Penggalangan Dana Gereja Stasi Ratu Cinta Damai Hijrah Mukti

February 17, 2018
Penggalangan Dana Gereja Stasi Ratu Cinta Damai Hijrah Mukti

 

      

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD. Makrius Samandi

Hari Sabtu dan Minggu, 3 dan 4 Februari 2018 Paroki Santo Yoseph Palembang kedatangan tamu warga Bayung Lencir yang mengadakan penggalangan dana untuk pembangunan Gereja Stasi Ratu Cinta Damai Hijrah Mukti. Perayaan Ekaristi Sabtu 3 Februari 2018 pukul 17.30 Wib dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Stefanus Palembang RD. Makrius Samandi yang didampingi oleh RD. Stefanus Surawan dan Frater Markus.

Dalam homilinya RD. Makrius Samandi mengatakan maksud Allah mengutus Yesus ke dunia adalah supaya banyak orang yang percaya kepada Allah. Marilah kita beriman kepada Tuhan dan terus mencarinya, Allah tidak pernah meninggalkan kita sendirian dan selalu bersama kita, Allah selalu senastiasa siap menenerima kehadiran kita dengan segala kelemahan dan kerapuhan  kita,  Tuhan menerima kita apa adanya, manusia harus membuka hati untuk mengenal Allah sendiri dan sebagai umat beriman kita harus senantiasa mencari Tuhan  dalam hidup kita. Marilah kita jadikan Sabda Tuhan ini menjadi pelita atau penuntun dalam hidup kita sehingga  semakin beriman kepada Tuhan dan selalu mencari Dia dan kehendakNya setiap hari.

      

Suasana Perayaan Ekaristi dalam rangka penggalangan dana Stasi Ratu Cinta Damai Hijrah Mukti Bayung Lencir

Sebelum berkat penutup RD. Makrius Samandi menjelaskan tentang tujuan kedatangan rombongannya sebanyak 16 orang untuk penggalangan dana di Paroki Santo Yoseph Palembang.  Paroki Santo Stefanus Talang Betutu mempunyai 23 stasi dan salah satunya adalah Stasi Ratu Cinta Damai Hijrah Mukti perjalanan ke stasi ini memakan waktu 5 jam naik mobil. Tahun 2000 di wilayah Desa Mangsang Kecamatan Bayung Lencir mereka membuka lahan hutan produksi untuk bercocok tanam, jumlah umat Katolik ada 22 jiwa atau 7 kepala keluarga yang beribadah di rumah secara bergiliran dan baru pada tahun 2002 mulai dibangun Gereja Ratu Cinta Damai, gereja sederhana dengan dinding papan ukuran 6 X 11 meter.

Tahun 2015 seiring bertambahnya umat Katolik yang saat ini berjumlah 104 jiwa atau 27 kepala keluarga, maka gereja yang lama sudah tidak layak digunakan lagi, maka dibangunlah kapel  dengan ukuran 9 X 20 meter di tempat yang sama dengan dana sebesar Rp. 725.115.000,-Proses pembangunan Gereja selama ini dikerjakan secara bergotong royong dan sudah berjalan sampai tahap pekerjaan penggalian tanah, pondasi, pekerjaan beton tiang dan ring, tembok dinding dan atap.

      

Umat dari Gereja Stasi Ratu Cinta Damai Hijrah Mukti Bayung Lencir

Saat ini pembangunan terhenti karena tidak ada dana padahal masih banyak biaya yang dibutuhkan untuk membuat pintu, jendela, lantai keramik, semen, pasir, altar, mimbar, tempat duduk umat, cat dinding dan lain-lain. Diharapkan pada kesempatan  yang baik ini umat Paroki Santo Yoseph Palembang dapat mengulurkan bantuannya untuk pembangunan kembali Gereja Stasi Ratu Cinta Damai Hijrah Mukti Bayung Lencir. Persembahan kasih bisa dimasukkan ke dalam amplop yang sudah dibagikan atau bisa melalui nomer rekening : BCA 0213383814 atas nama Paroki Santo Stefanus Palembang.

Leave a Reply


6 + 1 =