Meneladan Hati Kudus Yesus Yang Selalu Mencinta Tanpa Syarat

June 28, 2025
Meneladan Hati Kudus Yesus Yang Selalu Mencinta Tanpa Syarat

Umat Paroki Santo Yoseph Palembang merayakan Perayaan Hati Kudus Yesus Yang Mahakudus dalam Perayaan Ekaristi, Jumat 27 Juni 2025 pukul 17.30 Wib yang dipimpin oleh Dionisius Anton Liberto.

Melalui homilinya Romo Liberto menyampaikan, hari ini kita merayakan Hari Raya Hati Kudus Yesus dan saya sangat yakin, kita semua itu memiliki hati, tidak ada yang tidak punya hati, maka kita semuanya itu bisa yang namanya sakit hati (lever). Dalam Injil, Yesus hendak menunjukkan kepada kita bahwa Dia itu tidak hanya memiliki hati yang besar, tidak hanya memiliki hati yang luas, tetapi juga memiliki hati yang tahan banting, yang tak pernah sakit, yang tak pernah sakit hati. Dia tetap membuka hatinya, Yesus tetap memiliki hati yang senantiasa mencinta, bahkan tanpa syarat.

Kita tentunya tidak ingin kehilangan sesuatu yang kita sayangi, kalau itu terjadi tentu kita akan berusaha mencarinya sampai ketemu, karena yang kita cari itu adalah sesuatu yang sangat berharga. Kita akan mengupayakan untuk menemukannya, disertai doa dan kalau sudah ketemu, rasanya pasti sangat senang, sangat bersuka cita. Tuhan juga seperti kita, bahkan lebih tidak mau kehilangan kita, bukan sesuatu, tetapi pribadi yang sangat dikasihinya. 

Tuhan sendiri yang akan menggembalakan kita domba-dombanya, karena ia mengasihi kita. Gambaran bagaimana Ia, Domba yang senantiasa mengasihi, sangat indah diungkapkan, yang hilang, akan kucari, yang tersesat, akan kubawa pulang, yang luka, akan kubalut, yang sakit, akan kukuatkan, yang gemuk, akan kulindungi. Semuanya akan tetap dilindungi dan itulah gambaran yang sangat indah,  Gembala yang mengasihi kita domba-dombanya.

Kalau kita menghilang, kalau kita tersesat, kalau kita bersembunyi, Ia mencari sampai menemukan,  Tuhan akan bergembira dan akan bersuka cita. Melebihi kegembiraan seorang gembala yang menemukan dombanya yang tersesat. Kendati Tuhan itu mencari, tetapi sebenarnya dari pihak kita juga perlu berusaha untuk kembali. Maka saudara-saudara terkasih, kita manusia itu diberi kebebasan, mau kembali kepada Tuhan atau justru makin bersembunyi, makin menjauh dan makin tersesat. Kita semua adalah orang yang berdosa, memang berdosa, tetapi Tuhan kita bersyukur, tetap mengasihi kita, tetap menerima kita dengan tangan serta hati yang terbuka.

Tuhan memang membenci dosa, tetapi ia tidak pernah membenci kita manusia yang berdosa, hatinya senantiasa mencintai kita orang yang berdosa. Maka saudara-saudara terkasih, semoga setiap hari kita gunakan sebagai kesempatan untuk semakin tetap  datang kepada Tuhan dan mendengarkan Dia, agar hidup kita senantiasa diterangi oleh sabdanya dan kita mampu memancarkan kasihnya kepada sesama kita.

Melalui hati yang telah ditunjukkan, yang telah diteladankan, yakni Hati Kudus Yesus yang kita rayakan, hati yang senantiasa mencinta. Kalau boleh digambarkan, hati Yesus itu hati yang tidak mudah baperan, hati yang tidak mudah marah, tersinggung, mutung dan hati yang berlimpah dengan kasih, tidak pelit kasih. Maka semoga kita belajar dari hati kudus Yesus, jangan gampang baperan, jangan gampang mutung dan jangan memiliki hati yang pelit kasih. 

Dalam kesempatan ini Sr. Antonia Theresia Ingi, CM memperbaharui janji pelayanannya dengan mengucapkan janjinya di depan Altar dan disaksikan oleh seluruh umat yang hadir.

Leave a Reply


7 + 8 =