Rekoleksi Bersama Umat Lingkungan Santo Titus

September 27, 2026
Rekoleksi Bersama Umat Lingkungan Santo Titus

PALEMBANG – Lingkungan Santo Titus, Paroki Santo Yoseph Palembang mengadakan kegiatan rekolesi bersama di Gedung Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang, Minggu 27 September 2026 pukul 09.00-12.00 Wib. Kegiatan diikuti kurang lebih 42 peserta dari 64 KK yang ada, mengambil tema : Membangun relasi yang lebih dekat dengan keluarga dan Tuhan, bersama narasumber : RD. Chanel Doroteus Odjan Soge.

Sri Sukati, Ketua Lingkungan Santo Titus menjelaskan tujuan rekoleksi,  kita ibarat sebuah bejana tempat mengisi air, namun bejana itu masih kosong atau belum penuh, sehingga memerlukan air baru utk memenuhi bejana tersebut. Bejana adalah diri kita sendiri, air bisa dilambangkan, iman, harapan dan kasih kita akan Yesus Kristus. Iman yang menguatkan, harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berkenan di hadapan Allah, kasih untuk keluarga, sesama dan Tuhan. Jika bejana itu terisi penuh, semoga hidup kita dapat diselamatkan. Harapannya umat Lingkungan Santo Titus, semakin bertumbuh dalam iman, pengharapan dan kasih akan Tuhan, keluarga dan sesama khususnya sehati sejiwa dalam hidup berkomunitas dalam Lingkungan Santo Titus dan semoga peserta kedepan lebih banyak lagi.

Kegiatan rekolesi selain mendengarkan materi yang disampaikan oleh Romo Chanel juga diisi dengan games, tanya jawab dan pembagian doorprize bagi yang beruntung. Selain itu juga ada pemberian kenang-kenangan untuk RD. Dionisius Anton Liberto serta tali kasih untuk RD.Chanel Doroteus Odjan Soge. Rangkaian acara rekoleksi diakhiri dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Chanel Doroteus Odjan Soge, pukul 12.15 Wib didampingi oleh RD. Dionisius Anton Liberto.

Romo Liberto lewat homilinya mengajak kita menjadi orang yang bukan hanya di mulut, tetapi juga dalam tindakan  di tengah keluarga dan Lingkungan Titus. Tuhan melihat perubahan hati, tentu tidak terpaku pada jawaban pertama kita.  Kalau kemarin kita gagal, kita mengatakan tidak, hari ini kita masih bisa berubah itulah bertobatan.  Maka bertobatan itu artinya berani mengubah tidak, menjadi iya bagi Tuhan dan tentu melalui tindakan nyata.

Jangan mencari kepentingan diri sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga, maka disinilah sebenarnya iya kepada Tuhan itu menjadi nyata, menjadi konkret ketika kita mau melayani, mengampuni, membantu, berbuat baik, memberi perhatian kepada lingkungan, tidak hanya untuk kita sendiri.  Tuhan tentu tidak membutuhkan janji besar dari kita, tetapi menantikan kasih yang sungguh-sungguh kita lakukan saat ini dan setelah ini terutama dalam dinamika kehidupan beriman di Lingkungan Titus dan di tengah keluarga kita masing-masing.

Leave a Reply


7 + 5 =