Umat Paroki Santo Yoseph Palembang mengadakan Perayan Syukur atas terpilhnya Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo menjadi Uskup Tanjung Karang, Rabu 22 Maret 2023 dalam Perayaan Ekaristi pukul 17.00 Wib yang dipimpin oleh RD. Silvester Joko Susanto. Perayaan Ekaristi juga dihadiri oleh perwakilan para Pengurus Lingkungan, Wilayah, anggota DPH, DPP, para imam, suster dan kelompok Kategorial di
RD. Stefanus Surawan dalam pengantarnya mengatakan tidak lama setelah Romo Avien dipilih menjadi Uskup untuk Keuskupan Tanjung Karang ada banyak reaksi yang seolah-olah Tuhan telah mengejutkannya dan hampir semua reaksinya kebanyakan sama, saya tidak menyangka. Pada saat melihat reaksi orang ternyata Romo Avien ini bukan sosok yang diperhitungkan menjadi Uskup tapi Tuhan tidak memandang penampilan tetapi melihat hatinya. Kita bersyukur atas rahmat Tuhan dan ini mau menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah melupakan umatnya dan selalu memberikan gembala untuk membawa pada air yang tenang dan rumput yang hijau.

Dalam sambutannya Ketua Panitia Syukuran, Herny Ischak menyatakan malam ini menjadi malam yang penuh syukur dan bangga karena Romo Avien yang selama ini bersama dan melayani sebagai Imam telah terpilih menjadi Uskup Tanjung Karang. Romo Avien merupakan Romo Diosesan Pertama dari Keuskupan Agung Palembang yang menjadi Uskup, semoga jejak pelayanannya menjadi contoh teladan bagi para romo dan generasi muda. Terima kasih atas kebersamaan dan pelayanannya selama ini di Paroki Santo Yoseph dan semoga Mgr. Avien senantiasa dilimpahkan rahmat kesehatan dan kebijaksanaan dalam mengembangkan umat di Keuskupan Tanjung Karang.
C. Wintoko mewakili umat dalam sambutannya mengucapkan selamat atas terpilihnya Romo Avien menjadi Uskup di Tanjung Karang, semoga tugas yang berat dapat dilaksanakan dengan baik karena Roh Kudus yang memilihnya dan tetap mendampingi sehingga semua rintangan dapat dilalui dengan baik dan penuh bijaksana. Mari kita dukung dengan doa agar tanggung jawab yang besar ini bisa dilaksanakan oleh Bapak Uskup terpilih dengan sebaik-baiknya. Kami umat Paroki Santo Yoseph Palembang mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Romo Avien bila kurang berkenan dan kurang pantas dalam bertutur kata dan tindak tanduk yang dilakukan selama Romo berada disini. Namun demikian dengan terpilihnya menjadi Uskup di Tanjung Karang kami semua umat bergembira dan bersukacita menyambut keputusan ini serta sangat mendukung. Sekali lagi selamat kami ucapkan kepada Romo Avien dan seluruh keluarga atas anugerah tugas yang sangat mulia ini, semoga menjadi berkat menjadi umat di Tanjung Karang dan kita semua.

Sementara itu Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang, RD. Silvester Joko Susanto menceritakan perjalanan tugasnya yang ditahbiskan bersama-sama dan berulang kali kala bertugas hampir bersamaan dengan Romo. Avien, awalnya di Belitang, beliau di Bangunsari saya di Mojosari, kemudian pindah tugas di Katedral Santa maria, Romo Avien ke Plaju maka ketika saya pindah ke Baturaja, Romo Avien menggantikan saya ke Katedral setelah itu beliau berangkat ke Perancis untuk belajar. Saya dari Baturaja pindah ke Stefanus kemudian beliau sudah di rumah untuk menjalankan tugas perutusannya di Komisi Kepemudaan dan Komisi Liturgi, Kitab Suci dan Katekese, ternyata beliau cukup lama di Paroki Santo Yoseph Palembang. Ketika saya dari Km 12 ke Muarobungo Jambi kemudian Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ menugaskan ke Santo Yoseph Palembang.
Ketika Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ menyampaikan silahkan untuk mengajukan siapa-siapa yang akan menjadi Uskup Tanjung Karang sekitar 2 tahun yang lalu, kami tidak menyangka dan menduga kalau saudara, teman kami seangkatan ini akan terpilih menjadi Uskup bahkan ketika satu mobil mungkin beliau sudah curiga karena ditelpon oleh Nunsius Apostolik, Mgr. Piero Pioppo (Duta Besar Tahta Suci Vatikan) untuk Indonesia. Dugaan itu muncul ketika Romo Avien minta izin untuk jalan-jalan ke Jakarta bersama Mgr. Yohanes Harun Yuwono, kemudian Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ juga datang ke Santo Yoseph untuk bertemu dan berbicara dengan Romo Avien. Akhirnya tgl 17 Desember 2022 dalam HUT Imamat ke 50 Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ dalam Misa di Gentiaras Km 7 diumumkan secara resmi oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono bahwa Romo Vinsensius Setiawan Triatmojo terpilih sebagai Uskup Tanjung Karang.

Tentu ini merupakan sukacita yang besar bagi gereja universal dan gereja lokal, khususnya Paroki Santo Yoseph Palembang ditemani dan didampingi Romo Avien yang terpilih, maka rasa sukacita, kegembiraan itu diadakan melalui perwakilan-perwakilan untuk mengucapkan syukur dan terima kasih juga untuk Panitia yang mempersiapkan pesta syukur rohani ini. Tetapi yang sungguh sangat menggembirakan bagi kami adalah karena terpilihnya putera Keuskupan Agung Palembang menjadi seorang Uskup di Tanjung Karang. Mohon doa dan dukungan terlebih untuk Uskup terpilih yang tugasnya lebih berat tetapi dengan kuasa dan warisan rohani yang ada di dalam dirinya, saya yakin tugas dan tanggung jawab yang akan diembannya mampu akan dibawa sampai mengantar umat Allah di Tanjung Karang menemukan keselamatan.
Pada kesempatan ini Uskup Tanjung Karang terpilih Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo mengatakan setelah Mgr. Yohanes Harun Yuwono terpilih sebagai Uskup Agung Palembang pada bulan Oktober, sekitar bulan Januari-Februari 2022 ada orang-orang yang diutus untuk menyelidiki saya. Kemudian tgl. 4 Desember 2022 dirinya diajak ke Jakarta oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono untuk bertemu dengan Nunsius Mgr. Piero Pioppo yang mengajak bersama-sama dengan Mgr. Yohanes harun Yuwono dan Sekertaris Duta Vatikan untuk mendengarkan kabar gembira dari Paus Fransiskus yang menunjuk Romo Avien untuk menggantikan Mgr. Harun di Tanjung Karang.

Romo Avien meminta waktu untuk berpikir dan diberi waktu sekitar 15 menit untuk berdoa di Kapel bdidampingi oleh Mgr. Harun, Nunsius Mgr. Piero Pioppo dan Sekertaris Duta Besar Vatikan. Ia sempat menangis karena merasa tidak mengerti apa-apa dan merasa ada masalah besar kedepan, seusai berdoa kemudian diajak ke kantor Duta Besar Vatikan untuk membuat jawaban tertulis yang akan langsung dikirimkan jam 3 sore ke Bapa Suci dalam bahasa Perancis, setelah ditandatangani surat diserahkan dalam map dan di fax ke Vatikan. Kemudian Romo Avien sempat 2 kali menanyakan kepada Mgr. Yohanes Harun Yuwono siapa yang mengajukan namanya tetapi Mgr. Harun menjawab tidak usah tanya siapa yang mengajukan. Lalu ia diberitahu nanti tgl 17 Desember 2022 akan diumumkan dan harus menjaga rahasia.
Sampai sekarang Mgr. Avien masih merasa resah dan gelisah karena rasanya terlalu lama untuk menunggu dan makin besar ketakutan, tidak tahu, apalagi ketika Panitia Tahbisan mendesak membuat foto untuk mencetak undangan. Dalam proses rasanya semua serba lancar tapi tetap ada satu pertanyaan besar kira-kira apa yang menjadi alasan dasar saya yang terpilih. Ia sempat memberikan alasan kepada Nunsius Mgr. Piero Pioppo bahwa belum pernah memimpin, belum banyak pengalaman, tidak pernah menulis buku dan dari semuanya tidak ada yang diandalkan, tetapi Nunsius menjawab tenang Pastor nanti tidak sendirian kami akan menemani dan Roh Kudus yang akan membimbing. Berarti nanti bukan pekerjaan saya tetapi pekerjaan Roh Kudus dan saya hanya memberi ruang seluas-luasnya supaya tidak mengandalkan kemanusiaan saya tetapi justru memberikan ruang yang besar untuk Roh Kudus yang berkarya karena Dia yang punya kehendak.

Terima kasih banyak kepada umat Santo Yoseph Palembang, Pastor Paroki, Romo-Romo Rekan dengan berbagai kesan, suka duka menjadi umat Paroki yang notebene terbesar di Keuskupan Agung Palembang dan sudah sering dipakai sebagai kelinci percobaan untuk melaksanakan program-program komisi karena hampir semua program komisi saya awali di Paroki Santo Yoseph Palembang, mungkin terlalu banyak pekerjaan yang kemudian membebani umat dan DPP sehingga saya mohon maaf atas kesalahan yang dibuat selama ini.
Mgr. Emeritus Aloysius Sudarso, SCJ mengatakan Mgr. Avien terpilih karena didukung oleh banyak orang dan terima kasih kepada seluruh umat Paroki Santo Yoseph Palembang tempat Romo Avien berkarya selama 20 tahun, tentu didoakan, diperhatikan dan didukung panggilannya sehingga itu pasti hal-hal yang sangat membantu seseorang untuk kemudian dipilih dan ditunjuk untuk menjadi seorang Uskup. Oleh karena itu kita memang berterima kasih bahwa dari antara para Imam kita dan dari umat ada yang ditunjuk oleh Tuhan secara khusus untuk melanjutkan penggembalaan di tengah-tengah umat entah ditempatkan dimana. Kita berterima kasih kepada Tuhan atas pilihan itu semoga ini juga membuat umat untuk terus menerus mempersiapkan anak-anak kita, calon-calon mendoakan agar ada yang dipakai Tuhan untuk pelayanan-pelayanan Gereja.

Maka kita bersyukur bahwa umat Allah di Palembang dapat mempersembahkan melalui doa, melalui kurban, melalui semangat iman bersama puteranya untuk menjadi gembala di sebuah Keuskupan. Kita bersyukur berterima kasih juga kepada keluarga Romo Avien, orang tua yang sudah dipanggil Tuhan, tetapi adik dan kakak yang sangat berpengaruh dalam hidupnya. Romo Avien selama jadi Imam di Palembang sangat tekun, menekuni kitab suci, liturgi dan selalu terlibat dalam hal itu tentu ini bisa menjadi bekal ketika nanti akan berperan sebagai Uskup. Kita persembahkan Romo Avien, kita dukung dengan doa dan para Romo sekalian akan membawa semangatnya Romo Avien ke tengah-tengah umat. Kalau kita bisa melayani umat dengan baik tentu Tuhan juga memperhatikan apakah kita akan ditunjuk Tuhan membantu di tempat-tempat lain, persembahan diri itulah yang akan membawa kebahagiaan dan juga sukacita bagi kita semua. Maka tanpa Tuhan, panggilan apalagi panggilan menjadi Uskup tidak mungkin, jadi Tuhanlah yang memilih entah siapapun yang dipilih tetapi Dia yang akan melengkapi dengan rohNya yang diberikan kepada kita.
Seusai Perayaan Syukur dilanjutkan dengan acara ramah tamah bersama umat Paroki Santo Yoseph Palembang di halaman Gereja sebagai tanda terima kasih dan syukur kepada Mgr. Avien. Berbagai hiburan juga dihadirkan dalam acara ini yang melibatkan Putera-Puteri Altar, OMK, Remaka, PD. Yoseph dan Legio Maria dan lain-lain. Pada kesempatan ini umat juga memberikan tanda kasih kepada Mgr. Avien melalui perwakilan Pengurus Wilayah, Lingkungan, Komunitas Prodiakon, Lektor, Sekolah Minggu, Misdinar, PD. Yoseph dan lain-lain. Tak lupa pula umat Paroki Santo Yoseph Palembang foto bersama dengan Mgr. Avien sebagai kenang-kenangan. Selamat bertugas Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo semoga selalu sehat dan memberikan pelayanan terbaik kepada umat di Keuskupan Tanjung Karang.

