Paduan Suara Campuran Colours Choir (CC) dari Palembang, Sumatera Selatan kembali menorehkan prestasi terbaiknya dan meraih penghargaan dua medali emas sebagai : The Winner of Mixed Choir Category dan Folksong dalam 5th International Bandung Choral Festival 2025 (IBCF), 9-12 Oktober 2025 di Bandung. Persiapan yang dilakukan sejak bulan April 2025 dengan audisi dua tahap berhasil mendapatkan 36 anggota untuk mengikuti Festival IBCF di Bandung.
Flora Monika Gozali, ST, M.Sn (Lala Gozali) sebagai pendiri Colorus Choir setelah meraih penghargaan memberikan komentarnya, “ Ini adalah jalur langit, semua berkat Tuhan, yes ini target tapi lawannya berat”. Untuk kategori Mixed lawannya 7 dari universitas ” yang keren” dan kebanyakan pernah lomba ke luar negeri, kalau kategori Folklore lawannya dari Korea serta dari banyak daerah yang sudah biasa menjadi juara dan bagus semua.
Dalam Festival IBCF, lagu yang dibawakan untuk kategori Mixed Choir, yaitu : Kisah Penciptaan dari Kitab Kejadian, Berjudul Pada Mulanya dan Hentakan Jiwa , keduanya karya Ken Steven, composer ternama. Kategori lagu Folklore : Melati Karangan (lagu daerah Sumatera Selatan dengan aransemen Lala Gozali) dan Benggong (lagu daerah Manggarai dengan aransemen Ken Steven). Sementara untuk lagu Grandprix : Gayatri (lagu Hindu) dan Pada Mulanya.
Tantangan yang dihadapi CC adalah mencari anggota yang mau belajar, konsisten dan berintegritas. Harapan kedepannya CC terus mengucap syukur dan rendah hati, serta banyak padus di Palembang menjadi maju dengan rajin meng upgrade diri dan belajar, terutama padus gereja, karena untuk Tuhan jangan asal-asalan harus latihan dan latihan agar menjadi berkat bagi semua yang mendengarkan. Untuk kegiatan tahun depan sudah ada agenda yang dipersiapakan sesuai program Colours Choir, yaitu : Palembang Choral Exhibition (kali ini dibuka untuk Nasional) dan kembali mensupport program Pesparani Sumsel.
PS. Colours Choir yang didirikan oleh Flora Monika Gozali, ST, M.Sn (Lala Gozali) yang juga sejak awal merangkap pelatih dan music director, pada tanggal 17 Desember 2004. Paduan suara ini dibawah naungan Keuskupan Agung Palembang karena landasan, dasarnya serta misinya sesuai dg ajaran iman Katolik akan tetapi pada akhirnya menjadi paduan suara yg juga terbuka untuk umum karena berkurangnya anggota anak muda Katolik yang mau bergabung. Alasan didirikannya paduan suara yg telah berusia 21 tahun ini karena keinginan untuk mempunyai paduan suara orang muda Katolik yang berkualitas dan mumpuni kalau tugas tidak ala kadarnya, mau tugas baru latihan. Ternyata banyak perbendaharaan lagu Katolik yang juga bagus-bagus, bisa digali dan setiap tugas bisa dibawakan, sehingga menggugah serta menggetarkan hati umat ketika mendengarkan kita bernyanyi. Untuk jumlah anggotanya saat ini sebanyak 60 an orang dan yang aktif sekitar 40 orang. Dengan ketua Maria Odilia, divisi pelatihan Lala Gozali sendiri bersama Ivan Sinaga, Odilia, Rimaraay, dan Dian.
Colours Choir artinya berwarna-warni, beragam latar belakang, dan suatu hari kelak pernah punya impian membawa “warna” bukan hanya sebagai paduan suara Katolik tetapi bisa membawa warna berbeda bagi kehidupan berkesenian di daerah Sumatera Selatan. Sejak pertama berdiri sudah ikut beberapa lomba, puji Tuhan, di Palembang juga pernah juara satu. Lalu Tahun 2017 meraih penghargaan empat medali emas dalam Bali International Choir Festival (BICF) dan The Winner of Music Religion Category yang diikuti 13 negara. Kemudian tahun 2019 dalam Singapura International Choir Festival di Esplenade mendapatkan dua medali emas untuk kategori Musica Sacra dan Folksong serta masuk babak Grand Prix.
Colours Choir konsisten, stabil dalam melatih anggotanya, sehingga hasil dan proses itu membuahkan hasil yang baik dan maksimal. Intinya kedepan ingin tetap menjadi paduan suara yang terus berkembang, berproses, bahkan sampai ikut kompetisi-kompetisi di Eropa.
Sementara untuk juara yang paling berkesan sebenarnya adalah menjadi juara yang sekarang karena itu diluar prediksi. Dengan persaingan yang cukup ketat dan juri yang nilainya juga ketat sehingga sama sekali tidak berani berharap sebagai The First Winner , dan mendapat Gold saja sudah bersyukur, tiba-tiba sama Tuhan dikasih sebagai Winner of Category. Kami sampai tidak menyiapkan lagu buat Grand Prix, bahkan kami tidak latihan dan benar-benar tidak menyangka. Dan tantangannya yang kali ini luar biasa karena dari proses audisi kita kesulitan mendapatkan anggota , sehingga kita akhirnya membuka untuk umum dan bagi yang Katolik tetap melakukan pelayanan.
Selain untuk melihat dan mengukur kualitasnya, Colours Choir mengikuti berbagai kompetisi juga sebagai ajang untuk mencari ilmu. Dalam kompetisi kita berproses dengan mengundang para ahli, dan kali ini kita mengadakan tiga kali masterclass bersama para expert Joseph Kristanto Pantioso, Inggrid dan Agustinus Bambang Jusana. Lalu setiba di Bandung juga mendapatkan 1sesi sentuhan dari para pelatih ternama Nicholas Rio, Roni Sugiarto dan Luciana Oendoen.




