Jangan Pernah Meninggalkan Tuhan Yesus dan Mari Meneladan Bunda Maria

January 1, 2025
Jangan Pernah Meninggalkan Tuhan Yesus dan Mari Meneladan Bunda Maria

Bertepatan pada tahun baru 2025, Gereja Katolik memperingati Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah. Perayaan ini menjadi suatu peringatan bahwa Bunda Maria sungguh-sungguh Bunda dari Tuhan Yesus Kristus dan perayaan ini juga meneguhkan bahwa Yesus memang sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia yang Ilahi dan juga seperti kita manusia. Umat Paroki Santo Yoseph Palembang memperingatinya dalam Perayaan Ekaristi, Rabu 1 Januari 2025 pukul 08.30 Wib yang dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo didampingi oleh RD. Yohanes Agung Apriyanto.

Dalam homilinya Romo Gono mengatakan Yesus lahir dari rahim seorang perawan yang dikandung tanpa noda, maka dari itu Gereja Katolik menghormati Bunda Maria sebagai Bunda Allah. Kita dapat menjadikan Maria sebagai panutan iman kita, maka Yesus Kristus wafat di kayu salib untuk menyelamatkan umatnya. 

Seorang Gembala pada zaman kelahiran Yesus Kristus merupakan seorang yang dianggap kecil di masyarakat. Pada waktu itu mereka dipilih untuk menjadi saksi pertama kelahiran Tuhan Yesus di dalam palungan. Malaikat mewartakan kelahiran Yesus kepada gembala-gembala yang sedang memberi makan ternaknya. Inilah bukti kecintaan Allah terhadap orang-orang kecil. Di mana gembala-gembala bersuka cita terhadap kelahiran Sang Juruselamat kita, Sang Immanuel. 

Maria yang pada waktu itu masih terheran-heran dengan perkataan gembala hanya menyimpan segala perkara di dalam hatinya. Maria berperan besar dalam mendatangkan Sang Juruselamat kita, ia melahirkan dan menjaga Yesus sampai Yesus wafat di kayu salib. Kesetian inilah yang harus menjadi dorongan bagi kita untuk tetap berteguh dalam iman akan Yesus Kristus. Sebagai Israel baru, hendaknya kita selalu percaya bahwa Allah selalu menolong dan juga menuntun hidup kita, jangan pernah hilang harapan akan Tuhan. Sebab Allah selalu ada bersama kita di dalam hati nurani kita dan juga di dalam kehidupan ini. 

Allah mengutus putranya yang tunggal untuk menggenapi dan menyelamatkan kita dari dosa, dengan penebusan itulah, kita bukan lagi menjadi seorang hamba, melainkan anak-anak Allah. Hendaknya sebagai anak-anak Allah, kita memancarkan sikap-sikap yang mencerminkan Allah itu sendiri. Bukan menjadi citra buruk bagi sesama, tetaplah menjadi orang baik dan teruslah menyebarkan kebaikan. 

Nanti sore pukul 17.00 Wib kita akan memasuki Tahun Yubilium biasa. Dimana Bapak Fransiskus, Bapa Paus kita membuka tahun ini adalah tahun belas kasih, tahun kerahiman, pengharapan yang tidak mengecewakan. Banyak saudara-saudari kita yang kehilangan arah hidup, juga mengalami keberdosaan maka di tahun ini Gereja membuka seluas-luasnya untuk mengalami belas kasih, pengampunan. 

Juga akan dibuka pintu suci (Porta Santa) di Gereja Katedral Santa Maria sebagai tanda bahwa tahun rahmat, kerahiman, tahun belas kasih telah dibuka untuk kita semua. Tanda bahwa kita adalah anak-anak Allah yang sungguh dicintai. Anak-anak Allah yang sungguh disayangi. tidak ada satupun yang boleh hilang semuanya akan dirangkul dalam kerahiman Tuhan sendiri.

Selamat untuk memasuki tahun 2025 dan juga selamat untuk nanti memasuki tahun Yubilium dimana kita diundang untuk sungguh-sungguh menyucikan hati, menyucikan diri, dan memurnikan iman kita. Dalam situasi apapun, jangan pernah meninggalkan Tuhan Yesus, dalam situasi apapun mari kita meneladani Bunda Maria, “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanMu.”

Leave a Reply


7 + 3 =