Tujuh pasang suami-istri (pasutri) menyegarkan kembali janji perkawinannya bertepatan dengan Perayaan Hari Raya Santo Petrus dan Paulus di Gereja Santo Yoseph Palembang, Minggu 29 Juni 2025 pukul 17.00 Wib yang dipimpin oleh RD. Yohanes Agung Apriyanto.
Melalui homilinya Romo Agung menyampaikan hari ini Gereja merayakan dua pilar Gereja yaitu : Santo Petrus dan Santo Paulus, dua pribadi yang berbeda tapi sama-sama dipakai oleh Tuhan untuk mewartakan Injil dan untuk membangun Gereja. Dalam bacaan Injil yang baru kita dengarkan Terjadi dialog antara Yesus dan Petrus Yesus bertanya kepada murid-muridnya : Menurut kamu siapa aku ini ? Petrus menjawab dengan lantang, Engkaulah Mesias Putra Allah yang hidup, selanjutnya Yesus menegaskan kepada Petrus bahwa Dia adalah batu karang dimana akan menjadi fondasi bagi Gereja yang akan didirikan oleh Yesus sendiri, dimana Petrus akan menerima kunci kerajaan surga.
Yang bisa kita renungkan, pertama : Tuhan Yesus menegaskan bahwa iman yang sejati adalah lahir dari pengakuan diri sendiri bukan dari apa yang ia dengarkan dari orang lain atau apa yang menjadi kesaksian orang lain tetapi sungguh-sungguh lahir dari pengalaman pribadinya akan Allah sendiri sehingga dia mempunyai keyakinan tentang Allah untuk dia akui.
Lalu yang kedua : Tuhan Yesus menjadikan Petrus sebagai batu karang atau fondasi untuk didirikan Gereja. Kita tahu bahwa Petrus adalah pribadi yang lemah bahwa Yesus pernah mengatakan kepada Petrus “enyahlah iblis” karena Petrus waktu itu mau mengelakkan ketika Yesus mengatakan akan menderita sengsara tetapi Petrus tidak setuju dan Yesus bahkan Petrus juga menyangkal Yesus tiga kali. Yang terjadi juga dalam diri Paulus yang adalah penganiaya jemaat orang-orang yang percaya kepada Kristus.
Dua pribadi ini sungguh-sungguh mengalami suatu peristiwa yang sungguh luar biasa dari Allah sendiri yang mau menegaskan bahwa, kasih Allah jauh lebih tinggi, jauh lebih besar dari kelemahan-kelemahan kita sebagai manusia. Allah sungguh mengasihi kita, kasih Allah sungguh lebih besar dibandingkan dengan kegagalan-kegagalan hidup yang seringkali kita lakukan dalam mengasihi Allah sendiri. Oleh karena itu dalam pertobatan yang dilakukan oleh Paulus dan Petrus mereka pun dipakai oleh Allah untuk mewartakan Injil, menjadi saksi-saksi Kristus dan bahkan mereka rela memberikan nyawa seutuhnya kepada Yesus sendiri demi imannya kepada Yesus. Hal ini menegaskan bagaimana Yesus sungguh-sungguh menerima pertobatan yang telah mereka lakukan dan memakai mereka yang lemah itu untuk melakukan hal yang lebih besar yakni untuk membawa warta keselamatan bagi banyak orang sehingga banyak orang akan menerima rahmat keselamatan itu sendiri.
Hari ini di Paroki kita juga bersama-sama merayakan syukur bersama tujuh pasangan yang akan melakukan penyegaran janji perkawinan. Dalam Sakramen Perkawinan, janji perkawinan itu hanya diucapkan sekali seumur hidup dan sifatnya unitas dan indisolubilitas (satu dan tak terceraikan) namun seringkali bahwa dalam perjalanan perkawinan itu banyak dinamika yang dihadapi. Banyak situasi yang dialami sehingga mungkin menggerus janji yang sudah diikrarkan waktu itu untuk setia, juga mungkin dengan kesibukan dengan peristiwa-peristiwa hidup, maka untuk menyegarkan janji itu sangat penting.
Saat ini kita saksikan kepada tujuh pasangan dan saya yakin bahwa ungkapan kasih sayang yang mereka ungkapkan pasti juga baru ketika mereka menikah. Maka saya minta kepada tujuh pasangan ini silahkan saling menatap pasangan masing-masing lalu mengatakan aku sayang kamu. Saya yakin bahwa ungkapan itu sangat jarang disampaikan dalam keluarga anda atau bahkan ketika tidur bersama, berdua pun kata-kata itu juga sangat sulit disampaikan. Maka pada kesempatan hari ini, pada momen yang penting dan istimewa anda berdua masing-masing akan menyegarkan kembali janji perkawinan yang telah di ucapkan dulu, maka kiranya bahwa penyegaran ini mengingatkan dan menjadi rekonsiliasi bagi anda secara pribadi dan kepada pasangan untuk kembali menyatakan bahwa anda sungguh-sungguh menyayangi pasangan anda, istri, suami anda bukan istri lain atau suami yang lain tetapi pasangan anda.
Penyegaran ini mau mengajak anda secara khusus, juga yang ingin memperbaharui, menyegarkan janji perkawinannya atau ulang tahun perkawinannya, bahwa penyegaran ini akan menjadi suatu momen yang istimewa bagi anda untuk kembali menyatakan bahwa anda sungguh sayang kepada pasangan. Hal ini juga mau menyatakan akan janji yang telah Anda ikrarkan itu untuk disegarkan kembali, untuk dibangkitkan , dinyatakan, diungkapkan kembali dan sekaligus bahwa momen ini menjadi sarana bagi anda semua, bagi pasangan anda masing-masing untuk menjadi rekonsiliasi, untuk saling memaafkan satu dengan yang lain.
Mungkin salah satu ataupun dua-duanya saling marah-marahan dan lain sebagainya, masih simpan rasa jengkel dan lain sebagainya maka pada kesempatan ini menjadi tanda rekonsiliasi antara anda berdua untuk saling mengasihi, saling menyayangi dan mengingat kembali janji yang telah anda ikrarkan di hadapan Tuhan. Semoga pasangan-pasangan yang saat ini telah menyegarkan kembali janji perkawinan mereka juga menjadi saksi, akan kesaksian iman mereka. Panggilan menikah, panggilan hidup perkawinan adalah panggilan yang suci, panggilan yang kudus dan harus dipertahankan seumur hidup dan mereka saat ini menjadi saksi bagi kita semua akan saksi iman, saksi dalam iman kekatolikan kita.
Mari kita melalui perayaan ini kembali memperbaharui iman kita, mari kita semakin mencintai Yesus dalam kehidupan kita, semakin beriman kepadanya bukan karena mendengar perkataan orang lain, mendengar kesaksian orang lain tetapi karena kita sungguh menyaksikan dan merasakan akan kehadiran Kristus dalam diri kita, sehingga kita sungguh semakin mengenal Khristus di dalam hidup kita. Mari kita juga belajar dari kedua rasul yang kita rayakan hari ini agar kita di tengah kelemahan dan dosa-dosa, kita bertobat di hadapan Tuhan dan kita percaya bahwa Tuhan akan menerima pertobatan kita.
Tuhan akan memakai dalam diri kita kelemahan-kelemahan untuk menjadi sarana keselamatan ataupun menjadi jalan penuntun bagi yang lain untuk membagikan warta Injil, warta sukacita dan juga berkat bagi sesama. Tuhan ingin agar kita semua sungguh-sungguh melakukan dan juga menghidupi panggilan kita masing-masing sehingga kita dalam kehidupan sehari-hari mampu untuk menjadi penuntun dalam menapaki jalan keselamatan yang telah Tuhan berikan kepada kita semua.
Upacara penyegaran janji perkawinan diawali dengan pemanggilan nama-nama pasutri untuk maju kedepan Altar oleh Romo Agung. Kemudian mereka mengucapkan janji perkawinannya di hadapan Tuhan dan umat yang hadir. Setelah itu Romo Agung memberkati mereka dan memerciki dengan air suci serta memberikan setangkai bunga mawar.
Nama-nama pasutri yang merayakan ulang tahun perkawinan bulan Juni 2025
1. Theo Julius & Elisabeth Gracia Moi Ling (Lingkungan Santo Frasiskus Xaverius), HUT Perkawinan ke 14, Tgl. 05 Juni 2011
2. Robertus Nugroho & Made Ari Wulandari (Lingkungan Santo Kristoforus Martir), HUT Perkawinan ke 21, Tgl. 11 Juni 2004
3. Yohanes Suriyani Angkasaria & Fransiska Maria Kho Hwie Lian (Lingkungan Santa Lucia), HUT Perkawinan ke 29, Tgl. 16 Juni 1996
4. Paulus Liu Sin Ten & Bernadeta Tjen Siat Djie (Lingkungan Santo Titus), HUT Perkawinan ke 60, Tgl. 25 Juni 1965
5. Yacobus Salesius Suprihadi & Christiana Tri Ambar Susilowati (Lingkungan Emmanuel 1), HUT Perkawinan ke 36, Tgl. 26 Juni 1989
6. Fransiskus De Sales Billy Jaya & Laurentia Maria Elizabeth (Lingkungan Santo Titus), HUT Perkawinan ke 22, Tgl. 28 Juni 2003
7. Yohanes Ngatiyo & Margaretha Sumaryati (Lingkungan Santo Theodorus), HUT Perkawinan ke 17, Tgl. 29 Juni 2008







