Komunitas GIM : Selalu Mendoakan Para Imam Yang Menjadi Penjaga Gerbang Utama Manusia

September 10, 2026
Komunitas GIM : Selalu Mendoakan Para Imam Yang Menjadi Penjaga Gerbang Utama Manusia

PALEMBANG – Komunitas Gerakan Imam Maria (GIM) Paroki Santo Yoseph Palembang setiap hari Rabu minggu kedua  mengadakan doa Senakel dan Rosario untuk mendoakan para Imam, Paus, Uskup dan Biarawan-Biarawati yang menjadi pintu gerbang umat manusia, Rabu 9 September 2026 pukul 16.00 Wib di Ruang Doa Rumah Ko Mei Lien, Jl. Ekabakti Palembang. Dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Lucianus Meo Wio sebagai Romo Pendamping GIM Dekanat Palembang.

Dalam homilinya Romo Lucianus mengingatkan, kebahagiaan sejati tidak diukur dari kemakmuran materi, melainkan dari sikap ketergantungan penuh kepada Allah. Jadi Tuhan Yesus membalikkan hal-hal duniawi. Yesus menyampaikan empat kategori orang yang bahagia, yaitu :  orang miskin, orang lapar, orang menangis dan  orang yang dibenci.  Karena setiap orang yang mengalami kebencian, lapar, haus,  dengan Yesus, maka dia akan berbahagia karena akan memperoleh kerajaan Allah, upahnya  besar.  Penderitaan atau kelemahan tidak otomatis membuat orang selamat, tetapi kondisi ini bisa membuat orang menjadi terbuka dan rendah hati. Jadi orang yang rendah hati itu terkadang harus melalui pengalaman sakit. Ternyata kesehatan yang Tuhan kasih itu sangat penting dalam hidup sehingga mulai menyadari bahwa kekurangan dan kelemahan  terkadang bisa tidak otomatis membuat orang selamat tetapi bisa membantu orang untuk berendah hati. 

Bukan berarti kekayaan itu salah, tapi kondisi-kondisi kelemahan dan kekurangan  bisa membuat orang ketergantungan pada Tuhan menjadi tinggi. Kita melihat  orang tidak pernah datang ke Gereja, alasannya sangat sederhana, yaitu : duniawi, kelemahan tubuh dipakai untuk alasan dan kesibukan dipakai untuk  tidak terlibat dalam doa.  Maka Yesus membalikkan kebenarannya,  orang yang sakit, orang yang miskin, artinya : dia menderita karena Yesus. Kelompok kita ini, gerakan yang memanfaatkan, seperti yang dipesankan oleh Bunda Maria dan Bapak Stefano Gobi bahwa, kita sekarang ini sedang diancam oleh kejahatan yang selalu mengelilingi, yaitu : kejahatan rohani (doa). Kalau dia tidak mau bertobat, selama dia masih hidup, dia akan sengsara dan akan mati,  dosa  membuat orang ke neraka.

Kalau kita membuat dosa besar, kematian neraka  sedang menghantui kita, itu ancaman kejahatan yang sedang mengitari yang tidak terlepas dengan dosa-dosa. Mari kita bernaung pada Hati Bunda Maria yang tak pernah mati dan Dia menjadi kekuatan, itu dua kekuatan utama. Semangat dan Hati Bunda Maria tak pernah mati, maka kita serahkan kepada Hati Bunda Maria, karena bernaung  pada hatinya akan menjadi kekuatan. Mari Komunitas Gerakan Imam Maria (GIM) kita tetap setia bernaung  pada Hati Kudus Bunda Maria dan Hati Kudus Tuhan Yesus,   supaya mendoakan Imam-Imam kita yang menjadi penjaga gerbang utama manusia.

Leave a Reply


4 + 8 =