Pokja Kampung Moderasi Beragama (KMB) Kecamatan Ilir Timur Satu mengadakan Tasyakuran dalam rangka HUT ke 79 RI dan Doa Lintas Agama, Rabu 21 Agustus 2024 pukul 14.00 Wib di Balai Kelurahan 20 Ilir Satu. Sebanyak 120 orang dari umat lintas agama dari Islam, Katolik, Budha, Hindu dan Kristen Protestan mengikuti kegiatan ini. Acara juga dihadri oleh Drs. H. Yeni Taswin, M.Pd.I (Kepala Kantor Kemenag Kota Palembang), H. Purba Sanjaya, S,STP, MM (Camat Ilir Timur Satu) dan Padrinaldo, S.T (Lurah Ilir Timur Satu). Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang, RD. Hyginus Gono Pratowo tampak hadir dalam acara ini bersama pasa suster, frater, ibu-ibu WKRI dan beberapa umat.
Dalam laporannya H. Zulfikar Ali Fajri, S.Ag, M.Si (Kepala KUA Ilir Timur Satu sekaligus Ketua Pokja Kecamatan Ilir Timur Satu) melaporkan bahwa kegiatan ini dalam rangka Tasyakuran atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan Tuhan Yang Mahakuasa kepada bangsa kita yang tahun ini berusia 79 tahun. Dalam kondisi dimana bangsa kita yang memang berasal dari suku, bangsa, dan agama yang berbeda, tapi berjalan keharmonisan, kerukunan dan kebersamaan dalam bermasyarakat, walaupun ada pernak- pernik, itu bagian dari dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Terima kasih atas dukungan, bantuan, partisipasi serta bimbingan dan arahan kepada kami untuk menunjukkan bahwa kita ini bukan cuma beragam dari sisi, agama dan warna baju. Beragam ini menunjukkan keragaman yang ada, kenapa kita bersama-sama ingin menyukseskan kegiatan ini dan semoga kebersamaan umat beragama ini menjadi ikon dan menjadi citra umat beragama di Kota Palembang. Mohon bimbingan serta arahan dari Kepala Kantor Kemenag, mudah-mudahan ini akan semakin menguatkan semangat keragaman dan beragama kita, utamanya di Kampung Moderasi Beragama, Kelurahan 20 Ilir satu, Kecamatan Ilir Timur satu Kota Palembang.
Camat Ilir Timur Satu, H. Purba Sanjaya, S,STP, MM dalam sambutannya mengatakan kami sangat mengapresiasi jajaran dari Kementerian Agama yang menginisiasi kegiatan moderasi umat beragama yang ada di Kota Palembang khususnya lagi yang ada di Kecamatan Ilir Timur satu. Seperti kita ketahui, Kota Palembang ini sangat terkenal dengan zero konfliknya. Dari tahun ke tahun, dari bulan ke bulan, dari hari ke hari Kota Palembang ini terkenal sekali sampai di tingkat pusat sebagai zero konfliknya. Mari kita pertahankan zero konflik, hal ini bisa tercapai berkat elemen terpentingnya dari Kementerian Agama Kota Palembang. Tidak ada agama yang mengajarkan untuk membenci satu sama lain, setahu saya agama itu mengajarkan kita untuk berdamai, untuk sayang dengan sesama kita, tidak memandang suku, agama, ras apapun dan ini menjadi bukti nyata bahwa memang benar di Kecamatan Ilir Timur satu ini bisa dikategorikan miniaturnya Indonesia.
Satu-satunya kecamatan yang ada di pusat Kota Palembang, yang notabene penduduknya juga heterogen, baik itu dari agama, suku dan rasnya. Tentu kami mengapresiasi utamanya di jajaran Kementerian Agama, lebih khusus di kawasan Kecamatan Ilir Timur satu ini sudah berdiri Kampung Moderasi. Yang tentu ini bukan hanya sekedar simbol tetapi memang apa yang terjadi di Kecamatan Ilir Timur satu khususnya di kawasan 20 Ilir satu. Di sini memang warga masyarakatnya cukup heterogen, mau dari suku mana, dari agama mana, ada dan ini perlu pemuatan-pemuatan bagi kita. Kita tidak ingin zero konflik, harmonisasi dan kedamaian yang ada di wilayah kita ini terganggu oleh karena ambisi-ambisi pihak-pihak yang justru bukan datang dari Palembang tapi datang dari luar yang memang mereka biasanya ingin mengambil keuntungan, maka peran serta masyarakat dan pimpinan agama sangat penting.
Sementara itu Drs. H. Yeni Taswin, M.Pd.I, Kepala Kantor Kemenag Kota Palembang menyampaikan bahwa masyarakat kita ini memang sering dihadapkan dengan berbagai persoalan yang menyangkut masalah ekonomi, sosial, keamanan dan lain sebagainya, oleh sebab itu momentun kesempatan kita untuk melaksanakan silaturahmi. Sekarang ini kita memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 79. Hal ini perlu terus digaungkan agar kita semua merasa bahwa negara ini sesungguhnya bukanlah hasil atau bukanlah hadiah kemerdekaan melainkan setiap komponen bangsa dan warga masyarakat. Pada saat itu terlibat dari suku manapun dan agama manapun ikut andil memerdekakan masyarakat oleh sebab itu, perlu ditumbuhkan kembali setiap pergantian generasi perlu ditegaskan kembali bahwa negara ini adalah negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tentu kami mengapresiasi utamanya di jajaran pemerintahan agama lebih khusus di KUA Kecamatan Ilir Timur satu ini sudah berdiri Kampung Moderasi yang tentu ini bukan hanya sekedar simbol. Peran serta masyarakat, menjaga kerukunan dan harmonisasi ini sangat penting. Mari kita masing-masing agama menguatkan keyakinan umat kita, menjalankan ajaran agama dengan sungguh-sungguh. Setelah kita menjalankan ajaran agama kita dengan sungguh-sungguh pasti melahirkan perbuatan akhlak dan perilaku yang baik, karena semua agama pasti mengajarkan kebaikan, tidak pernah agama mengajarkan kejahatan.
Yeni Taswin juga berpesan kepada masyarakat terkait pilkada karena beberapa waktu yang akan datang kita akan melakukan Pemilihan Kepala Daerah dan ini menjadi hak kita untuk menyalurkan aspirasi kita untuk menentukan pilihan kita. Jadi kalaupun nanti berbeda pilihan bagi kita, janganlah agama menjadi sumber perselisihan. Silahkan melakukan pilihan, menyalurkan aspirasi dan hak kita sebagai warga negara. Memilih pemimpin sesuai dengan keinginan kita tetapi tidak berdasarkan sentimen agama. Khususnya yang ada di Kota Palembang mudah-mudahan nanti semuanya bisa berjalan dengan baik, kita mendapatkan pemimpin yang terbaik untuk Kota Palembang yang akhirnya akan membawa kemajuan bagi Kota Palembang.
Pada kesempatan ini juga dilakukan doa lintas agama untuk merayakan HUT ke 79 RI yang dilakukan oleh lima pemuka agama dari Islam, Katolik, Budha, Hindu dan Kristen Protestan. Acara Tasyakuran HUT ke 79 RI diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh H. Zulfikar Ali Fajri, S.Ag, M.Si (Kepala KUA Ilir Timur Satu sekaligus Ketua Pokja Kecamatan Ilir Timur Satu) dan foto bersama.





