Mari Menghayati Kemerdekaan Dengan Setia dan Taat Kepada Allah

August 19, 2024
Mari Menghayati Kemerdekaan Dengan Setia dan Taat Kepada Allah

HUT ke 79 RI dirayakan oleh seluruh rakyat Indonesia termasuk umat Paroki Santo Yoseph Palembang dengan mengikuti Perayaan Ekaristi sekaligus Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Sabtu 17 Agustus 2024 pukul 17.30 Wib. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD. Yohanes Agung Apriyanto didamppingi oleh RD. Hyginus Gono Pratowo dan RD. Dionisius Anton Liberto, diawali dengan perarakan pembawa bendera merah putih dan petugas liturgi ke dalam Gereja dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh umat yang hadir.

Dalam homilinya Romo Agung mengatakan sangat bersyukur  bahwa sangat- meriah perayaan untuk 17 Agustus yang kita rayakan hari ini  yang secara khusus kita rayakan dalam Ekaristi Sejak seminggu yang lalu kita telah bersama-sama ingin menyongsong perayaan ini dengan jalan santai, lalu juga ada senam, lalu ada aneka lomba untuk anaka-anak, pertandingan tenis meja dan gaple. Kami di depan melihat kayak pelangi, macam-macam warnanya ada yang merah, putih umat berpakain sangat bervariasi dan ini menunjukkan  kebhinekaan kita,  mungkin dalam arti tertentu  ada yang merah, putih, hijau, biru dan lain sebagainya.  OMK juga istimewa memakai pakaian-pakaian adat dan juga mungkin diantara kita juga menggunakan pakaian adat, semua yang kita lakukan pada hari ini untuk menyongsong kemerdekaan kita.

Hari ini kita rayakan  secara khusus adalah ungkapan  rasa syukur kita, kegembiraan kita  atas perjuangan  yang telah dilakukan oleh para pahlawan,  dimana mereka memberikan hidup mereka  untuk memerdekakan bangsa kita, bangsa Indonesia. Namun kita sebagai umat Kristiani  sebagai umat Katolik kita juga diajak untuk melihat kemerdekaan itu bukan hanya dalam arti tertentu tetapi juga melihat kemerdekaan dalam konteks iman kita sebagai orang Katolik. Tuhan Yesus telah menganugerahkan kepada kita  kemerdekaan sejati  bukan hanya kemerdekaan dalam arti bahwa  kita dibebaskan dari penderitaan  dan juga dari penjajahan secara fisik manusiawi  tetapi kita juga dibebaskan dari dosa  dan juga segala bentuk  dalam penindasan ataupun juga  dalam hal spiritualitas kita.

Santa Maria yang kita rayakan  perayaan Hari Raya Kenaikanny ke Surga pada hari ini memberi kita suatu inspirasi  dalam cara hidupnya dan pengabdiannya kepada Allah untuk menjaga dan juga kita selalu  mengisi kemerdekaan kita sebagai orang Kristiani  dalam kemerdekaan yang sejati. Kemerdekaan rohani yang ia miliki dengan seutuhnya dalam dirinya, menyerahkan hidupnya kepada kehendak Allah sendiri.  Bunda Maria menghayati kemerdekaan rohani, kemerdekaan yang sejati itu  bukan hanya dalam konteks terbebas  dari penderitaan atau dari tantangan hidup tetapi sungguh-sungguh memberikan hidupnya  dimana Bunda Maria memberikan dirinya  seutuhnya kepada kehendak Allah meskipun akan ada banyak tantangan, dia tahu bahwa akan ada banyak tantangan  yang harus ia alami dan hadapi. 

Bunda Maria mengajarkan kepada kita semua  bagaimana menghayati kemerdekaan  sebagai orang-orang Kristiani  agar kita juga selalu hidup dalam kebebasan dari keterikatan  hal-hal yang bersifat duniawi  dan juga dari dosa dan sebaliknya kita senantiasa setia  untuk melaksanakan  kehendak Allah dan menyerahkan hidup kita kepada Allah sendiri dan hidup di dalam kasihnya meskipun tantangan dan penderitaan  akan kita hadapi, kita belajar dari teladan Bunda Maria  akan kesetiaan dan ketatannya  kepada Allah sendiri.

Kita semua dipanggil sebagai umat Allah  agar kita juga  senantiasa menyerahkan, mempersembahkan hidup kita  kepada Allah sendiri dan kita juga setia melaksanakan kehendaknya dalam kehidupan kita  sehari-hari sebagai wujud  persembahan diri kita kepada Allah  dan penyerahan hidup kita kepada Allah sendiri. Kita juga berani dipakai oleh Allah  untuk menjadi tanda kasih  dan juga tanda rahmatnya, berkatnya  bagi orang-orang dan masyarakat di sekitar kita. Semoga  kita juga senantiasa  mau untuk membuka diri kita  agar Allah sendiri  juga menuntun langkah dan perjalanan hidup kita masing-masing.

Seusai Perayaan Ekaristi umat diajak untuk mengikuti pesta rakyat yang diadakan di halaman Gereja Santo Yoseph dengan menikmati tumpeng yang sudah didoakan dan diberkati oleh Romo Gono secara simbolis. Umat Wilayah dan Lingkungan terlibat langsung dengan mempersiapkan tumpeng dan makanan kecil yang dinikmati oleh seluruh umat yang hadir. Dalam kesempatan ini juga dilakukan penyerahan hadiah kepada para juara untuk pertandingan tenis meja dan gaple berupa uang pembinaan.

Seusai Perayaan Ekaristi umat diajak untuk mengikuti pesta rakyat yang diadakan di halaman Gereja Santo Yoseph dengan menikmati tumpeng yang sudah didoakan dan diberkati oleh Romo Gono secara simbolis. Umat Wilayah dan Lingkungan terlibat langsung dengan mempersiapkan tumpeng dan makanan kecil yang dinikmati oleh seluruh umat yang hadir. Dalam kesempatan ini juga dilakukan penyerahan hadiah kepada para juara untuk pertandingan tenis meja dan gaple berupa uang pembinaan.

Berikut ini nama-nama para pemenang :

Pertandingan gaple :  Juara 1 :  Asuan & Andreas, Juara 2 :  Jimmy & B.Hermawan dan Juara 3 : Joko & Ayaw

Pertandingan tenis meja single putra : Juara 1 : Daryadi, Juara 2 : Joni,

Juara 3 : Jimmy dan Widi

Pertandingan tenis meja ganda putra : Juara 1 : Daryadi & Nicolas

Juara 2 : Jimmy & Prasetyo, Juara 3 : Thomas & Novam, Joni & Sukidi

Leave a Reply


1 + 6 =