Umat Paroki Santo Yoseph Palembang merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus dalam Perayaan Ekaristi, Sabtu-Minggu 14-15 Juni 2025 dan Perayaan hari Minggu 15 Juni 2025 pukul 08.30 Wib dipimpin oleh RP. Laurentius Suwanto, SCJ.
Dalam homilinya Romo Suwanto menyoroti Tritunggal Mahakudus yang ditunjukkan di dalam kitab suci, Yesus yang akan kembali kepada Bapa, Yesus mengatakan aku akan kembali kepada Bapaku dan Bapamu, tetapi tidak akan meninggalkan kamu sendirian. Aku akan meminta Bapa untuk mengirim roh penghibur, roh penasihat yang akan datang dalam namaku, Dia yang akan membimbing kamu. Banyak bagian dari kitab suci yang menunjukkan bagaimana Yesus mengajarkan tentang Allah yang dalam tiga pribadi itu. Tetapi juga di dalam kitab suci kita melihat dan membaca bagaimana tiga pribadi itu tampil di dalam kitab suci. Misalnya ketika Yesus dibaptis, Kemudian ada suara dari langit, inilah putraku yang terkasih.Kemudian tampak seperti burung merpati yang turun ke atas Yesus.
Misteri Allah tertunggal bagi saya adalah misteri Allah yang mencintai kita dalam permenungan saya. Seperti dikatakan dalam 1 Yohanes, Allah adalah kasih. Maka siapa yang mengasihi itu berasal dari Allah, karena Allah adalah kasih, siapa yang tidak mengasihi berarti tidak berasal dari Allah dan tidak mengenal Allah. Kita manusia dan juga alam diciptakan oleh Allah karena kasih. Pada awal mulanya Allah menciptakan dunia seisinya, juga manusia. Kalau Allah adalah kasih dan kita dijiptakan menurut gambar Allah. Seperti dikatakan dalam kitab kejadian, marilah kita menciptakan manusia yang sepadan dengan kita, yang seturut gambar kita. Kalau Allah adalah kasih maka gambarnya juga gambar kasih. Karena itu Allah menciptakan manusia dan dunia ini karena kasihnya. Tetapi Allah yang mengasihi ciptaannya itu tetap memberikan perhatian dan kasihnya kepada manusia. Bahkan ketika manusia jatuh dalam dosa, Allah mencari. Lalu itulah Allah yang menciptakan kita, tetapi tidak meninggalkan kita, tetap menaruh perhatian dan memberikan kasihnya itu.
Demikian pun juga kalau kita baca kitab suci dalam perjanjian lama. Bagaimana Allah itu yang mengasihi kita manusia, tetap berusaha untuk menyelamatkan kita. Ketika banyak orang berdosa, mengutus Nabi Nuh untuk membuat bahtera. Kemudian Allah mengatakan, saya tidak akan memukul lagi manusia dengan dunia dengan air bah lalu membuat perjanjian. Allah kita adalah Allah yang sungguh-sungguh mengasihi dan tersentuh oleh situasi kita manusia. Allah kita adalah Allah yang penuh kasih, Allah yang mempunyai perasaan tetapi bukan perasaan seperti kita bisa membayangkan secara manusia. Bahkan Allah juga dikatakan pernah menyesal merencanakan yang jahat. Inilah Allah kita, Allah yang penuh dengan perasaan sebagai seorang bapak, sebagai seorang ibu. Kalau anaknya sakit, maka Allah juga merasa sakit. Apalagi Allah yang menciptakan kita manusia.
Maka Allah yang mengasihi kita manusia itu senantiasa berusaha untuk menyelamatkan kita manusia. Tidak tinggal diam, hanya mengawasi dari atas kejauhan bagaimana anak-anakku. Allah mengasihi kita, Allah mau agar kita selamat. Karena itu Allah mengutus putranya. Di dalam Injil Yohanes 1-1 dan seterusnya dikatakan, pada mulanya adalah Firman dan Firman itu adalah Allah, Firman itu bersama dengan Allah, Firman adalah Allah tetapi kemudian Firman itu menjadi manusia. Dan inilah yang dikatakan oleh Yohanes, karena Allah begitu mengasihi dunia, maka Allah mengutus putranya yang tunggal, supaya dunia percaya dan memperoleh keselamatan melalui Dia, kebijaksanaan Allah, Sabda Allah, pribadi Allah yang diutus masuk ke dunia menjadi Yesus Khristus, anak Allah yang menjadi manusia, Sabda Allah yang menjadi manusia.
Yesus yang diutus Bapa untuk memberitakan kasih Allah juga memberitakan dan mengajak kita untuk memanggil Allah sebagai Bapa. Maka kasih Allah yang besar itu ditunjukkan di dalam diri Yesus Kristus dan Yesus juga seperti Allah Bapa yang mempunyai perasaan. Kadang-kadang Yesus sedih, Yesus juga tergerak hatinya ketika melihat sekumpulan orang, tergerak hatiku oleh belas kasihan karena mereka seperti domba tanpa gembala. Maka Yesus memberikan perhatian dan kasihnya kepada mereka. Maka Yesus yang adalah utusan Allah, Anak Allah yang menjadi manusia itu dapat sungguh-sungguh memahami situasi kita. Tetapi kita juga percaya bahwa Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Karena Dia sungguh manusia juga keberadaannya di dunia ini terbatas. Maka ketika Yesus sudah disalibkan, Dia bangkit, Dia pergi kembali kepada Bapa.
Yesus menjanjikan jangan khawatir,. Aku pergi kepada Bapa dan aku akan minta Bapa untuk mengutus roh penghibur, roh penasehat. Yang berasal dari Bapa dan dari Putra. Dia akan membimbing kamu kepada seluruh kebenaran, supaya kasih Allah yang sudah ditunjukkan melalui Yesus Kristus tidak terputus serta para muridnya juga tidak menjadi kecewa dan putus asa. Maka kasih Allah seperti dijanjikan Yesus, Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai akhir jaman. Maka misteri Allah Tritunggal, Bapa, Putra dan Roh Kudus dalam permenungan saya ini adalah misteri cinta kasih Allah yang mengasih kita dengan tanpa batas dan apa dampaknya bagi kita, kalau Allah Tritunggal Mahakudus yang adalah satu di dalam kasih.
Maka kita diundang untuk mewujudkan kasih Allah yang tidak atau yang tanpa syarat itu di dalam hidup kita. Untuk seperti Allah Tritunggal yang hidup dalam persekutuan kasih. Kita juga diundang oleh Yesus untuk hidup seperti kesatuan Tritunggal Mahakudus. Supaya mereka menjadi satu, seperti aku dan engkau adalah satu dan kita juga diajak Yesus untuk mengasihi. Hendaklah kamu saling mengasihi satu sama lain seperti aku telah mengasihi kamu, kasih yang tanpa batas. Mari kita merenungkan misteri kasih Allah yang tanpa batas, Allah Tritunggal yang hidup di dalam persekutuan kasih. Marilah kita menanggapi panggilan Tuhan untuk semakin meneguhkan iman kita. Untuk membangun persatuan kasih seperti kesatuan Tritunggal Maha Kudus dan juga marilah kita bersama-sama menggunakan seluruh karunia roh yang diberikan kepada kita. Meskipun berbeda-beda tetapi semuanya untuk membangun kesatuan, satu tubuh dan itulah untuk membangun kebaikan bersama membangun tubuh Kristus.
Walaupun kita berbeda-beda. Kita ada satu kesatuan yakni tubuh Kristus. Maka semoga perayaan Tertunggal Maha Kudus semakin meneguhkan iman kita. Akan Allah yang dalam persekutuan kasih Bapa, Putra dan Roh Kudus, mengasihi kita serta mengundang kita untuk hidup seperti dalam persatuan Tritunggal Mahakudus. Dalam ikatan kasih hidup kita setiap hari tentu kita tidak bisa sempurna dalam kasih seperti kesatuan Tritunggal. Tetapi kita mohon pada Allah semoga kita sedikit demi sedikit bisa semakin mengerti dan juga bisa semakin mewujudkan ajakan Yesus untuk saling mengasihi satu sama lain dan juga kita bisa mengeliminir perpecahan di antara kita. Karena kita dipanggil, kesatu-satuan sebagai tubuh Kristus dan Kristus sendiri adalah kepalanya.





