Sarasehan Migran Aman

October 12, 2026
Sarasehan Migran Aman

PALEMBANG – Komisi Keadilan & Perdamaian Keuskupan Agung Palembang bekerjasama dengan Justice, Peace & Integiry Of Creation Fransiskus Charitas serta Commission Of Justice, Peace & Reconciliation Dehonian Indonesia mengadakan kegiatan Sarasehan Migran Aman untuk memberikan informasi dan pemahaman yang benar serta aman bagi kaum muda saat mencari pekerjaan, Minggu 11 Oktober 2026. Kegiatan sarasehan dengan tema: “ Berani bermimpi, bijak melangkah, aman bermigrasi “ dengan narasumber : Sinta Uli Simatupang, S.Kom, M.M (BP3MI), Yustinus Joni, S.H ( KKP Divisi Migran) dan RP. Blasius Sukoto, SCJ (JCR SCJ). Sebanyak 170 peserta kaum muda Dekanat Palembang mengikuti kegiatan ini di Gedung Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang mulai pukul 10.00 Wib.

Saat membuka kegiatan sarasehan Deken Dekanat Palembang, RD. Hyginus Gono Pratowo mengatakan, tentu kita bersyukur bahwa kita diajak untuk sejenak merefresh pikiran kita,  menambah pengetahuan kita tentang migran aman. Banyak di media-media sosial orang muda yang menjadi korban, orang tua juga menjadi korban ketika memasuki tempat kerja baru, tidak mengikuti prosedur yang baik, jadi  tidak aman. Harapan kita ini menjadi pengetahuan untuk kita semua, pengajaran baru itu tentu harus terus-menerus, tidak cukup hanya sekali, dua kali, tiga kali tetapi setiap waktu. Maka tidak ada istilah jelek untuk memberikan pengajaran yang baik kepada orang muda dan juga untuk orang muda  jangan alergi tentang informasi-informasi terbaru. Tidak usah merasa cukup, tetapi yang kita rasakan adalah kita cukup pengetahuan-pengetahuan yang terbaru, yakinlah bahwa hal-hal yang diajarkan itu untuk kebaikan kita, kebaikan Gereja dan kebaikan masyarakat.

Nanti apa yang akan disampaikan oleh Tim kepada kita mohon bicara dengan baik inilah kesempatan kita untuk lebih kritis  menjawab perkembangan. Kami dari Dekanat Palembang, melalui para Romo Dekanat Palembang ada 8 Paroki  mudah-mudahan semua ada perwakilannya dan nanti  juga disampaikan atau menurkan kepada teman-temannya informasi yang baik ini. Terima kasih kepada kaum  muda yang sudah menjawab undangan kami untuk sarasehan pada hari ini, “ Berani bermimpi, bijak melangkah, aman bermigrasi “ menjadi utama bagi kita, mari kita ikuti sarasehan ini dengan sepenuh hati.

Kemudian Sinta Uli Simatupang, S.Kom, M.M (BP3MI) Provinsi Sumatera Selatan dalam materinya mengingatkan,  untuk menjadi migran aman cari informasi peluang kerja  luar negeri dari sumber resmi dan terpercaya, kemudian pastikan keberangkatan melalui pelaksana penempatan resmi (KP2ML, P3ML atau skema UKPS). Selain itu lengkapilah dokumen resmi, baca dan pahami perjanjian kerja sebelum menandatangani, kenali biaya resmi dan hindari overcharging. Ikuti pelatihan keterampilan, sertifikasi, kompetensi dan bahasa serta simpan dan hafalkan informasi layanan pengaduan (crisis center) resmi KP2MI. Dengan demikian harapannya bisa menciptakan ekosistem migrasi yang aman da prosedural serta legal dengan memastikan Pekerja Migran Indonesia terhindar dari penipuan, perdagangan orang dan eksploitasi.

Sementara itu Yustinus Joni, S.H mengajak secara  bersama untuk mewujudkan migrasi yang aman, bermartabat dan penuh harapan. Karena setiap orang berhak bermimpi, bermigrasi yang aman dan tidak pernah berjalan sendirian. Ketika mereka menghadapi masalah kita hadir, ketika kehilangan suara, kita membantu menjadi suara, ketika terluka, kita membantu memulihkan. Ingatlah bahwa manusia bukanlah komoditas, martabat manusia tidak boleh diperdagangkan dan iman kita tidak boleh berhenti pada kata-kata karena iman yang hidup selalu berbuah dalam tindakan.

RP. Blasius Sukoto, SCJ menyampaikan materi tentang : Gereja Katolik Melawan Perbudakan Modern, Merestorasi Martabat Yang Dirampas. Human trafficking adalah luka terbuka pada tubuh kemanusiaan modern dan penghinaan langsung terhadap Allah Sang Pencipta. Ada dua cara memandang kehidupan manusia, yaitu : komoditas ekonomi (manusia diturunkan derajatnya menjadi sekedar barang dagangan), dapat dibuang (dieksploitasi demi keuntungan finansial dan dibuang saat tidak lagi berguna). Menurut citra Allah (imago Dei), manusia diciptakan merdeka dengan martabat yang tak boleh diganggu gugat dan bernilai tak terhingga (menjual manusia sama dengan menghina penciptanya).

Siklus kerentanan yang dimanfaatkan sindikat, yaitu : akar kondisi, kemiskinan dan keputusasaan (kondisi ekonomi yang menekan memicu kebutuhan mendesak untuk bertahan hidup. Eksploitasi (jebakan sindikat), penipu menawaran janji palsu (seperti : lowongan kerja luar negeri) untuk menjerat korban yang rentan. Katalisator (migran yang tidak aman), kaum migran yang mencari penghidupan lebih baik kehilangan jaringan pelindung sosial mereka.

Dalam suara kenabiannya  Paus Fransiskus menyoroti bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan, perbudakan modern bukanlah sekedar pelanggaran ketenagakerjaan melainkan kejahatan fundamental, Aspek moral konsumen, kesadaran bahwa menuntut barang sangat murah seringkali dibayar dengan penderitaan orang lain. Globalisasi,  ketidakpedulian masyarakat modern yang secara sadar menutup mata demi kenyamanan pribadi.

Rangkaian acara sarasehan diisi dengan penyampaian materi oleh naraseumber, tanya jawab peserta, animasi dan santap siang bersama. Peserta antusias mengikuti kegiatan ini hingga berakhirnya acara.

Leave a Reply


5 + 5 =