Palembang – Sebanyak 173 Devosan Kerasulan Kerahiman Ilahi KAPal (Keuskupan Agung Palembang) mengikuti Kongres II selama tiga hari mulai Jumat 27 Februari 2026 sampai Minggu 1 Maret 2026 di Rumah Retret Giri Nugrah Palembang yang dibuka secara resmi oleh Mgr. Emeritus Aloysius Sudarso, SCJ dengan pemukulan gong seusai Perayaan Ekaristi, Jumat 27 Februari 2026. Perayaan Ekaristi diawali dengan perarakan perwakilan peserta Kongres II KKKI dengan membawa vandel.
Dalam homilinya Mgr. Emeritus Aloysius Sudarso mengatakan, Kerahiman Allah itu sendiri melebihi daripada kemampuan kita, melebihi daripada kesalahan-kesalahan hidup kita. Dia turun menjadi manusia seperti kita, agar kita dalam perjalanan hidup ini, dalam penderitaan, dalam ketidakpantasan ini, masih dapat dikuatkan oleh Allah sendiri untuk sampai kepadanya pada akhir hidup kita. Maka kerahiman tidak lain adalah masuk dalam hidup Allah sendiri yang diberikan bukan karena tuntutan kita, bukan bisa diberikan karena kita mengumpulkan segala kebaikan kita, tetapi karena Allah itu memang rahim.
Kerahiman adalah kasih Allah, Allah itu sifatnya adalah memberi, mengasihi dan memang kita menerima apa saja di dunia ini untuk hidup, untuk berbahagia, utamanya yang diberikan kepada manusia adalah hidup. Hidup yang memang akan berakhir dengan kematian dan kematian sudah dikalahkan oleh Yesus yang bangkit. Kebangkitan adalah kebangkitan kita manusia, karena Allah telah menjadi manusia seperti kita. Pengalaman kerahiman inilah yang sebelumnya setiap saat harus kita sadari dan Santa Faustina sangat merasakan serta merenungkan itu, Allah yang rahim.
Devosi kita kepada Kerahiman Ilahi harus betul mengantar kita untuk berelasi dengan Tuhan sendiri dan sesama. Kita beragama, berdevosi karena kita mau berelasi dengan Tuhan sendiri oleh karena itu kita berharap bahwa devosi kepada Kerahiman Ilahi juga harus membantu relasi kita dengan sesama terutama sesama yang belum mengenal Yesus, sesama yang sekarang banyak dalam penderitaan, itu yang dibuat Yesus ketika Dia hadir di dunia ini, mendekati yang menderita, yang sakit dan menyembuhkan yang sakit. Jadi memang itulah kerahiman Allah yang sebetulnya harus kita sadari, membuat kita berkembang, tumbuh dalam hati dan juga diungkapkan dalam perbuatan kepada sesama manusia. Kerasulan Kerahiman Ilahi harus diteruskan nyata dalam hidup, dalam kebersamaan kita, oleh karena itu semoga refleksi, renungan juga evaluasi terhadap penghayatan kita akan Kerahiman Ilahi.
Semoga membuat Komunitas Kerahiman Ilahi kita menjadi tanda yang hidup, menghidupkan Gereja, menghidupkan keluarga, tapi juga yang menghidupkan diri sendiri dalam menghayati iman akan Tuhan. Hati dari semua devosi dan hati dari semua agama adalah iman. Sakramen Gereja yang kita terima seperti Ekarisi adalah iman kita akan kehadirannya, kehadiran kerahiman di tengah-tengah hidup kita yang penuh penuh dosa, juga banyak tantangan dalam hidup ini, tetapi kita diharapkan juga menjadi terang. Karena kita beriman, kita menghayati kerahiman Allah di tengah-tengah kehidupan kita. Diharapkan Kongres ini akan membawa berkat bagi Gereja, bagi dunia tapi juga bagi kita bersama dengan kita bersedia untuk memperbaharui diri, dunia berubah dan tantangan-tantangan berubah. Kerasulan Kerahiman Ilahi semoga juga akan menerangi bahwa di tengah-tengah dunia ini hadir Tuhan yang Maharahim, nampak juga dalam wajah Gereja di tengah-tengah dunia ini.
Sementara itu Nurwati Suhaimi, Koordinator Komunitas Kerahiman Ilahi KAPal menjelaskan Kongres ini diikuti 173 peserta yang berasal dari lima Dekanat, yaitu : Dekanat Bengkulu (Santo Yohanes Penginjul Bengkulu), Dekanat Lubuk Linggau (Santo Mukael Tanjung Sakti, Penyelenggara Ilahi Linggau dan Santa Maria Tugumulyo), Dekanat Belitang (Santa Maria Asumpta Mojosari, Para Rasul Tegalsari, Trinitas Bangunsari, Santa Maria Tak Bernoda Tegalrejo, Petrus & Paulus Baturaja, Tugumulyo OKI dan Santo Yohanes Paulus II Bina Karsa). Dekanat Palembang (Santa Maria Ratu Rosario Seberang Ulu, HKY Indralaya, Paroki Hati Kudus, Paroki Santo Yoseph, Paroki Santo Petrus Kenten, Paroki Sanfrades, SMB Penolong Abdi Prabumulih, Paroki Katedral Santa Maria dan Paroki Santo Paulus Plaju).
Harapannya agar para Devosan Kerahiman Ilahi menjadi Rasul Kerahiman Ilahi, tidak hanya berDoa tetapi juga mencerminkan Belas Kasih dan Kerahiman Tuhan (yang selama ini dimohon melalui doa) sekarang saat ber RESOLUSI (melalui olah dari para pendampingan Kongres ini dan berproses)
mohon bimbinganNya mewujudkan dalam Perbuatan dan Perkataan di perziarahan hidup sehari hari dengan keluarga, lingkungan komunitas dan masyarakat sekitar, iInilah identitas Devosan Kerahiman yang sesungguhnya.







