Umat Keuskupan Agung Palembang Siap Mengikuti Misa Akbar di GBK
Keuskupan Agung Palembang mengutus 1000 orang untuk mengikuti Misa Akbar bersama Paus Fransiskus di Gedung Olah Raga Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, terdiri dari : 48 Imam (33 Imam Konselebran dan 15 Imam Pembagi Komuni), 6 Frater, 2 Bruder, 31 Suster dan 914 awam.
Sebanyak 36 orang dari Paroki Santo Yoseph Palembang dan 21 orang dari Keuskupan Agung Palembang akan berangkat ke Jakarta secara bersama-sama menggunakan 2 bus pada hari Rabu 4 September 2024 pukul 06.30 Wib, sementara itu ada 53 orang yang berangkat secara mandiri. Berbagai persiapan sudah dilakukan baik secara fisik dan mental, secara rohani umat Paroki Santo Yoseph Palembang melakukan penerimaan Sakramen Tobat, Senin 2 September 2024 pukul 08.30-10.00 Wib dan 16.30 sampai selesai.
Kemudian untuk menyambut kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia umat Paroki Santo Yoseph Palembang juga diundang mengikuti Misa Akbar di GBK melalui Live Streaming di Gereja mulai pukul 16.30 Wib, Kamis 5 September 2024, juga untuk mendapatkan berkat Apostolik dari Paus Fransiskus.
Dalam zoom meeting terakhir bersama para peserta yang akan mengikuti Misa Akbar Paus Fransiskus di Jakarta, Vikjen KAPal RD. Yohanes Kristianto menyatakan kehadiran Bapa Suci ke Indonesia sungguh memberi dampak dan pengaruh sekaligus juga bagi kita umat yang ada di Indonesia, umat Katolik juga semakin kuat. Simbol Bapa Suci yang dipakai, yakni iman, persekutuan dan pilar rasa, figur ini menjadikan kehadirannya sangat penting di Indonesia. Selain itu, saya kira kita semua para peserta sudah mempersiapkan segala sesuatunya, baik sebagai pribadi, data-data pribadi, syarat-syarat yang diharuskan ada, semuanya siap untuk berangkat, bahkan ada yang sudah berangkat.
Antusiasme dari seluruh umat katolik di Indonesia ini tentu bukan hanya yang berangkat ke GBK, beberapa edaran yang sudah disampaikan, harapannya yang tidak ikut berangkat ke GBK juga antusiasmenya ditampilkan, ditampakkan, dibuka peluang untuk live streaming di Paroki-Paroki atau di komunitas-komunitas kecil, di stasi supaya ikut serta dalam euforia, kegembiran dan sukacita, menyambut kedatangan Paus, terlebih juga Misa yang sangat istimewa, dipimpin oleh Bapa Paus.
Romo Kris juga berpesan, saya kira yang paling penting adalah kita berangkat dari rumah kita masing-masing nanti, selain persiapan-persiapan fisik dan syarat-syarat lain, maka antusiasme, sukacita terus mewarnai. Perjalanan panjang, lalu di sana nanti akan berhadapan dengan banyak ketentuan, aturan-aturan, maka nikmati saja suasana itu, karena kita dikoordinir oleh panitia, bukan hanya panitia dari KWI tetapi juga dari pemerintahan yang punya prosedur sendiri. Jadi ikuti saja dinamika yang akan ada dalam perjalanan maupun di tempat pelaksanaan perjumpaan kita dengan Bapa Suci, di luar dugaan dan di luar bayangan sekali lagi tidak usah terpancing untuk berbuat rusuh, pokoknya nikmati saja, karena ini melibatkan 80.000 umat yang akan hadir di sekitaran GBK.
Kita lihat sisi positifnya saja bahwa ada antusiasme, ada sukacita, ada kegembiraan yang luar biasa. Panitia juga sudah menyediakan segala sesuatunya. saya kira 80.000 umat yang hadir itu benar-benar sebagai satu kesatuan. Ada yel-yel ada lagu-lagu yang saya kira sudah dibagikan kepada kita semua, baik kalau para peserta mungkin di perjalanan dalam bus mengulangi yel-yel itu, menghapalkannya, juga lagu-lagu yang akan dipakai nanti di GBK supaya nanti kita ikut aktif di dalamnya, tidak sekedar menjadi penonton tapi kita sudah mempersiapkan juga situasi ini.
Sekali lagi, ketentuan yang ditetapkan oleh Panitia Pusat, sudah berulang kali disampaikan kepada kita, intinya ikuti saja dengan segala macam batasan-batasannya karena pasti tujuannya baik, supaya seluruh rangkaian acara ini berjalan dengan baik. Selamat menikmati perjalanan dari tempat masing-masing, semoga kita semua sehat, perjalanan lancar dan kita bisa bergabung dalam sukacita bersama dengan seluruh umat yang ada di GBK nantinya.
Selain itu Romo Kris mengingatkan kita yang ada di Paroki dan lembaga-lembaga lain untuk memperhatikan surat edaran yang terakhir yang menggambarkan antusiasme menyambut Paus Fransiskusu dengan membuat banner atau membuat simbol-simbol tertentu yang bisa dilihat secara publik bahwa kita ini satu kesatuan utuh walaupun tidak ada di Jakarta, tapi seluruh Gereja Katolik di wilayah Indonesia. Keuskupan Agung Palembang ikut serta bergembira menyambut kedatangan Paus Fransiskus dengan kreativitas masing-masing.
Nantinya 1000 umat dari Keuskupan Agung Palembang masuk kategori Red A dan akan duduk di zona 7, mendapat kursi pada baris 4 sampai 46 dan masuk melalui pintu 26 dan 27. Untuk akses masuk ke zona 7 melalui gate 5 atau gate 6 dan pintu masuk ke pelataran GBK lewat Plaza Tenggara Jl. Jendral Sudirman
Sumber Quotes Pope : Indonesia Papal Visit Commitee – KOMSOS KWI
