Senin 3 Juni 2019 merupakan hari yang istimewa, ribuan umat menghadiri Perayaan Syukur 25 Tahun Tahbisan Imamat RD. Yohanes Kristianto dan 70 Tahun Tahbisan Imamat Rm. Jean Felix Moriceau, MEP di Gedung Serbaguna Stasi Tegal Arum Paroki Santo Petrus & Paulus Baturaja, pukul 08.00 Wib diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh. Uskup Agung Palembang Aloysius Sudarso, SCJ didampingi oleh Uskup Tanjung Karang Yohanes Harun Yuwono, Pr.

RD. Yohanes Kristianto, kelahiran Sindang 27 Desember 1965 yang ditahbisan di Curup 26 Mei 1994 memiliki moto : Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia dan Rm. Jean Felix Moriceau, MEP lahir 8 Nopember 1925 dan ditahbiskan di Paris 29 Mei 1949. Acara ini juga dihadiri oleh keluarga RD. Yohanes Kristianto dan Rm. Jean Felix Moriceau, MEP serta anggota DPH Santo Yoseph Palembang, C. Wintoko, Yakobus Salim, A. Daris Awalistyo dan Leo Hidayat. Perayaan Ekaristi diawali dengan perarakan petugas liturgi dan imam yang disambut dengan tarian tor-tor hingga ke depan altar.
Dalam homilinya Uskup Agung Palembang Aloysius Sudarso, SCJ mengatakan tugas imam yang sudah dijalankan oleh RD. Yohanes Kristianto dan Rm. Jean Felix Moriceau, MEP adalah menjadi persatuan dengan mempersatukan umat dengan Yesus Kristus Imam Agung yang telah membagikan imamatnya bagi kita yang sudah dipermandikan juga bagi imam-imam yang sudah ditahbiskan dan dikuduskan. Dengan kebersamaan Tuhan menguduskan kita dan imam yang ditahbiskan menjaga kekudusan supaya kita semakin bersatu dengan Tuhan dalam suka, duka dalam menjalankan hidup kita dan dilanjutkan dalam sakramen. Sebagai imam harus terus-menerus membangun sentuhan Tuhan dalam hidupnya.

Para imam khususnya Rm. Kris & Rm. Jean telah berusaha berjanji dalam kekudusan itu melalui ketaatan kepada Gereja, melayani Gereja, bersatu dalam suka dan duka untuk Gereja dan kesetiaan diungkapkan dengan selibat. Dengan selibat ingin mengungkapkan persatuan istimewa, penyerahan diri diri sepenuhnya kepada Tuhan supaya dapat melayani umat tanpa memikirkan diri sendiri. Kesetiaan para imam, asal bersedia, terbuka memanfaatkan kehadiranNya yang tidak pernah meninggalkan Gerejanya.
Bagi para imam yang sedang merayakan pesta ini dalam hidup harus olah rohani, berarti harus membiarkan Roh Allah berkarya, membimbing, memperbaiki hidup kita supaya dapat dipakai Tuhan utk melayani umat beriman yang dikuduskan oleh Tuhan. Kita berterima kasih atas kesediaan para imam, kesetiaan kepada Gereja oleh para imam yang merayakan imamatnya, semoga kekudusan dipelihara, kesatuan dengan Tuhan dipelihara untuk diutus kepada semua orang supaya dikuduskan.

Kita bersyukur atas ke 2 romo yang merayakan imamat, yang ingin menghayati imamat Yesus Kristus dan mendoakan agar seluruh umat yang telah menerima Yesus Kristus juga bersatu, dikuduskan dan diselamatkan. Kita dalam kebersamaan adalah Gereja umat Allah yang di seluruh dunia dipersatukan oleh Tuhan, kita bukan kesatuan sempit maka kesatuan Tuhan mengharapkan keaneka ragaman yang diungkapkan dalam persatuan.
Kita bersyukur atas semangat dan spirit yang sudah diungkapkan dalam hidup sebagai imam oleh Rm. Kris yang nampak dalam pelayanannya dan Rm. Jean dengan usia yang sudah melebihi kita semua, masih tetap setia, memberikan semangat, penyertaan dan contoh hidup bagi kita semua. Semoga kita yang dilayani oleh imam-imam ini mengharapkan agar iman juga tumbuh berkembang dan menemukan kesatuan, membangun kesatuan, kekudusan dalam hidup, membangun kebersamaan dan rela diutus karena masih banyak orang yang membutuhkan iman akan Yesus Kristus.

Terima kasih kepada para imam dan umat yang setia pada iman, membuat Gereja bisa menampakkan karya Tuhan, persatuan Tuhan di tengah keluarga, orang muda, di tengah kesulitan jatuh dan bangun dalam penderitaan. Semoga wajah Tuhan nampak melalui komunitas kita sebagai Gereja oleh karena berkat para imam yang rela menghidupi imamatnya dengan setia sehingga membuat kita semua bersuka cita. Kesalehan, kesetiaan imam adalah sukacita bagi umat Allah dan Gereja. Terima kasih juga bagi keluarga Rm. Kris dan Rm. Jean yang mendukung dan seluruh umat yang mencintainya serta bekerjasama untuk membangun kesatuan sebagai umat Allah. Rm. Jean yang juga menemani para imam terutama dalam perjalanannya dan masih melayani umat semoga berkat kesetiaan para romo ini, juga membantu kita bagaiman harus setia.
Ketua DPP Paroki Santo Petrus dan Paulus Baturaja, M. Yusup Sofian menyatakan perayaan imamat ini merupakan peristiwa agung dan sakral ,suatu moment istimewa perjalanan yang panjang dalam menjalani panggilan imamat yang banyak mengalami sukacita, tantangan dan rintangan dalam menggembalakan umat di wilayah Keuskupan Agung Palembang. Perayaan pesta imamat ini memang menjadi semangat dalam penggembalaan dan menjadi spirit bagi para imam untuk menjalankan karya pewartaanNya, semoga selalu dianugerahi kesehatan, kebijaksanan, setia dalam panggilanNya dan diberikan rahmat kerendahan hati supaya tetap mengandalkan Tuhan yang berkarya, tetap semangat serta tidak surut dalam pelayanan dalam berbagai kondisi, tetap bersukacita dan gembira.

Sementara itu RD. Yohanes Kristianto dalam sambutannya menyampaikan dalam perjalanan hidup panggilan ada suka duka, rasa syukur, sukacita dan kegembiraan. RD. Yohanes Kristianto bergembira karena ditahbiskan oleh Mgr. Aloysius Sudarso 26 Mei 1994 yang diangkat menjadi uskup dan menjadi bagian dari perjalanan imam di Keuskupan Agung Palembang. Thn 1976 Rm. . Jean Felix mendarat di Baturaja unttk berkarya selama 1 tahun dan 70 tahun imamatnaya Rm. Jean merupakan inspirator di Curup yang ikut serta merawat dan ikut menyuburkan benih panggilan Rm. Kris. Rm. Jean sangat peduli, perhatian, menyemangati menemani sampai selesai studi hingga ditahbiskan. Kenagan yang sangat berkesan adalah kesetian Rm. Jean dan memberikan hadiah piala. Keluarga juga memiliki peran yang besar dengan doa yang tak putus. Terima kasih juga untuk semua umat yang ikut mendukung di Paroki Santa Maria Palembang dan Paroki Santo Yoseph Palembang.
Rangkaian Perayaan Syukur Tahbisan Imamat Rm. Yohanes Kristianto dan Rm. Jean Felix Moriceau, MEP diakhiri dengan potong tumpeng dan kue ulang tahun, santap siang bersama serta menyaksikan pentas seni.
