Pasutri : Berusaha Terus Menjadi Orang Baik, Kudus, Bertumbuh Dalam Kasih Dan Kesetiaan

November 1, 2026
Pasutri : Berusaha Terus Menjadi Orang Baik, Kudus, Bertumbuh Dalam Kasih Dan Kesetiaan

PALEMBANG – Empat pasang suami istri (pasutri) melakukan penyegaran janji perkawinan yang difasilitasi oleh Seksi Kerasulan Keluarga, Bidang Persekutuan DPP Santo Yoseph Palembang. Upacara penyegaran janji perkawinan dilakukan dalam Perayaan Hari Raya Semua Orang Kudus, Sabtu 31 Oktober 2026 pukul 17.30 Wib yang dipimpin oleh RD Hyginus Gono Pratowo di Gereja Santo Yoseph Palembang.

Dalam homilinya Romo Gono mengatakan, ada tiga hal penting yang dapat kita renungkan, yang pertama : kekudusan,  dimulai dari hal-hal sederhana. Yesus tidak mengatakan bahwa orang yang berbahagia adalah mereka yang memiliki banyak harta, memiliki jabatan tinggi dan memiliki kekuasaan. Sebaliknya Yesus menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati ditemukan dalam hati yang rendah hati, penuh belas kasih, lemah lembut dan memiliki kerinduan akan kebenaran. Kita tidak harus menunggu melakukan perkara besar untuk menjadi kudus, kita dapat memulai dengan melakukan perkara-perkara kecil dengan cinta yang besar.

Yang kedua, menjadi kudus berarti berani hidup berbeda dari dunia. Dunia sering menawarkan ukuran kebahagiaan yang berbeda dengan ajaran Yesus, di tengah dunia yang penuh kebencian, kita dipanggil untuk mengasihi. Di tengah masyarakat yang mudah menghakimi, kita dipanggil untuk mengampuni. Di tengah kehidupan yang penuh persaingan, kita dipanggil untuk saling membantu. Di tengah budaya ketidakjujuran, kita dipanggil untuk tetap berkata dan bertindak benar. Para kudus menunjukkan kepada kita bahwa kesetiaan kepada Tuhan jauh lebih berharga daripada pujian dunia. Mereka tidak menjadi kudus karena hidup mereka selalu mudah melainkan karena mereka tetap setia kepada Allah dalam berbagai keadaan.

Yang ketiga, kekudusan adalah perjalanan bukan kesempurnaan seketika.  Kita perlu menyadari bahwa para kudus juga manusia biasa, mereka memiliki perjuangan, kelemahan dan pengalaman hidup yang tidak selalu mudah. Yang membedakan mereka adalah kesediaan untuk terus membuka hati kepada Allah, inilah yang diminta Tuhan dalam hidup kita. Membuka hati kepada Allah, jangan pernah berpikir bahwa kekudusan hanya milik orang yang sempurna. Kekudusan adalah perjalanan untuk semakin dekat dengan Tuhan setiap hari, ketika kita jatuh, bangkitlah kembali, ketika kita berbuat salah, beranilah meminta maaf. Ketika kita menyakiti sesama, berusahalah memperbaiki hubungan. Ketika kita mengalami kesulitan, jangan menjauh dari Tuhan, tetapi datanglah kepada Tuhan. Allah tidak meminta kita menjadi sempurna dalam sekejap, Allah mengundang kita untuk terus bertumbuh dalam kasih dan kesetiaan.

Untuk para pasutri bulan ini  istimewa untuk anda, dimana beberapa tahun yang lalu mengucapkan janji kesetiaan. Keluarga kita bukanlah keluarga yang sempurna juga memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan. Tetapi yang perlu diperjuangkan adalah bertumbuh dalam kasih dan kesetiaan. Maka tetaplah bersyukur kepada Tuhan atas penyertaannya danpimpinannya, sehingga anda pada bulan ini ada yang memperingati 25 tahun hidup perkawinan, 20 tahun, 10 tahun dan lebih dari 25 tahun. Kita tentu disadarkan bahwa dalam kelemahan kita semua tetap dikuatkan, semua adalah berkat yang Tuhan berikan kepada anda. Maka mari kita tetap berusaha untuk terus menjadi orang-orang yang baik dan kudus dari segala kelemahan, kesederhanaan, kita juga bisa melakukan hal-hal yang baik.

Upacara penyegaran janji perkawinan diawali dengan pemanggilan nama-nama pasutri untuk maju kedepan altar dan Romo Gono mempersilahkan mereka untuk mengucapkan janji perkawinannya. Setelah itu Romo Gono memberkati dan memerciki dengan air suci dan memberikan setangkai bunga mawar.  Pada kesempatan ini Romo Gono juga menyerahkan Piagam Penghargaan Ulang Tahun Perkawinan ke 25 untuk pasutri Hadrianus Herlambang Doddy dan Kresensia Maria Nia.

Nama-nama pasutri yang merayakan ulang tahun perkawinan bulan Oktober 2026.

1. Victorianus & Margaretha Lifanny (Lingkungan Santo Stefanus), HUT Perkawinan ke 9, Tgl. 6 Oktober 2017.

2. Gabriel Suhandi & Elva Margareta Gunadi (Lingkungan Santo Fransiskus Xaverius), HUT Perkawinan ke 14, Tgl. 7 Oktober 2012.

3. Hadrianus Herlambang Doddy & Kresensia Maria Nia (Lingkungan Santa Bernadeth), HUT Perkawinan ke 25, Tgl 7 Oktober 2001.

4. Andreas BS & Yohana Muwartiningsih (Lingkungan Santa Catharina), HUT Perkawinan ke 30, Tgl. 19 Oktober 1996.

Leave a Reply


2 + 5 =