Palembang – Seusai pelantikan Pengurus Lingkungan Santo Fransiskus Assisi dan Lingkungan Santo Fransiskus Xaverius periode 2026-2029 dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo, Rabu 4 Februari 2026 pukul 19.00 di Kapel Santa Faustina Paroki Santo Yoseph Palembang, acara dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan dan ramah tamah bersama.
Ketua Lingkungan Santo Fransiskus Assisi, Albertus Acil Jauhari dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih karena diberi kepercayaan untuk mengurus Lingkungan Fransiskus Assisi dan untuk Pengurus yang terpilih, aku ingat kalimat Yesus, jika ada diantara kalian yang ingin menjadi pemimpin, hendaklah ia menjadi pelayanmu, jadi kita diangkat untuk jadi pelayan.
Kemudian Theo Julius sebagai Ketua Lingkungan Santo Fransiskus Xaverius juga berterima kasih karena diberi kepercayaan untuk menjadi Pengurus Lingkungan Santo Fransiskus Xaverius dan berharap ada yang menggantikan saya juga menjadi pengurus berikutnya. Saya yakin dengan bacaan dari Injil Yohannes 15-16, yang berbunyi, “ Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi menghasilkan buah dan buah-buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta pada Bapa, dalam nama Aku diberikannya kepadamu.” Saya berpikir Tuhan yang memilih saya untuk menjalani tugas ini dan saya jalani saja, apa yang saya sanggup dan saya mohon doa juga dari Tuhan.
Sementara itu mewakili DPP Santo Yoseph Palembang, Ambrosius Anto Suprihanti menyampaikan terima kasih kepada Pengurus yang lama atas segala hal yang sudah diberikan, sudah didedikasikan untuk Lingkungan, Gereja Paroki Santo Yoseph Palembang karena bagaimanapun juga, anda dipilih untuk melayani Gereja di tempat ini, terutama di Lingkungan Anda masing-masing. Lalu profisiat juga untuk Pengurus yang baru, jangan takut, Tuhan menyertai dan umat di Lingkungan pasti juga mendukung. Meski tadi disampaikan oleh Romo, biasa dalam hidup ini ada lubang-lubang kecil menjadi kritik, tapi sejauh itu kita manfaatkan sebagai masukan yang baik, tidak ada masalah. Anda sebagai Pengurus pasti punya kekhasan masing-masing, jadi setiap orang itu punya zamannya dan setiap zaman itu punya orangnya, terus bergulir, berjalan sesuai dengan kondisi yang ada, jadi kita tidak bisa menyamakan dulu dengan sekarang.
Meskipun kita perhatikan tadi bahwa Pengurus lama itu Ketuanya yang lama melanjutkan, tapi yakinlah bahwa dalam setiap periode, setiap masa itu ada yang berbeda. Artinya bahwa setiap waktu, setiap zaman, setiap saat itu ada warna tersendiri, ada tekanan-tekanan dan nilai-nilai positif tersendiri, juga ada sesuatu yang kurang. Sekali lagi, kita jalan terus, jangan takut, jangan cemas, karena semua akan berjalan memang sesuai dengan tuntutan yang ada dan yang lebih penting adalah kita siap untuk diutus, siap juga untuk selalu mohon rahmat Tuhan, karena Tuhan tidak henti-hentinya memberikan rahmat kekuatan atas apa yang kita butuhkan.
Pengurus Lingkungan itu adalah ujung tombaknya Gereja, karena yang paling tahu dan paling dekat dengan kondisi Lingkungannya. Jadi Pengurus Lingkungan penting sekali dan anda bukan main-main, dipilih untuk melakukan hal-hal yang Tuhan kehendaki. Tuhan butuh tangan-tangan kita, perpanjangan tangan, ini penting disadari bagi para Pengurus Lingkungan. Kalau ditawari jangan berpikir siapa yang menawari tapi pikirkan bahwa yang menawari anda adalah Tuhan sendiri. Semoga kedepan para Pengurus Lingkungan menjadi semakin bersemangat dan yakin bahwa anda benar-benar menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk bersama-sama umat di Lingkungan anda untuk maju terutama dalam pengembangan iman.
Kami dari DPP mengucapkan terima kasih dan profisiat untuk Pengurus yang baru dan mohon maaf apabila kadang-kadang kurang pas, kurang memenuhi harapan umat di Lingkungan, kami akan berusaha sekuat tenaga bersama-sama dengan teman-teman di DPP untuk merencanakan dan melaksanakan apa yang menjadi harapan dari umat, ini memang komitmen kami. Tapi kita berkeyakinan, kita maju bersama dan Tuhan memberkati maka akan sampai kepada apa yang benar-benar menjadi harapan dan cita-cita kita.
Dalam pengarahannya Romo Gono mengatakan, kita patut bersyukur pada Tuhan dimana proses hari ini dan kita dikumpulkan dalam Ekaristi bersama untuk menimba kekuatan baru, menimba semangat baru, menimba makanan rohani yang Tuhan berikan untuk kita. Profisiat untuk para Pengurus yang baru baik dari Lingkungan Santo Fransiskus Assisi dan Lingkungan Santo Fransiskus Xaverius, semoga Pengurus yang baru semakin bersemangat, semakin bersatu dan semakin mewujudkan apa yang menjadi harapan Yesus pada kita, semoga semuanya bersatu.
Tahun ini adalah Tahun Devosional, “Berdoa dan Berjaga” umat diajak untuk semakin banyak berdoa dan berjaga-jaga, itulah tema yang kita renungkan sepanjang Tahun Devosi. Saya sangat senang dan mengapresiasi bahwa Lingkungan yang ada di Cinde itu ada Fransiskus Assisi, Fransiskus Xaverius, Aloysius, Regina dan yang lainnya hampir setiap bulan itu ada Misa Lingkungan, kadang malah lebih dari satu kali artinya bahwa umat sungguh merasakan bahwa Perayaan Ekaristi itu menjadi kebutuhan dalam hidup kita, maka lanjutkanlah yang baik, sekurang-kurangnya di Lingkungan itu ada Misa Lingkungan selain ada Misa Ujud.
Untuk pelantikan OMK Wilayah saya ingin meluruskan saja, Romo tidak pernah melantik OMK Wilayah tetapi OMK Paroki namanya kita satu yaitu : OMK Paroki. OMK Paroki tinggal di Wilayah jadi tidak berdiri sendiri, maka dalam waktu dekat nanti ada pelantikan Pengurus OMK Paroki. Maka di Lingkungan dan Wilayah menjadi satu bagian nanti di OMK Parok, ada Wilayah 1, Wilayah 2, Wilayah 3 sampai dengan wilayah 13, semua masuk dalam kepengurusan Paroki. Maka itulah yang nanti akan dilantik secara resmi oleh DPP, jadi OMK Paroki bukan OMK Wilayah atau OMK Lingkungan, karena satu payungnya adalah OMK Paroki.
Nanti nama-nama yang kemarin itu dikirimkan nanti akan dimasukkan juga dalam kepengurusan OMK Paroki dan itulah yang menganimasi di Wilayah yang teman-teman kita di OMK, karena tidak mungkin setiap pertemuan itu harus dilakukan di Paroki. Maka pertemuan OMK bisa di Wilayah masing-masing, nanti Pengurus Paroki akan datang berkunjung dan sebagainya supaya tidak ada pemetaan-pemetaan atau kotak-kotak tapi kita semua satu. Sama dengan Misdinar dan Remaka, itu satu, tidak ada kotak-kotak kecuali Stasi Hilarius berbeda memang secara hukum Gereja mereka sudah ditentukan menjadi Stasi maka kepengurusan semuanya sudah mandiri.






