Kematian Merupakan Peristiwa Puncak Kehidupan Menuju Kehidupan Kekal Di Surga

November 2, 2025
Kematian Merupakan Peristiwa Puncak Kehidupan Menuju Kehidupan Kekal Di Surga

Setiap 2 November Gereja Katolik memperingati Arwah Semua Orang Beriman dan umat Paroki Santo Yoseph Palembang mengenangnya dalam dalam Perayaan Ekaristi, Sabtu-Minggu 1-2 November 2025. Pada Perayaan Ekaristi, Minggu 2 November 2025 pukul 08.30 Wib dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo.

Dalam homilinya Romo Gono mengatakan, hari ini kita mengenangkan  saudara-saudari kita yang telah meninggal  namun masih berada di api penyucian bahkan seluruh bulan November ini kita khususkan, kita dedikasikan  untuk berdoa dan memohon kerahiman Allah  atas dosa-dosa mereka. Hal ini kita lakukan karena di dalam Yesus Kristus  penyelamat semua orang yang merindukan keselamatan dari Allah  dengan tulus hati  kita tetap bersatu padu dengan mereka.  Dalam iman akan Kristus itu  kita percaya  bahwa apa yang kita namakan persekutuan para kudus meliputi : baik kita yang masih berziarah di dunia ini  maupun semua orang kudus di surga dan semua orang yang telah meninggal. Bersama-sama kita membentuk  dan terhimpun di dalam satu Gereja  yaitu : Tubuh Mistik Kristus.

Hari ini kita secara khusus mengenang  dan berdoa bagi arwah semua orang beriman  yang telah meninggal dunia, maka kiranya ada baiknya kita menyadari makna peristiwa kematian menurut ajaran iman kita. Bagi kita orang Kristen  saat kematian sesungguhnya merupakan  peristiwa puncak kehidupan, hidup kita tidak lenyap  melainkan hanyalah diubah. Kita percaya bahwa  sesudah pengembaraan kita di dunia ini selesai, maka hidup kita di dunia ini berakhir,  tersedialah bagi kita kediaman abadi di surga.

Kematian bagi kita merupakan saat kita mempercayakan diri secara total kepada Kristus, kebangkitan dan kehidupan kita  saat perjumpaan abadi dengan Yesus.  Yesus adalah pokok pengharapan kita, Yesus Kristus adalah jalan kebenaran dan hidup  yang akan menghantar kita pulang ke rumah Bapa.  Maka atas dasar iman itu kita memohon agar saudara-saudari kita yang telah meninggal dunia  disucikan dari segala dosa-dosanya, dibebaskan dari segala hambatan, noda  dan boleh menikmati kebahagiaan kekal  di sisi kanan Allah. Kita yakin dan kita percaya ketika mereka hidup bersama dengan para kudus, mereka menjadi pendoa bagi kita  yang masih berziarah di dunia ini.

Kenangan dan peringatan ini pun  sekaligus memberikan penghiburan rohani bagi kita bahwa kita akan berjumpa kembali dengan saudara-saudari  yang telah mendahului kita untuk bersama Maria, memuji dan memuliakan Allah  dalam persekutuan semua orang kudus. Kita pun pada suatu ketika akan meninggalkan dunia ini  dan pulang kepada Bapa di surga tetapi kita percaya  bahwa hidup atau mati kita tetap milik Kristus. Mari kita memanfaatkan hidup kita  selagi kita masih diberi kesempatan, mari kita gunakan hidup kita dengan baik, mari buat hidup kita, hidup yang layak dan pantas dalam kerahiman dan kebaikan Allah.

Leave a Reply


5 + 4 =