Uskup Agung Palembang, Yohanes Harun Yuwono dan Sr. Maria Patricia, FCh sebagai Pemimpin Umum membuka selubung Logo yang menandai rangkaian acara menuju seratus tahun Kongregasi Santo Fransiskus Charitas di Indonesia, Rabu 9 Juli 2025 di halaman Gereja Santo Yoseph Palembang.
Ketua Panitia Sr. Maria Albertin, FCh mengatakan acara Launching hari ini adalah tanda bahwa kita sedang memulai sebuah rangkaian perjalanan spiritual dan sosial yang besar menuju perayaan satu abad karya cinta kasih Suster Charitas di Indonesia. Seratus tahun ini juga bukan hanya kehadiran para Suster di Indonesia, karena ketika lima misionaris datang, mereka juga langsung berkarya di karya kesehatan yang sudah disiapkan oleh Pastor Misionaris, SCJ sehingga seratus tahun ini juga dirayakan oleh karya kesehatan khususnya Charitas Hospital Palembang. Di acara ini juga akan launching Logo dan Theme Song seratus tahun Suster Charitas di Indonesia, sebagai gambaran dan simbol penghayatan serta perjuangan para suster untuk meneruskan misi Suster Misionaris Charitas di Indonesia.
Seratus tahun merupakan tonggak penting ini adalah masa untuk menghargai sejarah, merayakan warisan dan menyusun arah baru. Melalui acara ini kami ingin mengajak semua pihak untuk kembali menyegarkan semangat pelayanan yang telah diwarisan oleh para pendiri dan pendamping kita, semangat yang penuh cinta keikhlasan dan keberpihakan kepada sesama khususnya yang kecil, lemah miskin dan tersingkir. Tuhan mengirim begitu banyak orang untuk membantu karya misi ini sampai bisa berkarya hingga menjelang seratus tahun, karya Charitas di Indonesia juga di Belanda, Suriname dan akan merambah karya baru di Mississippi, Amerika Serikat. Pihak-pihak ini baik dari Gereja, pemerintah dan pihak-pihak terkait tentunya umat Allah yang ada di Keuskupan Agung Palembang serta Keuskupan-Keuskupan yang ada karya Suster Chritas.
Rangkaian kegiatan menuju seratus tahun tidak berhenti di sini, rangkaian ini akan menjadi pembuka dari berbagai kegiatan spiritual sosial, aksi kemanusiaan, aksi ekologi, edukasi dan reflektif, yang akan melibatkan banyak pihak dari berbagai pendidikan, rumah sakit, komunitas, karya sosial, umat Allah hingga masyarakat luas. Dengan misi ini juga, kami bersama-sama bersyukur karena masih menerima berkat yang berlimpah, karena Tuhan selalu memberkati para Suster dan memberkati semua karya-karya yang dipercayakannya. Mari kita bersama-sama memulai untuk acara menjelang seratus tahun Kongregasi FCh dan juga Charitas Hospital Palembang, untuk semakin giat melayani. Charitas hadir untuk Indonesia, Charitas hadir untuk dunia dan kita hadir untuk semuanya.
Sementara itu Pemimpin Umum Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas, Sr. Maria Patricia FCh, menekankan bahwa seratus tahun tidaklah mungkin ada, tanpa hari pertama, 99 tahun yang lalu, lima Suster Misionaris mengawali kehadiran dan karyanya Indonesia oleh karena itu kita bersyukur bahwa kita generasi yang sekarang ini boleh tinggal bersama, mengecap, menikmati, merasakan, mengalami begitu besar kasih Allah, karunia Allah, penyertaan Allah kepada Kongregasi kami, seratus tahun tidak ada artinya tanpa kehadiran yang satu. Kongregasi kami hadir yang menjadi bagian dari Gereja, tinggal bersama di dalam Gereja dan bersama dengan Gereja. Para Suster yang telah mendahului, menjadi inspirasi bagi kami untuk melakukan semua kesaksian hidup nyata, melalui doa-doa persaudaraan, juga peutusan sehari-hari, oleh karena itu tema yang akan kita usung adalah “Berbuah, berakar dan berbuah dengan sukacita”.
Peringatan 99 tahun maupun seratus tahun, kegiatan sepanjang tahun tidak akan ada artinya kalau tidak dibalut dengan rasa syukur, rasa cinta yang mendalam. Oleh karena itu sudah saatnya kita mendalamkan akar kita kepada Kristus sendiri, kita mempanjangkan akar kita kepada spiritualitas pendiri kita, sehingga pertumbuhan, perkembangan Kongregasi kita makin kokoh, angin badai, tantangan, rintangan tidak menyuruhkan semangat kita, semangat cinta kasih yang kita terima dari Muder Theresia Salmakers. Oleh karena itu mari kita menguatkan akar kita, akar rohani kita, akar jiwa kita, akar hati nurani kita supaya kita makin kuat, melayani Tuhan di dalam Gereja melalui Gereja dan bersama Gereja. Semoga kita juga makin berbuah dan buah-buah yang kita hasilkan dari perjalanan hati, melalui persaudaraan, doa-doa serta perutusan kita, dapat dialami, dirasakan oleh semakin banyak orang karena kuasa Tuhan menyertai kita.
Terima kasih para Suster pendahulu, terima kasih Suster-Suster yang saat ini masih hidup, para Suster lansia baik yang hadir di tempat ini maupun yang tidak ada di Komunitas, baik yang sehat, maupun yang sedang menderita sakit karena kerapuhan fisiknya. Adanya kami ini sekarang, justru karena para Suster telah mengawali, telah memulai dan pada malam hari ini ada begitu banyak sukacita di surga, Muder Theresia dan para Suster pendahulu kita, bersuka cita menyaksikan kita begitu bersemangat, tetapi akan lebih bersuka cita lagi kalau kita makin tangguh, makin kuat makin ulet dan makin rendah hati. Terima kasih untuk semuanya dan kami sadar kehadiran kami di dalam Gereja, di tengah Gereja terutama di Keuskupan-Keusupan yang para Suster kami hadir dan di Keusupan Agung Palembang dulu telah dimulai pertama kali .
Acara ramah tamah juga diisi santap malam bersama dan penampilan Tari Seleded Pong yang dibawakan oleh TK Tegal Sari, Tari Laskar Tani oleh Novid 1, Tari Balet Novis 2 dan Tari Manggarai oleh Postulan.




