Perpisahan Lingkungan Santo Stefanus Dengan Romo Agung

September 26, 2025
Perpisahan Lingkungan Santo Stefanus Dengan Romo Agung

Setelah bertugas kurang lebih empat tahun bertugas di Paroki Santo Yoseph Palembang, RD. Yohanes Agung Apriyanto mendapat tugas pelayanan baru dari Uskup Agung Palembang, Yohanes Harun Yuwono di Penarik Muko-Muko, Bengkulu Utara. Umat Lingkungan Santo Stefanus, Wilayah Tujuh mengadakan perpisahan sekaligus Perayaan Ekaristi dan pertemuan BKSN keempat, Kamis 25 September 2025 pukul 19.00 Wib di rumah Rita, Ketua Lingkungan.

Lewat homilinya Romo Agung  mengajak untuk merenungkan dalam diri kita masing-masing sungguhkah kita sebagai orang beriman menempatkan Yesus sebagai Tuhan dalam hidup kita sehingga ada kerinduan di dalam diri kita untuk selalu berjumpa dengannya dan untuk selalu menjalin relasi yang akrab dengannya. Kita mendasari  sungguh ingin berjumpa dengan Yesus dan sungguh mendapatkan kedamaian.  Kita membutuhkan Dia bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup kita  karena Tuhan Yesuslah yang berkuasa atas hidup kita, tanpa Dia kita tidak bisa berbuat apa-apa. Keselamatan kita juga ditentukan bagaimana kita sungguh beriman kepadanya, menghidupi iman itu dalam kehidupan kita sehari-hari.  Mari kita kembali menghayati iman kita yang benar kepada Tuhan dan menghidupinya secara baik, menjadi relasi yang akrab dan benar kepada Tuhan Yesus.

Dalam kesempatan ini Romo Agung juga memberikan katekese pada pertemuan BKSN ke empat  dengan tema : Pembaruan relasi dengan Allah. Kita diajak untuk tidak terpengaruh oleh cara hidup orang fasik yang tampak bahagia sebab itu hanyalah kebahagiaan semu yang hanya dinikmati di dunia ini.  Allah menghendaki kita tetap setia dan taat karena hanya dengan cara itu kita bisa mengalami kebahagiaan sejati baik di dunia maupun dalam kehidupan kekal.  Pembaharuan relasi dengan Allah hanya bisa terjadi kalau kita hidup dalam ketaatan yang terwujud dengan kasih nyata kepada seseorang.

Mari sungguh membawa keyakinan kita akan keadilan Tuhan dalam aksi nyata kehidupan kita, teguhkan diri kita untuk selalu setia dalam doa, Perayaan Ekaristi atau pelayanan-pelayanan di tengah Gereja maupun dalam masyarakat. Bagi kita  tetap setia kepada Allah dan kesetiaan tidak akan pernah sia-sia, Sabda Tuhan  yang mau disampaikan kepada kita agar  kita tidak pernah merasa kecewa, putus asa dan kesetiaan kita kepada Tuhan itu tidak pernah sia-sia. Tuhan sungguh menghargai kita dan pada hari penghakiman kita akan menerima ganjarannya yang layak untuk kesetiaan kita kepada Tuhan, apapun yang kita alami dalam hidup kita  tetap setia, percaya dan taat kepada Tuhan.

Seusai Perayaan Ekaristi acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama sekaligus perpisahan dengan Romo Agung. Umat Lingkungan Santo Stefanus melalui Yakobus Salim mengucapkan terima kasih kepada Romo Agung yang telah membantu dalam misa lingkungan dan pendalaman iman, sehingga kami sungguh diberikan pencerahan,  kekuatan, pendalaman dan  kateksese ini  sehingga pengetahuan kami akan iman Katolik menjadi dalam.   Jadi warga Lingkungan Stefanus tentu saja merasa kehilangan dan berhutang budi, semoga di tempat yang baru diberi kesehatan, kekuatan dan ketekunan dalam tugas pelayanannya.

Rita selaku Ketua Lingkungan Santo Stefanus mengatakan, saya merasa sangat terbantu oleh Romo Agung dalam setiap pelayanan terutama  dalam misa arwah,  katekese, pemberkataan dan yang lainnya, selama ini  kayaknya 99 persen selalu setia dalam melayani.  Semoga Romo Agung di tempat yang baru  selalu setia dalam pelayanannya, diberkati, menjadi berkat  bagi umat di sana dan  sesama umat yang Romo temui serta diberi kekuatan. Kami selalu menunggu  dan mendukung tapi juga mengharapkan agar Romo segera kembali sebagai Romo Paroki atau sebagai Bapa Uskup.

Sementara itu Kristin mengucapkan  selamat jalan kepada Romo Agung, selamat bertugas di tempat yang baru, semoga bahagia dan berkat melimpah.

Romo Agung menyampaikan sebagai seorang Imam Diosesan kami mempunyai ketaatan penuh kepada Bapa Uskup dan salah satu ketaatan yang kami wujudkan adalah  selalu siap ditempatkan dimanapun.  Mungkin karena saya sudah terlalu lama disini  sudah 4 setengah tahun lebih di Paroki Santo Yoseph karena waktu saya datang kesini pada masa corona, terus kuliah  dan puji Tuhan sudah selesai, di bulan November nanti saya balik lagi kesini untuk wisuda. Ketika saya dipanggil oleh Bapa Uskup untuk pindah ke Muko-Muko, saya juga mengatakan siap,  yang jelas  tidak selamanya  disana mungkin nanti akan pindah ke tempat lain.

Saya sangat terkesan dengan anda semua sebagai warga Lingkungan Santo Stefanus, memang saya diberi kepercayaan olehRomo Paroki untuk mendampingi tiga Wilayah, yaitu : Wilayah 5, Wilayah 6 dan Wilayah 7. Kesan terhadap Lingkungan Stefanus, saya mengapresiasi anda sebagai Lingkungan yang sangat rajin, kompak dan selalu ramai. Dari semua Lingkungan yang saya dampingi  hanya di Lingkungan Stefanus yang bisa katekese, tetap setia untuk belajar bernyanyi dan lain sebagainya. Harapannya setiap Lingkungan sungguh-sungguh memanfaatkan Romo pendampingnya karena tidak semua Keuskupan ada kesempatan untuk Misa di Lingkungan. Kiranya kesempatan harus  dimanfaatkan sebaik-baiknya supaya tidak ada kesempatan  Romonya menganggur di Paroki.

Saya sangat senang dan mengapresiasi umat di Lingkungan Stefanus ini rajin untuk mengadakan Misa Lingkungan dan umatnya banyak yang datang.  Hanya satu hal yang mungkin perlu dikembangkan adalah jangan takut dan jangan menolak rumahnya jadi tempat Misa karena bisa menjadi berkat dan sebagai sarana  untuk kunjungan ke rumah umat. Hal ini sangat penting supaya kami juga bisa menjangkau semua rumah umat ,  bisa melihat situasi keluarga dan sebagainya. Harapannya anda semua tetap semangat untuk merayakan Ekaristi, pertemuan Lingkungan tetap dipertahankan dan semoga semakin lebih kompak, lebih setia, lebih guyup dan semakin lebih ceria.

Terima kasih atas kebersamaan kita selama ini kurang lebih 4 tahunan kita bersama dan saya juga  bangga bisa bersama-sama dengan anda, tentu pengalaman ini juga pasti akan berbeda yang nanti akan saya rasakan disana.  Maka ini menjadi pengalaman murni sangat luar biasa yang bisa saya alami, bisa berkumpul,  bercanda tawa , bisa merayakan Ekaristi , bertemu dengan anda semua di Lingkungan Santo Stefanus. Terima kasih banyaknya kepada anda semua yang sudah menerima saya untuk mendampingi dan semoga apa yang bisa saya berikan kepada anda semua itu sempurna dan menjadi berkat bagi anda dan harapannya umat Lingkungan Santo Stefanus tetap kompak, guyup, rukun, saling menolong, saling menopang satu dengan yang lain dan kita tetap saling mendoakan supaya saya nanti disana juga tetap setia dan anda disini tetap selalu sehat, dilancarkan rezekinya, sukses selalu dan bahagia. 

Pada kesempatan ini umat Lingkungan Santo Stefanus juga diberi kesempatan untuk memberikan kenang-kenangan kepada Romo Agung secara pribadi, acara diakhiri dengan foto bersama dan menikmati santap malam.

Leave a Reply


8 + 6 =