Palembang – Seusai pembukaan Kongres II Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi KAPal, 173 peserta diajak untuk berdinamika bersama di Aula Agustinus Rumah Retret Giri Nugraha Palembang, Jumat 27 Februari 2026 pukul 16.30 Wib. Tema Kongres II KKKI : “Resolusi Identitas Devosan Kerahiman Ilahi” dengan pemateri yang terlibat dalam selama tiga hari, yaitu : Romo Gunadi (Jalan Salib, Doa Koronka dan Spirit Mengandalkan Tuhan), Romo Albertus Joni, SCJ (Makna Batin Devosi) dan Romo Elis Handoko, SCJ (Spirit Belas Kasih dan Diutus menjadi Rasul Kerahiman).
Dalam sambutannya Petrus Sukino, Moderator Devosional KAPal mengatakan, secara kebetulan tahun ini Tahun Devosi dan Kelompok Kerahiman Ilahi adalah yang pertama mengadakan kegiatan tingkat Keuskupan. Ada lima Dekanat yang hadir, maka kami sangat mengapresiasi, mendukung kegiatan Kongres. Saya mengajak di Tahun Devosi ini Kelompok Kerahiman Ilahi baik yang di Keuskupan maupun di Dekanat, semoga apa yang sudah tumbuh, mulai tumbuh di Dekanat-Dekanat kita semakin subur, artinya : Kerahiman Ilahi semakin dikenal oleh banyak umat sehingga ini salah satu Devosi yang digemari oleh umat kita.
Devosi memang harapannya selain kita bertekun dalam doa, dalam perjumpaan seperti hari ini, tetapi saya berharap bahwa kita juga bukan hanya sebagai pendoa tetapi juga menjadi wakil-wakil Tuhan untuk menunjukkan kerahiman kita kepada sesama. Kalau kita perhatikan bahwa sekarang banyak orang yang “terluka”, entah karena disakiti oleh sesamanya, mungkin relasi dalam keluarga yang tidak harmonis, mungkin relasi dengan orang tua dan anak dan sebaliknya, banyak orang yang terluka dan banyak orang yang sakit maka membutuhkan pengampunan.
Semoga kita adalah juga Rasul Kerahiman dalam keluarga, dalam komunitas dan dimana kita berada sehingga kelompok Devosi bukan hanya muncul atau tampil saat kegiatan seperti ini tapi mewarnai dalam kehidupan kita sehari-hari. Profisiat untuk kelompok Devosi Kerahimann Ilahi yang mengadakan Kongres yang kedua, semoga berjalan lancar dan juga membawa sukacita serta semakin menyemarakkan Kelompok Devosi terutama Kerahiman Ilahi di seluruh wilayah Keuskupan Agung Palembang.
Kemudian Moderator Nasional KKKI, RD. Yosef Somar dalam pesannya melalui video mengatakan, saya terima kasih sekali dengan judul Kongres II : “Resolusi Identitas Devosan Kerahiman Ilahi”. Setelah kita mendapat resolusi maka identitas kita itu harus terus diajarkan, dibicarakan, dihayati dan didoakan. Identitas Devosan Kerahiman Ilahi menurut saya harus ada di dalam identitas Allah sendiri. Apalagi identitas Allah adalah kasih, kepemilikan Allah dan kasih Allah tidak pernah habis dan tidak pernah berlebih di antara Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus, di dalam Tritunggal Mahakudus.
Dalam peristiwa seluruh kehidupan Yesus, kasih yang bergerak itu adalah identitas Allah dan kalau kita berada pada identitas Allah maka identitas Devosi Kerahiman adalah kasih yang bergerak. Nama dari kasih yang bergerak itu adalah budaya peduli, budaya berbagi dan budaya berbela rasa. Jadi menurut pendapat saya identitas Devosan Kerahiman Ilahi iman adalah satu darah iman yang memiliki konsep Transcendency, yaitu : stop fokus pada diri dan kita belajar fokus pada orang lain, Itu adalah kasih yang bergerak imannya. Semoga dapat menyebarkan dalam Kongres dan menemukan banyak sekali pendapat-pendapat dan kisah-kisah yang menarik.
Tak lupa Mgr. Yohanes Harus Yuwono, Uskup Agung Palembang dalam pesan videonya menyampaikan, pada tanggal 27 Februari sampai 1 Maret 2026, Devosan Kerahiman Ilahi akan mengadakan Kongres. Kongres ini luar biasa akan dihadiri oleh 170 an orang dari perwakilan 5 Dekanat. Saya berharap Kongres Kerahiman Ilahi yang kedua di Keuskupan kita ini akan sungguh-sungguh mencerahkan anda sekalian dan kita semua kepada Allah, olah kesalehan ini semoga menjadikan kita hidup saleh.
Sementara itu Romo Hans Rettob, MSC selaku Moderator Komunitas Kerasulan Kerahima Ilahi KAPal dalam refleksinya mengingatkan, Kongres yang kedua diadakan pada hari ini, setelah Devosi Kerahiman Ilahi menyebar di Keuskupan Agung Palembang, selama 18 Tahun. Mulai di Dekanat Palembang dan juga di Jambi, pada tahun 2008 oleh Romo Tarsis di Palembang mengawali dari Santo Yoseph. Devosan adalah orang-orang yang membangun relasi personal dengan Tuhan. Devosi adalah olah kesalehan pribadi, setelah diolah kesalehan pribadi itu menjadi gerakan yang membentuk sebuah Komunitas. Jadi pertama-tama adalah pribadi-pribadi yang merasa, dia ingin membangun sebuah relasi pribadi dengan Tuhan, tinggal dan berakar di dalam Tuhan. Kita perlu membuat sebuah resolusi tentang identitas, Devosi itu sendiri , sebuah kesadaran baru.
Devosan Kerahiman Ilahi sudah menyebar ada 38 Paroki di Keuskupan kita, salah satu kelompok besar di Keuskupan Agung Palembang. Semua Paroki sudah dikunjungi dan hari ini dua Paroki tidak sempat hadir karena berbagai macam kendala. Jadi ada 10 Paroki dari 38 Paroki yang belum hadir disini hanya ada 28 perwakilan saja. Terima kasih banyak sekali lagi kita sudah menyebar cukup luas tetapi persoalannya bukan sekedar kita hadir tapi apa arti dari kehadiran kita bagi Gereja lokal dan bagi masyarakat, itu yang sangat penting. Terlalu sedikit 18 tahun sudah duduk sujud dan menghitung butir-butir koronka.
Kita datang kepada Tuhan, meminta, memohon dan menerima, begitu banyak kasih dan rahmat dari Tuhan, kita tidak sampai disitu. Kita harus maju pada fase kedua menjadi tanda belas kasih bagi duni, itulah tahapan saat ini yang harus kita lakukan, tingkat identitas kita. Kita sibuk dengan Koronka, Jatire, Novena dan lain sebagainya tetapi Tuhan bilang itu tidak cukup, “ Aku mau kamu menjadi wajah belas kasih, menjadi cermin belas kasih bagi dunia, itu yang Tuhan mau. Kita harus bongkar tembok rumah doa kita, kita mesti keluar dari tembok rumah doa, keluar dunia bersama, dunia yang sedang sakit dan sedang menjerit. Yang perlu kita resolusi ini adalah identitas kita sebagai Devosan, yang suka aman dan nyaman di dalam ruang doa dan dalam kelompok-kelompok doa, buat resolusi dan kesepakatan bersama untuk menjadi wajah belas kasih Tuhan.







