Persiapan Indonesia Menyambut Kunjungan Paus Fransiskus

August 31, 2024
Persiapan Indonesia Menyambut Kunjungan Paus Fransiskus

Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Sedunia sekaligus Kepala Negara Vatikan, Paus Franciskus, akan mengadakan perjalanan apostolik ke Indonesia, Papua New Guinea, Timor Leste dan Singapura mulai tanggal 2 sampai 13 September 2024. Kunjungan Paus Fransicus membawa misi tentang persaudaran dan kemanusiaan untuk seluruh dunia dengan tema : Iman, persaudaraan dan bela rasa dan hal ini merupakan momen bersejarah dan sangat penting bagi umat Katolik di Indonesia, serta menjadi bagian dari upaya memperkuat tali persaudaraan antar umat beragama. Para uskup yang hadir itu jumlahnya sekitar 60 orang, dua orang Kartinal dari Vatikan, 3 uskup dari Vatikan, 10 uskup dari Asia, 1 uskup dari Australia, dan 44 dari Indonesia.

Indonesia akan menjadi negara pertama dalam rangkaian kunjungan ini pada tanggal 3 sampai 6 September 2024 kemudian melanjutkan kunjungan  ke Papua New Guinea, Timor Leste, Vanimo, Dili Timor Leste dan Singapura  sampai 13 September 2024. Paus Fransiskus adalah Paus ketiga yang berkunjung ke Indonesia, yang pertama Paus Santo Paulus VI, pada tanggal 3 sampai 4 Desember 1970, 19 tahun kemudian, Paus yang kedua berkunjung, Paus Santo Yohanes Paulus II, pada tanggal 9 sampai 14 Oktober 1989 dan  sesudah 35 tahun, Paus Franciscus mengunjungi Indonesia. Jumlah rombongan utama Sri Paus sekitar hampir 50 orang dan juga ditambah 88 jurnalis yang ikut terbang dari Roma nanti kembalinya ke Roma. Berangkat tanggal 2 September 2024 dari Roma dan akan kembali ke Roma tanggal 13 September 2024

Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Panitia Pengarah, dalam Konferensi Pers 28 Agustus 2024 menyampaikan bahwa Konferensi Waligereja Indonesia bekerja sama dengan Nunsio Apostolik Tahta Suci, Vatikan (Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia)  sejak bulan April 2024  membentuk kepanitiaan dan sebagai Ketua Panitia,   Ignasius Jonan yang sudah bekerja mempersiapkan segala sesuatu sampai saat ini. Ada 56 panitia inti dan 107 relawan inti serta ribuan relawan-relawan lain yang berkoordinasi dan kerjasama dengan pemerintah dan otoritas setempat,  untuk mengatur logistik, koordinasi keamanan, transportasi, protokol kesehatan serta publikasi media. Untuk media sekitar  700 an yang sudah terakreditasi. temasuk 80 orang yang ikut rombongan dengan Paus dan dari Indonesia ada 3 media yang mengikuti perjalanan Paus, dari Roma sampai kembali ke Roma.

Terima kasih kepada pemerintah Republik Indonesia, yang telah menunjukkan kesungguhan hati dalam menyambut Sri Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik sekaligus sebagai pemimpin negara Vatikan., maka untuk mendukung kelancaran Misa pada tanggal 5 September 2024, DKI Jakarta sudah mengumumkan alternatif kemungkinan untuk work from home.

Kemudian dalam koordinasi internal dan persiapan rohani, Gereja Indonesia  diminta untuk berdoa bagi kelancaran Sri Paus Franciscus, di samping panitia yang aktif ada kelompok doa  yang sekarang sudah mulai berdoa dan nanti secara intensif pada tanggal 3 sampai tanggal 6 September 2024  dari pertapaan CSE Cikanyere, 24 jam berdoa untuk kelancaran segala macam kunjungan. Di  Keuskupan dan Paroki juga mengadakan katekese dan informasi rohani.  Maka ada banyak diskusi, konferensi, hari studi berkaitan dengan Sri Paus, karena kedatangan Sri Paus ke Indonesia yang dipentingkan bukan soal kunjungannya semata, memang itu penting dan perlu dan banyak orang menantikan, tetapi bagaimana sosialisasikan berbagai ajaran serta mempraktekannya di dalam hidup kita sehari-hari.

Berkaitan dengan acara refleksi tentang nilai-nilai, ada tiga nilai yang diungkapkan dalam tema, yaitu : Faith, Fraternity and Compassion yang ditulis Sri Paus ketika menjadi Paus dalam Evangelium Gaudium. Surat apostolik pada tanggal 24 November 2013 yang menekankan pentingnya perjumpaan dengan Tuhan yang akan membawa sukacita. 

Lalu persaudaraan dengan Ensiklik Fraternity pada tanggal 3 Oktober 2020,  tentang persaudaraan dan persahabatan sosial mengajak kita untuk menjalin persahabatan karena semua orang bersaudara. Maka iman yang teguh menghasilkan persaudaraan sejati, persaudaraan sejati diungkapkan dalam rasa belaras, dalam belas ungkapan-ungkapan belas rasa.

Sejalan dengan Laudatosi 24 Mei 2015 Ensiklik yang ditulis  nomor 49, bagaimana kita membuat kebijakan-kebijakan, aktivitas dan gerakan-gerakan dalam menanggapi jeritan bumi dan jeritan orang miskin, solidaritas bela rasa pada sesama manusia dan solidaritas bela rasa pada alam semesta. 

Menurut Mgr. Antonius Bunyamin kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia tidak ada misi khusus selain misi kemanusiaan, misi persaudaraan dan ini sudah diputuskan oleh Sri Paus Fransiskus untuk datang ke Indonesia., rencananya sudah dijadwalkan sebelum Oktober/November  tahun lalu. Sebelum ada dinamika-dinamika politik yang terjadi setelah Oktober 2023, Mgr. Sunarko bersama saya bertemu dengan Sri Paus Franciscus, lalu berkata, Bapa Paus, kami Indonesia sudah siap untuk menyambut kedatangan Sri Paus sejak tahun 2020, karena rencananya adalah tahun 2020, tetapi karena covid, pada waktu itu juga bulan September direncanakan, lalu batal. Lalu Paus pada waktu itu mengatakan, saya akan pergi. Lalu saya bilang, rencananya kapan? Bukan rencana, pasti akan datang, jadi memang sudah dalam agenda.  Indonesia penting sebagai negara yang multi-etnis, multi-budaya, bahasa, agama, besar, mayoritas Islam, tapi menjadi negara yang relatif damai.   Jadi misi ini untuk kemanusiaan, bagaimana membawa harapan, justru ini penghargaan luar biasa bagi bangsa Indonesia oleh Sri Paus dengan kedatangannya, siapa tahu bangsa Indonesia  bisa menjadi agen persaudaraan, kemanusiaan untuk di Asia Tenggara atau Asia Pasifik.

Sumber Data : Konfres Persiapan Final Kunjungan Paus Fransiskus (KOMSOS KWI)

Sumber Foto : Kompas.com

Leave a Reply


9 + 1 =