Pemilu 2019 Damai dan Berkulitas

April 15, 2019
Pemilu 2019 Damai dan Berkulitas

” Pemilu 17 April 2019 mendatang diharapkan bisa berjalan lancar, damai dan berkualitas serta menghasilkan orang-orang terbaik akan yang terpilih nanti, ” demikian dikatakan RD. Guido Suprapto dalan homilinya pada Misa Pemilu Damai di Gereja Santo Yoseph Palembang, Senin 15 April 2019 pukul 18.00 Wib.

Misa Pemilu Damai ini dihadiri oleh umat Sedekanat I dan para Caleg dari Keuskupan Agung Palembang. Dalam Misa ini umat juga diajak untuk berdoa bersama agar Pemilu nanti berhasil dengan baik, terlaksana dengan tertib dan damai sehingga cita-cita reformasi yang selama ini dirintis oleh pemerintah bersama masyarakat dapat diwujudkan dan dikembangkan. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD. Laurentius Rakidi didampingi oleh RD. Guido Suprapto dan Romo Riyanto, SCJ juga diikuti oleh 15 Imam dari Keuskupan Agung Palembang.

RD. Guido Suprapto dalam homilinya menyatakan bahwa umat Katolik memiliki identitas sebagai garam dan terang untuk memberikan yang terbaik di tengah-tengah masyarakat dan bangsa ini. Gereja Katolik Indonesia direfleksikan untuk menjadi Gereja yang kehadirannya relevan dan signifikan untuk ikut ambil bagian dalam mensukseskan terselenggaranya pemilu agar berjalan lancar dan berkualitas serta menghasilkan orang yang terbaik menjadi pemimpin bangsa ini mendatang.

Keterlibatan dalam mensukseskan pemilu bukan hanya didasarkan pada kesadaran hak dan kewajiban tetapi sebagai panggilan dan perutusan. Pemilu yang merupakan agenda bangsa dan negara ini ingin dikuti oleh umat Katolik dengan komitmen spiritual yang tinggi, yaitu : panggilan dan perutusan untuk menciptakan suasana yang damai, ikut serta mengawal sehingga pemilu berjalan dengan baik dan berkualitas.

Umat Katolik akan memberikan yang terbaik kepada Allah dengan mengungkapkan bakti dan kasih kepada bangsa dan negara. Cinta kasih, bakti kasih kepada masyarakat, bangsa dan negara adalah hal yang sangat baik untuk diberikan kepada Allah dari perwujudan iman kita. Landasan dasar bagi keterlibatan umat Katolik pada pemilu yang akan datang sangat kuat. Gagasan-gagasan dasar yang memberikan dukungan kepada kita dengan mengenang pahlawan Katolik untuk senantiasa menyadari sepenuhnya bahwa uma Katolik adalah 100 % Katolik dan 100 % Indonesia.

Umat Katolik harus ikut menentukan masa depannya dengan ikut terlibat pada pemilu yang akan datang dan ini merupakan kesempatan untuk menentukan masa depan diri kita, masyarakat dan bangsa. Maka kita berdoa, terlibat dan berjuang untuk mensukseskan pemilu supaya berjalan dengan damai dan berkualitas.

Pemilu adalah amanat konstitusi dan bangsa kita memilih sistem politik demokrasi sehingga memilih pemimpin dijalankan dengan pemilu. Oleh karena itu kita khususnya dan masyarakat bangsa ini harus menyambut dan menerima pemilu itu sebagai pesta demokrasi. Gereja tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam pemilu karena menjadi sarana bagi bangsa dan masyarakat mewujudkan cita-cita bersama serta mengungkapkan kedaulatan rakyat dengan memilih pemimpin bangsa ini sebagai presiden, wakil presiden, anggota DPR dan DPD. Semoga pemilu ini berjalan lancar, berkulaitas dan menghasilkan pemimpin yang sungguh-sungguh menjadi harapan kita.

Leave a Reply


2 + 4 =