PALEMBANG – Satu persatu calon penerima krisma maju ke depan dan Pastor Felix Astono Atmojo, SCJ mengurapi dahi calon dengan minyak krisma dan berkata : …… (nama calon) …… Terimalah Tanda Karunia Roh Kudus. Itulah tanda secara resmi 150 calon krisma di paroki Santo Yoseph Palembang menerima sakramen penguatan/pengurapan, yang dilaksanakan dalam Perayaan Ekaristi hari Minggu 23 November 2014 bertepatan dengan Perayaan Kristus Raja Semesta Alam.
Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Pastor Felix Astono, SCJ dalam pesannya mengatakan : “ Orang yang menerima Sakramen penguatan/pengurapan sering disebut juga yang diurapi, harus terlibat sercara aktif, utuh dalam martabat Kristus yang terurapi dan sepenuhnya menjadi milik
Kristus ”. Buah konsekuensi dari sakramen krisma adalah pemusatan kristus dalam hidup kita. Semua perkataan, pikiran, karya dan tindakan dimanapun dan kapan bersifat kristiani mengalir dan menuju kepada Kristus. Menjadi saksi Kristus artinya menjadi tolok ukur/ciri seorang domba karena Kristus menjadi sumber dan arah dari segala hal yang ada. Menjadi saksi Kristus menjadikan hidup kita sebagai wajah/wahana kepedulian Allah bagi dunia ini dan sesama kita.
Bagi penerima krisma yang harus diperbuat adalah menjadi saksi Kristus dalam gereja, dalam pekerjaan, dan dalam hidup bermasyarakat sesuai dengan kehendak Allah. . Tidak hanya menerima Roh Kudus tetapi dibarengi upaya yang jelas dalam menjalankan kehidupan. Dengan bertambahnya 150 orang ini sebagai warga gereja yang dewasa dalam Kristus, akan menumbuhkan harapan besar bagi Paroki Santo Yoseph Palembang untuk bertumbuh berkembang dalam pembangunan umat sebagai persekutuan yang semakin hidup.
Sementara itu pastor Paroki Santo Yoseph Palembang, Romo Florensius Rakidi, Pr menyatakan setiap tahun Paroki Santo Yoseph Palembanng memberikan kesempatan kepada umat yang ingin menerima krisma mulai usia 14 s/d dewasa dan mereka dipersiapkan selama 4 bulan. Semoga mereka yang sudah menerima sakramen krisma semakin disempurnakan menjadi murid Kristus, karena itu mereka diutus bukan hanya menjadi murid tetapi berani menjadi saksi Kristus.
Seusai acara penerimaan sakramen pengurapan diadakan acara foto bersama dan ramah tamah bertempat di aula gedung serba guna Santo Yoseph Palembang, dihadiri oleh Vikjend Pastor Felix Astono Atmoji, SCJ, Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang Pastor RD. Florensius Rakidi, Pr, Pastor Rekan RD. Agustinus Giman, Pr, para pendamping dan semua penerima sakramen krisma. Acara diisi dengan : sebuah pementasan drama oleh adik-adik seminari Santo Paulus Palembang dan diakhiri dengan santap bersama serta pembagian sertifikat penguatan.
Komentar salah seorang penerima sakramen krisma :
Bapak Chandra – Guru/Dosen (63 Thn)
Motivasi ingin mengikuti sakramen krisma karena “ lupa ” dan pernah mendapat cobaan dalam hidup. Selama mengikuti persiapan sakramen krisma, saya diajak mengenal Kristus dan diperkuat supaya tahan terhadap godaan iman. Satu pesan dari Vikjend Pastor Felix Astono Atmojo, SCJ yang sangat berkesan adalah agar kita menjadi agak militan menjadi teguh dalam iman dan menjadi saksi Kristus.



