Pertemuan Seksi Devosional KAPal

October 19, 2026
Pertemuan Seksi Devosional KAPal

PALEMBANG – Menjelang berakhirnya Tahun Devosional 2026, Seksi Devosional Keuskupan Agung Palembang (KAPal) mengadakan pertemuan untuk evaluasi bersama dan mempersiapkan rencana selanjutnya, Minggu 18 Oktober 2026 di Pastoran Santo Yoseph Palembang. Acara ini diikuti Seksi Devosi Dekanat Palembang dari Paroki Sanfrades, Katedral Santa Maria, Santo Stefanus, PD. Yoseph, Warakawuri Santo Yoseph, Santo Paulus Plaju, Allah Maha Murah Pasang Surut dan Santo Yoseph Palembang.

RD. Hyginus Gono Pratowo, Deken Palembang  menyampaikan, tidak mengurangi rasa syukur bersama kita boleh melewati Tahun Devosi yang sebenarnya akan selesai, melaui pertemuan ini sekurang-kurangnya kita saling mendengarkan, berbagi pengalaman iman kita tentang devosi. Jadi ada berbagai macam devosi, yaitu : Gerakan Imam Maria, Kerahiman Ilahi, Legio Maria, Persekutuan Doa, Yoseph Tidur  dan sebagainya maka mari kita ikuti acara ini dengan baik.

Sementara itu Moderator Devosional KAPal RD. Petrus Sukino menjelaskan, memang Tahun Devosi  dalam Ardas kita akan ditutup setiap Hari Raya Kristus Raja maka tahun ini akan ditutup nanti tanggal 22 November 2026 maka  sudah  di penghujung Tahun Devosi untuk Dekanat Palembang. Kami dari Tim Devosan Keuskupan Agung Palembang ingin mengajak Bapak, Ibu, Bruder, Suster, Saudara-Saudari  mencoba melihat nanti apa yang sudah kita hidupi, kita lakukan di Tahun Devosi ini. Memang pertemuan yang kita lakukan ini berbeda ketika kami berkunjung ke Dekanat di luar Palembang, karena umat di Dekanat Palembang pada umumnya sudah mengenal kelompok-kelompok devosi yang sudah ada sementara di luar Dekanat kita  ada banyak yang belum kenal apa itu GIM,  PD dan sebagainya.

Meskipun devosi ini bisa dilakukan secara pribadi tapi juga ada yang dilakukan secara kelompok maka seperti diharapkan Bapa Uskup bahwa devosi itu  seperti suplemen bukan makanan pokok tapi juga penting. Bapa Uskup mengharapkan minimal kita masing-masing punya satu devosi, maka saya lihat  ada umat yang  anggota Legio tapi juga anggota Kerahiman  atau anggota GIM tapi juga anggota Kerahiman, diperbolehkan yang penting jangan menghabiskan waktunya untuk devosi. Kita hari ini ingin mendengarkan sharing pengalaman apa yang sudah dilakukan di Paroki masing-masing maka harapan kami yang hadir ini juga Seksi Devosi Paroki dan Bapa Uskup sudah menunjuk setiap Paroki ada, harapannya juga ada Moderator Dekanat. Misalnya : Kerahiman Ilahi, Moderatornya : Roma Hans, Moderator GIM ada Roma Lucio lalu Moderator PD yaitu : Romo Wahyu, harapannya nanti kita bersinergi supaya Devosi tidak selesai hanya tahun ini tapi untuk ke depan kita tetap melanjutkan semangat hidup kita, semangat berdevosi.

Kami mencoba juga untuk mengembangkan devosi itu misalnya setiap bulan Oktober, Mei kita adakan perayaan bersama di Sukomoro meskipun di Paroki kita masing-masing sudah ada gua, ada kelompok yang berdoa tapi kita untuk menumbuhkan semangat itu selain kebersamaan tapi juga membiasakan yuk kita berdevosi minimal Mei, Oktober lalu juga pada tahun devosi ini kita mengadakan misa bergiliran tugas di Sukomoro maksudnya itu tadi supaya umat kita, teman-teman kita terbiasa mengunjungi tempat devosi salah satunya di Sukomoro, selain di paroki masing-masing. Maksud Bapa Uskup adalah bagaimana menanamkan kepada kita yang terutama di Palembang ini supaya punya semangat berdevosi, semangat untuk dekat dengan Maria karena teladan kita Hati Kudus Yesus seperti di Ganjuran.  Kalau di Jawa orang bisa datang ke tempat ziarah itu tidak menunggu bulan Mei, Oktober tapi kapanpun mereka sudah seperti tradisi iman, nah mudah-mudahan tahun ini menjadi  pemantik, punya semangat supaya ke depan  kita terbiasa berdevosi lebih bersemangat lagi tempat devosi itu terbuka ada setiap Paroki, ada di Sukomoro, mungkin ada di tempat lain. Kami hanya bisa menyemangati, kita memberi, memfasilitasi entah yang di Paroki maupun yang ada di Sukomoro maka harapan saya, harapan kami devosi dibicarakan tidak selesai tahun ini tapi juga tetap kita bicarakan, kita perdalam untuk tahun-tahun kedepan supaya kita punya semangat berdevosi yang lebih baik.

Pada kesempatan ini Romo Danier juga memberikan materi terkait dengan liturgi dan devosi. Dalam paparannya Romo Danier menyampaikan bahwa untuk menyuburkan hidup rohani umat, terdapat juga devosi khususnya devosi yang sudah dianjurkan oleh Tahta Apostolik. Devosi yang sungguh didukung oleh Gereja asalkan selaras dengan iman resmi Katolik. Devosi yang merakyat ini tidak boleh diabaikan  atau diperlakukan dengan acuh tak acuh atau malah diremehkan karena devosi-devosi itu kaya akan nilai dan kegiatan itu sendiri mengungkapkan sikap religius terhadap Allah.

Leave a Reply


3 + 5 =