Umat Dekanat Palembang Mengikuti Misa Arwah Di Gandus

November 10, 2025
Umat Dekanat Palembang Mengikuti Misa Arwah Di Gandus

Sebanyak 500 umat Dekanat Palembang mengikuti  Misa Arwah di Pemakaman Katolik Santo Fransiskus Assisi, Gandus yang dipimpin oleh RD. Yohanes Kristianto, Vikjen KAPal, Minggu 9 November 2025 pukul 13.00 Wib. Dalam kata pengantarnya, Handoko selaku Ketua Forum DPP Dekanat Palembang menyampaikan, bahwa Misa Arwah ini diikuti oleh seluruh umat Paroki yang ada di Dekanat Palembang, khususnya di kota Palembang. Kita berharap dapat bersama-sama mengikuti Misa sekaligus  menjadi sebuah momen kesempatan untuk berziarah ke makam yang ada di sini. 

Lewat homilinya Romo Kris mengatakan, yang dimakamkan pertama kali di sini 17 tahun yang lalu adalah ada awam pindahan dari Taman Makam Charitas paling pinggir kalau tidak salah, yang kedua sebelahnya itu Diakon Roni sudah dimakamkan di sini. Di  teras utama sudah direncanakan dari awal untuk makam para romo/imam. Ternyata sejak diresmikan tahun 2013 cepat sekali berisi, baru 17 tahun sudah 670 orang dimakamkan dan kita sudah di trap ketiga atau keempat di bawah sana.  Tapi kita sudah punya cadangan, ada di samping ini, lalu di belakang dan di sebelah kiri juga masih ada.

Sekali lagi kita tidak melihat orang yang mati itu adalah orang yang terbuang, tapi mereka adalah bagian dari Gereja, rasanya kita pantas untuk menghargai dan menghormati mereka.  Sudah selayaknya sepantasnya kita menghormati dan menghargai mereka, sekalipun mereka sudah mati.  Bahwa semua yang percaya kepadaNya tidak akan dibiarkan hilang, tidak akan dibiarkan terbuang, itu landasan atau pijakan bagi kita yang ada di tempat ini, mereka yang percaya apalagi sudah diberi meterai pembaptisan, sudah diberi tanda keselamatan oleh Allah, itu dijamin keselamatannya. Di pemakaman ini tetap ada ikatan emosional yang terbangun, sekalipun saudara-saudari kita, keluarga kita, ada suami, istri dan anak-anak sudah sekian waktu yang lalu dimakamkan di tempat ini.  

Ketika kita berada di pemakaman ini, sebenarnya sekaligus ikatan dan ingatan kepada kita semua yang masih hidup bahwa pada saatnya kita pun akan mengalami hal yang sama.  Pokoknya kita tidak usah habis energi untuk memikirkan kematian, maka urusan kita adalah bagaimana saya hidup yang berkenan kepada Tuhan, hiduplah di dalam roh jangan hidup menurut dorongan daging. Kalau hidup menurut dorongan daging berarti kita hidup menurut kesenangan sendiri yang seringkali bertolak belakang dengan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Kalau kita hidup menurut roh,  panggilan Kristiani, bagi orang-orang yang sudah diberi rahmat pembaptisan, diberi karunia roh Allah sendiri. Kita dipanggil untuk hidup di dalam roh, karena buah-buah roh itu sangat indah,  luar biasa dan nilai-nilainya sangat berkenan kepada Tuhan. 

Sementara itu dalam sambutannya Sekretaris Taman Pemakaman Gandus, Ignatius Winarno  melaporkan, untuk pengelolaan Tanah Makam, Kepengurusannya di bawah koordinasi Pak Made sudah berlangsung satu tahun dan  sudah menerbitkan buku pedoman tata cara atau tata tertib pemakaman di tempat ini.  Kami mohon kepada Pastor Paroki, Ketua DPP atau yang terkait agar mensosialisasikan kepada umat yang ada di Kota Palembang, sehingga kedepannya tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengelola makam ini semuanya adalah pelayanan jadi untuk bisa seperti ini bersih, tempatnya bersih, kamar mandi juga bersih dan lain sebagainya, karena kerjasama kita bersama.

Minggu yang lalu kita semua sebenarnya mengajak seluruh umat yang anggota keluarganya dimakamkan di sini untuk bisa hadir di tempat ini bersama-sama gotong royong, menjadi pemikiran kami bahkan masukkan dari beberapa umat, seandainya Bapak dan Ibu ingin tempat ini selalu bersih, gotong royong  tidak setahun sekali bisa 3 atau  3 atau 4 kali sehingga terus-menerus kita perhatikan, kita kontrol dan kita pelihara. Kemudian turap yang ketiga hampir habis maka pada bulan Desember (bulan depan) kita akan memulai pembangunan turap yang keempat dan di situ nanti juga akan diproyeksikan untuk makam anak-anak balita sehingga nanti akan ada tempat tersendiri, tidak diselip-selipkan di antara makam.  Harapannya nanti kalau ada saudara-saudara kita meninggal, bulan Desember dan Januari sudah ada tempat. 

RD. Hyginus Gono Pratowo sebagai Romo Deken mengucapkan  banyak terima kasih kepada Tim Pengurus Makam  Gandus ini yang sudah mengupayakan sedemikian baik untuk kita sekalian sehingga membuat tempat ini menjadi bersih, indah dan nyaman untuk berdoa. 

Pada kesempatan ini Romo Kris juga memberkati bunga-bunga dan air yang akan digunakan untuk ziarah. Kemudian umat melakukan ziarah  dan berdoa di kuburan anggota keluarga yang dimakamkan di Pemakaman Katolik Santo Fransiskus Assisi, Gandus.

Leave a Reply


3 + 3 =