krisostomus, CSE

July 15, 2026
Misa Perdana RP. Paulus Yohanes Krisostomus, CSE

PALEMBANG – Misa harian di Gereja Santo Yoseph Palembang lebih ramai dari biasanya hal ini terlihat saat umat banyak yang hadir  untuk mengikuti Perayaan Ekaristi, Misa Perdana RP. Paulus Yohanes Krisostomus, CSE, Selasa 14 Juli 2026 pukul 17.30 Wib. Romo Paulus dari Kongregasi  Carmelitae Sancti Elias/Karmelit Dari Nabi Elia (CSE) yang berpusat di Ngadireso, Tumpang Malang, Jawa Timur pernah bersekolah di SD Xaverius II Palembang Tahun 1993-1998 dan menerima baptisan serta komuni pertama di Gereja Santo Yoseph Palembang. Misa Perdana ini juga dihadiri oleh Mgr. Emeritus Aloysius Sudarso, SCJ dan para Imam Dekanat Palembang. Diawali dengan perarakan pelayan liturgi dan para Imam Dekanat Palembang memasuki Gereja Santo Yoseph Palembang.

Dalam pengantarnya Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang RD. Hyginus Gono Pratowo mengatakan, kita berkumpul untuk merayakan Ekarisi Kudus, sekaligus mengucap syukur atas anugerah panggilan imamat yang telah diterima oleh Romo Paulus Yohannes Krisostomus, CSE dan misa perdana ini menjadi ungkapan syukur kepada Allah atas kasih dan penyelenggaraannya yang telah menuntun perjalanan hidup beliau hingga dipanggil untuk ambil bagian dalam imamat Kristus. Kita memohon agar Tuhan senantiasa melimpahkan rahmat Roh Kudus kepada Romo Paulus Yohannes Krisostomus, CSE sehingga beliau tetap setia dalam panggilannya, menjadi gembala yang rendah hati, bijaksana, dan penuh kasih dalam melayani Gereja serta umat Allah. 

Sementara itu dalam homilinya Romo Paulus mengajak umat merefleksikan mengapa orang tidak percaya  dan tetap memilih untuk menolak Yesus walaupun mereka telah melihat begitu banyak tanda dan mukjizat ?  Karena menolak konsekuensi yang lahir dari iman kepada Yesus. Ketika kita mengimani bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan, Dia adalah benar-benar Juru Selamat, Dia adalah benar-benar Mesias, maka konsekuensinya mau tidak mau, suka tidak suka kita harus menjadikan Yesus itu sebagai Raja kita. Seorang Raja harus ditaati maka apapun yang diperintahkan oleh Yesus dan dikehendaki  harus dilakukan. Sesungguhnya percaya kepada Yesus tidak mungkin hanya diwujudkan dalam kata-kata melainkan harus diwujudkan dalam suatu pertobatan, dalam suatu tindakan yang nyata.

Banyak dari orang-orang zaman sekarang  kelihatan sangat menolak dan menentang Gereja sebetulnya  mereka bukan meragukan ajarannya tetapi karena mereka tidak bisa untuk hidup di dalam ajarannya.  Orang menolak Yesus, karena mereka memiliki ekspektasi dan cara berpikirnya sendiri terkadang kita manusia merasa kita lebih tahu daripada Tuhan, kita merasa bisa mengatur-atur Tuhan dan terkadang kita mengharapkan Tuhan untuk menjawab doa kita juga dengan cara-cara yang kita pikirkan sendiri.  Tuhan sudah memberikan begitu banyak tanda, tidak harus lewat mukjizat  tapi juga lewat peristiwa-peristiwa yang kita alami sehari-hari, lewat orang-orang yang dihadirkan dalam kehidupan kita. Dia akan memberikan banyak tanda, hanya mungkin sering dari kita  tidak mau mendengar tanda dari Tuhan, kita menolak tanda yang diberikan oleh Tuhan karena itu ketika Tuhan sudah memberikan begitu banyak tanda, maka dengarkan suara Tuhan.

Leave a Reply


7 + 1 =