Mari Menghidupi Rosario Agar Menjadi Tanda Butir Kasih Dalam Hidup Kita

November 1, 2025
Mari Menghidupi Rosario Agar Menjadi Tanda  Butir Kasih Dalam Hidup Kita

Umat Paroki Santo Yoseph Palembang menutup rangkaian bulan Rosario dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Dionisius Anton Liberto, Jumat 31 Oktober 2025 diawali dengan doa rosario bersama pukul 17.30 Wib. Kemudian Romo Liberto juga mendupai Altar dan patung Bunda Maria.

Melalui homilinya Romo Liberto meningatkan, Yesus mau mengajarkan kepada kita  bahwa kasih itu harus senantiasa  menjadi pusat dari hukum dan doa-doa kita. Kasih adalah pusatnya bahwa doa dan hukum Tuhan itu harus berbuah dalam kasih.  Selama sebulan penuh mungkin tidak semua tapi ada yang berdoa rosario terus setiap hari, merenungkan misteri kehidupan Yesus bersama dengan Bunda Maria, maka kalau dihitung nungkin ribuan kali mendaraskan salam Maria.

Tetapi tentu yang lebih penting, apakah doa itu membuat hati kita itu semakin penuh kasih seperti Bunda Maria, maka kita diajak meneladan Bunda Maria yang tidak pernah memilih hari yang baik untuk berbuat kasih, untuk berbuat baik.  Semoga doa rosario yang kita doakan sungguh menumbuhkan dalam diri kita hati yang peka, hati yang juga sabar ,  penuh kerendahan hati seperti Bunda Maria dan murah hati, bukan sekedar bibir yang rajin mendaraskan, mendoakan salam Maria.  Tentu itu baik  tetapi juga semoga berbuah, menumbuhkan dalam diri kit, hati yang penuh kasih, hati yang penuh rendah hati seperti Bunda Maria. 

Pada hari ini  kita menutup bulan rosario dalam Perayaan Ekaristi tapi bukan berarti kita berhenti mendaraskan doa rosario, kita justru diundang untuk menghidupi rosario itu supaya  menjadi dalam tanda  butir-butir kasih dalam hidup kita sehari-hari, di tengah keluarga dan di tengah masyarakat.  Butir-butir salam Maria tadi menjadi butir-butir kasih yang nyata dalam hidup kita sehari-hari, di tengah keluarga kita masing-masing dan masyarakat dimana kita berada.

Dalam kesempatan ini Romo Liberto juga membakar kertas ujud-ujud doa umat Paroki Santo Yoseph Palembang. Selain itu selama satu bulan penuh umat juga diajak untuk berdoa rosario bersama di Taman Maria Bunda Hati Kudus Yesus yang terletak di belakang Gereja Santo Yoseph Palembang yang berasal dari perwakilan Wilayah/Lingkungan, Kelompok Kategorial dan Devosan.

Leave a Reply


3 + 1 =