WKRI Santo Yoseph Gelar Konferensi Cabang Ke Enam

July 15, 2025
WKRI Santo Yoseph Gelar Konferensi Cabang Ke Enam

Sebanyak 54 anggota WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia) Cabang Santo Yoseph Palembang mengikuti KONFERCAB (Koneferensi Cabang) ke enam, Sabtu 12 Juli 2025 di Gedung Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang muali pukul 08.00 Wib, dengan  tema : “Wanita Katolik Republik Indonesia DPC Santo Yoseph Palembang, Teguh dalam iman, tangguh dalam karya.” Konferensi diadakan  untuk memilih Pimpinan WKRI Cabang Santo Yoseph Palembang periode 2025-2025. Kegiatan juga dihadiri oleh RD. Hyginus Gono Pratowo (Romo Penasehat Rohani WKRI Cabang Santo Yoseph), RD. Dionisius Anton Liberto (Romo Moderator Kerawam Keuskupan Agung Palembang), Padrinaldo (Lurah Dua Puluh Ilir Satu), Billy Jaya (Ketua DPP Santo Yoseph Palembang), Theresia Yuni Astuti (Presidium WKRI DPD Sumsel Keuskupan Agung Palembang), utusan Dewan Pengurus Cabang WKRI Kota Palembang, utusan Ranting Emmanuel dan Ranting Hilarius dan para Senior Wanita Katolik.

LM. Sukadaryati selaku Ketua Panitia menjelaskan tujuan KONFERCAB VI WKRI DPC Santo Yoseph Palembang adalah untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan Program Kerja WKRI DPC Santo Yoseph masa bakti 2022-2025. Menetapkan rencana kerja masa bakti 2025-2028 berdasarkan hasil Konferensi Daerah dan Kongres. Pemilihan dan pengesahan Pimpinan Dewan Pengurus Cabang masa bakti 2025-2028.  Dengan mengusung tema : “ WKRI DPC Santo Yoseph Palembang, teguh dalam iman, tangguh dalam karya.” Semoga KONFERCAB ini menjadi ruang refleksi, evaluasi dan semangat agar Wanita Katolik RI terus hadir sebagai terang dan garam bagi Gereja dan masyarakat.

Sementara itu Ketua WKRI DPC Santo Yoseph Palembang, V. Yuli Mulassih, mengatakan sudah 2 periode selama 6 tahun saya memimpin Organisasi Wanita Katolik RI Cabang Santo Yoseph, banyak suka-duka sudah saya lewati,  tapi puji Tuhan banyak sukanya,  karena saya didampingi oleh Pengurus dan anggota-anggota kami yang hebat-hebat,  handal, solid dan selalu mensupport, memotivasi dan menyemangati. Terima kasih teman-teman Pengurus masa bakti 2022-2025 dan teman-teman anggota WKRI Cabang Santo Yoseph tanpa kalian saya tidak berdaya, karena bersama kalianlah saya bisa berdaya. 

Dalam KONFERCAB VI ini ada lima kandidat  yang bersedia untuk dicalonkan menjadi Ketua dan Wakil Ketua di periode berikutnya. Harapan saya, semoga pemimpin baru nanti bisa lebih baik dari saya dan bisa menjalankan organisasi ini menjadi lebih maju, lebih eksis dan lebih banyak merekrut wanita-wanita Katolik di Paroki Santo Yoseph Palembang.  Kalau di periode sekarang kita memiliki dua ranting,  semoga kepengurusan yang baru nanti bisa menumbuhkan ranting-ranting baru di setiap Stasi dan Lingkungan-Lingkungan yang berjumlah 44.

Sesuai tema KONVERCAB VI kali ini, “Wanita Katolik DPC Santo Yoseph,  teguh dalam iman, tangguh dalam karya.” Teguh dalam iman adalah fondansi kita,  tangguh dalam karya adalah buahnya dan buah kepedulian, pelayanan serta empati  bisa memberi dampak yang baik bagi sekitar kita dan aktif dalam berkarya.

Ketua DPP Santo Yoseph Palembang, Billy Jaya, menyoroti  tema yang ternyata sungguh luar biasa, “ WKRI DPC Santo Yoseph, teguh dalam iman, tangguh dalam karya “, semoga tema ini memang menjadikan semangat untuk KONFECAB VI WKRI DPC Santo Yoseph hari ini dan menjadi kekuatan  untuk terus menggerakkan roda organisasi WKRI.  WKRI sudah seratus satu tahun  berdiri teguh dan tangguh dalam berkarya, artinya bukan sekedar organisasi,  bukan sebuah komunitas yang sekedar kumpul-kumpul,  arisan, nari-nari dan  sekedar ecek-ecek.  Saya sangat menghormati kONFERCAB ini. Ini organisasi bukan sekedar,  tapi organisasi yang dinyatakan resmi oleh Negara Republik Indonesia dan telah menyumbang banyak hal untuk negara ini.

Nah, semoga dengan KONFERCAB ini menjadi anggota WKRI  sungguh memikirkan dengan keras  agar WKRI DPC Santo Yoseph ini semakin lebih baik untuk kedepannya.  Kalau kita lihat situasi sekarang ini, , pikirkan ketahanan pangan. Semoga menghasilkan program-program ketahanan pangan  di DPC Paroki Santo Yoseph ini. Ternyata problem kita kesetaraan gender, titip juga untuk program kedepan. Dalam hal pelayanan di seputar Gereja ini tidak diragukan lagi hanya saja mari kita berjalan bersama DPP, komunitas yang ada di Paroki ini, seksi-seksi yang lain untuk menggerakkan bagaimana kita menjadi saksi yang diutus untuk melakukan kehendak Allah. Semoga kegiatan kita hari ini berjalan lancar  dan terpilihlah Ibu-Ibu luar biasa yang memimpin organisasi ini lebih baik ke depan.

Lurah Dua Puluh Ilir Satu, Padrinaldo menyatakan kami sangat mendukung adanya kegiatan ini dan diundang,   selamat kepada Pengurus yang lama atas kinerjanya selama ini. Kami berpesan mudah-mudahan Pengurus yang baru nantinya  akan dapat lebih meningkatkan kegiatan atau kinerja terutama bagi kepentingan masyarakat dan bangsa Negara Indonesia.  Apalagi kita saat ini masih mengalami masa-masa krisis, jadi mudah-mudahan dengan salah satu organisasi ini, Wanita Katolik Republik Indonesia ini  dapat membantu pemerintah dalam hal pangan, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya  yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Kami sampaikan juga bahwa di wilayah,  di kelurahan ini sudah ada namanya Kampung Moderasi Beragama, jadi kita dalam beribadah, agama dan kebijakan masing-masing, tapi kita akan tetap menjaga  kerukunan dan saling menghormati sesama walaupun berbeda-beda tetap satu, kita adalah bangsa Indonesia khususnya warga kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan.  Mudah-mudahan acara ini dapat berjalan dengan lancar  dan terpilih Ketua Pengurus yang dapat melanjutkan apa-apa program yang sudah dilaksanakan oleh pengurus lama dan juga mungkin ada program-program  baru.  Kita akan menyambut 17 Agustus dan lain sebagainya, mungkin ada kegiatan-kegiatan lain  dan bisa kita koordinasi atau bekerjasama dengan kami selaku kepala wilayah di Kelurahan Dua Puluh Ilir Satu. 

Theresia Yuni Astuti, Presidium DPD Sumatera Selatan menjelaskan dalam Anggaran Dasar Wanita Katolik Republik Indonesia tahun 2023  mengenai musyawarah atau konferensi ini terdapat pada bab 5,  untuk KONFERCAB tepatnya pasal 15, sedangkan janjang diatasnya untuk tingkat DPD,  tingkat daerah itu disebut KONFERDA masa tugasnya 5 tahun. Kemudian untuk tingkat pusat diatasnya lagi itu terdapat di pasal 13,  itu disebut Kongres, juga 5 tahun sekali.  Nah yang kita laksanakan pada hari ini di pasal 15 adalah Konferensi Cabang. Konferensi Cabang merupakan rapat paripurna tingkat cabang dan merupakan musyawarah tertinggi.

Dalam KONFERCAB ini memiliki 3 pokok wajib,  yang pertama menerima dan mengesahkan laporan pertanggung jawaban Dewan Pengurus pada periode yang berakhir.  Kemudian yang kedua menetapkan rencana kerja tingkat cabang untuk 1 masa bakti  berdasarkan hasil konverda dan juga selaras dengan hasil kongres.  Dan yang terakhir memilih dan menetapkan pimpinan Dewan Pengurus Cabang  yang akan disahkan oleh Presidium Dewan Pengurus Daerah.

Untuk kali ini profisiat kepada Ibu-Ibu WKRI Cabang,  Santo Yoseph yang telah melaksanakan KONFERCAB ke enam dan terima kasih kepada para Pengurus untuk periode 2022-2025 yang telah melaksanakan tugasnya, telah bekerja tanpa pamrih untuk melaksanakan memajukan cabang ini hingga tetap eksis sampai sekarang.  Terima kasih kepada Roma Gono selaku Romo Penasihat Rohani atas pimpinannya, pendampingannya,juga perhatiannya yang luar biasa  kepada Ibu-Ibu Wanita Katolik di cabang ini dan kami tetap mohon pendampingan Romo untuk hari-hari selanjutnya.  Juga terima kasih kepada para calon yang bersedia dicalonkan dalam KONFERCAB ini dan siapapun nanti yang terpilih menjadi pimpinan semoga dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Sebagai Pimpinan Wanita Katolik RI, itu sebuah pelayanan,  bukan untuk mencari panggung popularitas atau terkenal tapi sebuah pelayanan, jadi siapapun nanti yang terpilih semoga dapat mengemban tugas dengan baik.  Wanita Katolik RI adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang dijiwai semangat cinta kasih Kristus, orang sering menyebut Ormas Katolik. Sebagai Wanita Katolik saya yakin dan percaya Ibu-Ibu sudah sangat berperan di Paroki atau Stasinya masing-masing, entah terlibat dalam komunitas lektor, pemazmur, menghias altar ataupun mungkin menjadi pengurus langsung DPP. Tetapi sebagai Wanita Katolik RI, kita punya tanggung jawab di masyarakat luas, seperti yang tertulis dalam visi organisasi kita, sebagian berbunyi : menjalankan karya-karya pengabdian untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Nah itu yang harus selalu kita perjuangkan dan kita utamakan,  sejauh mana kita berperan di tengah masyarakat. 

Saya tahu bahwa di cabang ini sudah banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, yang sangat baik untuk di dalam Gereja maupun juga kegiatan-kegiatan di luar untuk masyarakat luas.  Untuk lebih bisa meningkatkan pelayanan kita, alangkah baiknya kita berjejaring, bisa dengan sesama Ormas, instansi pemerintah ataupun komunitas-komunitas yang selaras dengan visi kita.

Pada saat ini kita berterima kasih kepada Dapur Unum,  Bapak Billy Jaya selaku koordinator untuk wilayah Santo Yoseph yang mempercayakan kepada Wanita Katolik khususnya yang di Cabang Kota  untuk bekerjasama melayani masyarakat yang membutuhkan.  Dapur Unum mempunyai sarana-prasarana, tetapi tenaga itu memerlukan bantuan kita dan ini juga merupakan wadah yang sangat baik, kita bisa langsung terjun melayani masyarakat umum. Sudah hampir seluruh Cabang di Kota Palembang yang terlibat, ada yang langsung melayani masak di Dapur Unum Pusat,  seperti Cabang Santo Yoseph dua hari dalam seminggu, Cabang Sanfrades, dua hari dalam seminggu dan Cabang Santo Petrus.

Kegiatan KONFERCAB ke enam WKRI DPC Santo Yoseph Palembang dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Presidum DPD Sumsel, Theresia Yuni Astuti, RD. Hyginus Gono Pratowo dan Parinaldo, Lurah Dua Puluh llir Satu. Ketua WKRI Cangan Santo Yoseph Palembang V. Yuli Mulassih dalam Sidang Pleno II memberikan laporan pertanggung jawaban masa bakti 2022-2025 dan setelah dinyatakan demisioner menyerahkan secara simbolis berkas kekayaan dan stempel kepada MA. Dwi Poncowati selaku Pimpinan Sidang yang kemudian menyerahkannya kepada Presidium WKRI DPD Sumsel, Theresia Yuni Astuti.

Kegiatan KONFERCAB ke enam WKRI DPC Santo Yoseph Palembang juga dihadiri oleh RD. Hyginus Gono Pratowo (Romo Penasehat Rohani WKRI Cabang Santo Yoseph), RD. Dionisius Anton Liberto (Romo Moderator Kerawam Keuskupan Agung Palembang), Padrinaldo (Lurah Dua Puluh Ilir Satu), Billy Jaya (Ketua DPP Santo Yoseph Palembang), Theresia Yuni Astuti (Presidium WKRI DPD Sumsel Keuskupan Agung Palembang), utusan Dewan Pengurus Cabang WKRI Kota Palembang, utusan Ranting Emmanuel dan Ranting Hilarius dan para Senior Wanita Katolik.

WKRI DPC Santo Yoseph Palembang memiliki anggota awal peridoe (2022) sebanyak 35 orang dan jumlah anggota sampai Desember 2024 sebanyak 74 orang, dengan penambahan anggota sebanyak 42 orang serta persentasi peningkatan sebesar 111,43 %. Memiliki anggota aktif sebanyak 60 orang, anggota yang vakum ada 6 orang kemudian ada 1 orang anggota yang meninggal, sebanyak 3 orang pindah domisili dan 1 orang mengundurkan diri serta 3 orang bergabung di akhir tahun. Untuk jumlah ranting di DPC Santo Yoseph Palembang ada 2, pada periode 2022-2024 terbentuk 1 ranting, yaitu : Ranting Emmanuel dan di awal tahun 2025 menambah 1 ranting lagi, yaitu : Ranting Santo Hilarius.

RD. Hyginus Gono Pratowo saat menyampaikan materi “ Menjadi WKRI Yang Militan, Spiritualitas Apa Yang Dikembangkan,” mengatakan sebagai Wanita Katolik Republik Indonesia, kita harus menyadari bahwa peran, segala karya  dan segala perbuatan kita harus berdasar pada iman  kepada Yesus, maka yang menjadi kekuatan kita adalah Yesus Kristus.  Yang menjadi spirit,  api,  penggerak dan menjadikan kita pribadi yang tangguh  adalah spirit dari Yesus. Spirit bisa kita terjemahkan sebagai api, api yang harus ada dalam diri . Semangat yang harus ada dalam diri, tanpa adanya semangat mungkin kita melakukan sesuatu itu dengan ragu, malas dan tidak penuh dengan sukacita .  Maka semangat inilah yang akan kita pelajari dari Yesus, Aku datang untuk melayani bukan untuk dilayani,  menjadi murid Yesus adalah sumber semangat panggilan hidup sebagai umat Allah.

Wanita Katolik Republik Indonesia juga menjadi bagian dari umat Allah, maka menjadi murid Yesus, kemuridan adalah spiritualitas umat Allah dalam posisinya masing-masing.  Unsur yang harus dipenuhi untuk martabat murid Yesus adalah guru, gurunya adalah Yesus apapun kegiatan,yang kita bicarakan itu semua bersumber dari Yesus, karena Yesus menjadi guru kita, guru spiritual. Ada kemauan untuk berubah, kita belajar seumur hidup, maka masing-masing kita diajak untuk mau belajar. Wanita Katolik Republik Indonesia juga punya target, sebagai bagian dari Gereja, masyarakat, keluarga, Lingkungan dan sebagainya. Hidup saya itu juga menjadi terang dan garam, hidup saya itu bisa mencahayai yang lain, hidup saya itu bisa menjadi garam dan  berkat bagi yang lain.  Lalu unsur yang paling dasar dari kemuritan adalah mengimani Yesus, mengakui kebenaran mengenai pewahyuan Ilahi yang definitif dalam Kristus , dengan taat mengikatkan diri kita dan mempercayakan masa depan kita kepada Allah. 

Ajaran Yesus itu adalah ajaran kebenaran dan inilah pewahyuan Ilahi.  Menanggapi dengan bebas bertanggung jawab dan utuh pewahyuan Allah tersebut, bahwa Yesus adalah utusan Allah dan inilah yang harus kita imani, Yesus 100% anak Allah dan 100% manusia seperti kita, kecuali dalam hal dosa.  Ketika organisasi tertentu atau komunitas tertentu itu mengalami kemajuan,  kita jatuh pada kesombongan ini yang harus diwaspadai.  Semua yang kita alami dan terjadi adalah campur tangan Tuhan, maka harus sampai pada pemahaman bahwa Yesus adalah Mesias bagi kita. Yesus adalah seorang pribadi yang berwibawa, pencipta kehidupan, mendengarkan, peduli, pemaaf, punya prinsip jelas, tegas, berkarakter, berani, jujur, sportif, bijaksana, setia, rela berkorban dan pelindung, maka  Wanita Katolik Republik Indonesia harus memiliki karakter yang demikian.

Leave a Reply


6 + 1 =