Misa Perutusan Kontingen PESPARANI Kota Palembang

October 21, 2026
Misa Perutusan Kontingen PESPARANI Kota Palembang

PALEMBANG – LP3KD (Lembaga Pembinaan dan Pengembangan PEPSARANI Katolik Daerah) Provinsi Sumatera Selatan mengadakan kegiatan PESPARANI (Pesta Paduan Suara Gerejani) Katolik Kedua Provinsi Sumatera Selatan yang akan diadakan 23-25 Oktober 2026 di Sekolah Kusuma Bangsa Palembang dan diikuti sebanyak 727 peserta dari Kontingen Kabupaten dan Kota Palembang. Kegiatan ini merupakan momentum bagi umat Katolik untuk semakin menghayati iman, mengembangkan talenta serta mempererat persaudaraan melalui seni dan nyanyian liturgi, dengan tema : Berjalan Bersama Dalam Harmoni Iman, Bersaksi Dalam Kasih Di Tengah Keberagaman, Mewujudkan Sumsel Maju Melalui Persaudaraan.

Sebanyak 201 peserta dari Kontingen PESPARANI Kota Palembang akan mengikuti lomba paduan suara, mazmur, cerdas cermat rohani dan bertutur kitab suci. Menjelang kegiatan Kontingen PESPARANI Kota Palembang mengikuti Misa Perutusan bersama di Gereja Santo Yoseph Palembang, Selasa 20 Oktober 2026 pukul 18.00 Wib. Misa Perutusan dipimpin oleh RD. Chanel Doroteus Odjan Soge didampingi oleh RD. Aloysius Albertri Danier yang dihadiri oleh peserta, panitia, orang tua, Pengurus PESPARANI Kota dan Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam homilinya Romo Chanel menyampaikan, bahwa  besar atau kecil talenta yang kita dapat di dalam kehidupan kita, semuanya terjadi atas rencana dan kehendak Allah, Allah menjadi penguasa tunggal atas hidup manusia dan menjadi asal dari segala keberadaan manusia. Dalam bacaan Injil kita menemukan begitu besar rencana Allah kepada mereka yang senantiasa setia menantikan kedatangan Tuhan. Orang yang menantikan kedatangan Tuhan hendaklah pinggangnya senantiasa terikat, artinya, iman juga lahir dari pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan setiap hari. Injil yang kita dengarkan  hari ini mengisyaratkan kepada kita tentang kerja nyata.  Pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan setiap hari  adalah untuk mendapatkan sesuatu, untuk mendapatkan kesejahteraan di dalam hidup.

Ketimpangan yang terjadi adalah bahwa orang kerap kali menimbun harta kekayaan lalu melahirkan ego sentris yang begitu besar. Orang lupa ketika sudah bergelimang harta, lupa terhadap sesama mereka yang berkekurangan. Memberi tidak selalu berarti tentang uang juga dapat berarti memberi waktu untuk mereka yang sedang kesepian, memberi senyum untuk sesama kita yang kita jumpai di dalam dan di di luar Gereja. Berilah perhatian kepada mereka yang mungkin terlupakan, beri pengampunan kepada mereka yang bersalah, penghiburan kepada mereka yang menderita dan jangan pernah menunggu berkelimpahan. Saat itu mulai tergerak inisiatif untuk memberi, sebab tindakan kasih sejati tidak menunggu ketika kita memiliki segalanya. Kasih menggerakkan kita untuk berbagi, bahkan ketika kita tidak memiliki seberapa banyak, tetapi kasih memanggil kita untuk memberi. Tangan yang memberi dengan tulus mungkin akan kehilangan sesuatu, tetapi hati yang mengasihi tidak akan pernah membuat kita menjadi miskin.

Sementara itu Andreas, Ketua PESPARANI Kota Palembang dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pengurus dan seluruh Panitia yang akan melaksanakan kegiatan Pesparani pada tanggal 23 sampai dengan 25 Oktober 2026 mengucapkan terima kasih kepada Romo Chanel dan Danier yang telah memberikan Misa Perutusan pada sore ini semoga apa yang menjadi harapan kami dapat tercapai. Terima kasih kepada seluruh Tim yang akan berlomba, kepada orang tua yang hari ini mendukung. Kami juga mengajak kepada seluruh orang tua, tim, panitia dan peserta untuk dapat hadir dalam Perayaan atau dalam kegiatan lomba yang akan dilaksanakan dari tanggal 23 sampai 25 Oktober 2026 di Kusuma Bangsa, kami butuh supportnya, semoga dukungan orang tua, Bapak, Ibu sekalian bisa membawa kemenangan untuk Kota Palembang.

Peserta PESPARANI Katolik Kedua Sumatera Selatan berasal dari : LP3KD Kabupaten OKU, Kabupaten OKU Timur, Kabupaten OKI, Kabupaten Lahat, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Lubuk Linggau, Kota Prabumulih dan Kota Palembang dengan lomba : paduan suara, mazmur, cerdas cermat rohani dan bertutur Kitab Suci.

Leave a Reply


1 + 6 =