Ratusan umat Paroki Santo Yoseph Palembang mengikuti Perayaan Pesta Bertobatnya Santo Paulus dan dalam rangka Tahun Baru Imlek, Sabtu 25 Januari 2020 pukul 08.00 Wib yang dipimpin oleh RD. Laurentius Rakidi didampingi oleh 8 Imam dan 2 Diakon. Melalui Perayaan Tahun Baru Imlek umat diajak untuk bersyukur atas segala penyertaan Tuhan pada tahun yang lalu dan mohon berkat dari Tuhan untuk menjalani kehidupan di hari-hari mendatang supaya kita senantiasa bisa merasakan kasih dan bantuan dari Tuhan, merasakan kedamaian, sukacita dan ketentraman dalam menjalani kehidupan sshari-hari. Kita juga diajak untuk menimba pelajaran dari peristiwa bertobatnya Rasul Paulus kareena pertobatan sebagai syarat bagi kita kalau sungguh-sungguh mau merasakan kedamaian dan sukacita dalam hidup kita.

Pada homilinya RD. Rakidi mengajak umat untuk bersukacita merayakan tahun baru Imlek dan Pesta Bertobatnya Rasul Paulus dalam relasi dengan manusia supaya menjaga kerukunan dan bersedia bergaul, berdamai dan bersahabat dengan siapa saja dan jangan menghujat sesama manusia. Pesan tahun baru Imlek ini sangat bagus dan mari kita bersahabat dengan siapa saja, berdamai dan tidak saling menghujat karena meruoakan syarat untuk sungguh-sungguh hidup nyaman di dunia. Jika pesan ini sungguh-sungguh diterapkan dalam hidup sehari-hari maka kita akan meraskan kedamaian dan sukacita.
Dalam tahun tikus logam ini dalam hal ekonomi kita diajak untuk saling membantu, mendukung dan bergotong royong agar kondisi ekonomi stabil dan semakin meningkat. Jangan saling mencuri dan menipu ini harus dihindari karena kalau ini terjadi akan menghancurkan relasi dengan sesama dan merusak perekonomian kita. Hal-hal positif yang bisa kita petik melalui Tahun Baru Imlek ini, yaitu : kreatif untuk membangun kebaikan bersama, jujur, murah hati, ambisius untuk hal-hal tertentu, cepat bertindak untuk melakuka sesuatu bagi kebaikan bersama dan hemat.

Kita diajak untuk belajar dari semangat pertobatan Rasul Paulus yang sungguh-sungguh memberikan dirinya untuk Kristus setelah bertobat dan berhasil dalam tugas pewartaannya ke berbagai penjuru dunia. Semangat pertobatan menjadi syarat utama kalau kita mau berhasil, menjadi semakin baik dan sempurna dalam menghayati hidup ini. Selain itu kit juga harus berani selalu bertobat, mengubah haluan hidup kalau kita dalam keadaan yang tidak benat, kita harus berani mengikuti pola hidup yang benar seperti diwartakan dan diteladankan oleh Kristus. Hal itulah yang akan membuat relasi kita dengan sesama menjadi baik dan hidup kita penuh dengan kesejahteraan serta kedamaian.

Sebagai orang Katolik kita diajak untuk membawa kabar sukacita, kabar gembira, mewartakan Injil dan membaptis orang-orang yang percaya kepada Kristus, kalau tugas ini sungguh-sungguh dihayati dalam hidup kita melalui sikap, perbuatan dan perkataaan di tengah keluarga, masyarakat, dimanapun kita berada maka kita ikut ambil bagian untuk membuat situasi berkembang semakin baik. Semoga di tahun baru Imlek ini dan hari-hari selanjutnya kita akan mendapatkan sukacita, kesejahteraan dan keselamatan.
Seusai Perayaan Ekaristi umat mendapatkan jeruk dan anak-anak mendaoat angpo yang dibagikan oleh Para Imam di dalam Gereja, sementara di halaman Gereja Santo Yoseph Palembang umat bisa menyaksikan pertunjukan yang dibawakan oleh Barongsai Nacha Palembang.

