Selamat Jalan Khristina, Terima Kasih Dedikasi, Cinta Dan Persembahan Hidup Yang Indah

January 29, 2026
Selamat Jalan Khristina, Terima Kasih Dedikasi, Cinta Dan Persembahan Hidup  Yang Indah

Palembang – Penantian panjang bagi Keluarga Dra. Khristina S sejak  dikabarkan hilang Rabu 14 Januari 2026 berakhir, setelah  berhasil ditemukan Selasa 27 Januari 2026. Jenazah Almh. Dra. Khristina S  disemayamkan di Rumah Duka RS. RK Charitas Palembang. Kemudian Rabu 28 Januari 2026 jenazah Almh. Dra. Khristina S dibawa ke Gereja Santo Yoseph Palembang, untuk Misa Requiem yang dipimpin oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono pukul 12.00 Wib. Ratusan umat mengikuti Misa Requiem untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Almh. Dra. Khristina S.

Dalam homilinya Mgr. Yuwono mengatakan, duka ini sesungguhnya bukan hanya duka keluarga besar Ibu Kristina, duka ini juga bukan hanya duka Paroki Santo Yoseph di mana Ibu Kristina menjadi bagiannya, juga bukan duka dari keluarga besar Yayasan Xaverius di mana Ibu Kristina mengabdikan hampir seluruh hidupnya di situ. Duka ini sesungguhnya duka kemanusiaan, kita meyakini hidup ini milik Allah bukan milik kita sendiri, tak seorang pun bisa meminta untuk dilahirkan ke dunia. Hanya Tuhan yang adalah tuan atas kehidupan yang bisa membuat kita lahir di dunia. Kalau saya membaca dan mendengar kisah akhir Ibu Kristina, saya sesungguhnya marah tetapi saya tidak berdaya, kok bisa ada orang yang begitu kejam menghabisi nyawa orang lain, kok ada orang yang sejahat itu merampok membunuh perempuan, yang renta dan tak berdaya. 

Kalau kehidupan ini milik Allah, merampok dan mencabut nyawa itu pastilah musuh Allah yaitu : setan, iblis, kita sebutuh apapun entahlah finansial atau kebutuhan lahiriah, duniawi apapun, janganlah menjadi preman. Janganlah menjadi maling, merampok bahkan merampok dengan kekerasan yang dapat mencabut nyawa orang lain. Kalau itu yang kita lakukan, kita menjadi preman, merampok, maling dan mencabut nyawa, kita adalah antek setan,  iblis bukan anak-anak Allah. Kalau kita mengaku anak-anak Allah, kita hanya akan berbuat baik, apalagi kepada orang yang renta dan tak berdaya. 

Karena kita anak-anak Allah, kita harus mengusahakan dalam hidup kita bukan permusuhan, melainkan keharmonisan hidup, damai sejahtera, persaudaraan yang sejati, perlindungan dan rasa aman terhadap mereka yang rentan, terhadap anak-anak, terhadap siapapun yang membutuhkan perlindungan.  Karena kita anak-anak Allah, sesakit apapun, semenderita apapun, marilah jangan ada balas dendam. Yesus bahkan mengatakan, jika engkau ditampar di pipi kirimu, berilah pipi kananmu, jika ada orang yang meminta bajumu, berilah mantolmu juga. Ampunilah, sebab Bapa kita Maharahim.  Tetapi memang proses hukum sipil harus tetap berjalan. Silahkan kawal dengan sekuat tenaga untuk saudari kita ini dan semoga Bapak, Ibu penegak hukum akan berlaku adil, namun perbuatan jahat itu memang harus tetap dipertanggungjawabkan.

Pada sambutan mewakili Keluarga Almh. Dra. Khristina, Rinto Gunadi,   mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kehadiran, doa serta perhatian Bapak, Ibu dan Saudara sekalian dalam suasana duka ini yang sungguh menjadi penghiburan dan kekuatan bagi kami yang ditinggalkan. Semasa hidupnya Almarhumah telah berusaha menjalani hidup dengan setia, sederhana dan penuh kasih terutama bagi keluarga dan orang-orang dekatnya, kenangan akan kebaikan dan keteladan hidupnya akan selalu kami simpan dalam hati.

Sementara itu RD. Hyginus Gono Pratowo, Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang menyampaikan rasa suka duka yang mendalam atas meninggalnya Ibu Khristina yang sungguh dikenal baik orangnya, sederhana, aktif untuk turut serta dalam reksa pastoral dan juga pelayanan yang ada di Paroki ini, setiap hari Sabtu pagi  menghias altar bersama dengan Tim Bunga tidak pernah ketinggalan dalam perayaan pesta apapun, selalu membantu dalam dekorasi altar dan sekitarnya. Beliau juga aktif dalam kelompok-kelompok kategorial : Warakawuri, Komunitas Simeon dan komunitas lain yang dia ikuti, ada rasa sukacita, ada kegembiraan ketika dia hadir dan berkumpul dengan saudara-saudarinya.

Pada ulang tahun Lingkungan Santo Stefanus dan sekaligus merayakan ulang tahun saya pada tanggal 12 Januari yang lalu terakhir saya memberikan potongan tumpeng dan kue, saya mengatakan :  ini untuk yang paling tua dari Lingkungan kita dan potongan kue tersebut menjadi simbol perpisahan, potongan kue menjadi ucapan selamat jalan untuk Ibu Khristina karena setelah itu tanggal 13 Januari terakhir beliau ikut misa pagi, lalu hari Rabu beliau tidak ikut misa pagi dan kita tidak ketemu dengan Ibu. Maka dari hati yang terdalam saya mewakili seluruh umat mengucapkan terima kasih atas dedikasi,  cinta, perhatian dan semangat yang telah Ibu berikan untuk kami semua, secara pribadi untuk saya dan juga seluruh umat Paroki Santa Yoseph Palembang,  terima kasih atas persembahan hidup anda yang begitu indah, persembahan hidup anda yang sungguh berarti bagi kami semua.

Riwayat hidupnya

Dra. Khristina S telah banyak menorehkan jejak kasih, keteladanan dan pengabdian dalam hidupnya. Beliau lahir di Kebumen 1 Juni 1946 sebagai putri kedua dari tujuh bersaudara dari pasangan Wangsa Menawi. Masa kecil dan remajanya dijalani dari Adi Mulyo ke Kebumen hingga menempuh pendidikan di SD Negeri Kemujan Adi Mulyo di tahun 1953-1959, SMP Pius Gombong di tahun 1959-1962 dan STM Yogyakarta di tahun 1962-1965. Sejak muda semangat belajarnya sudah berbentuk dengan panggilan untuk berbagi ilmu. Selepas menamatkan STM, beliau diajak tamannya Bapak Rasiman merantau ke Belitang. Di sanalah beliau pengabdian sebagai pendidik mulai bertumbuh, ketika mengajar di Xaverius Belitang pada tahun 1965-1967. Perjalanan hidupnya membawa melajutkan studi di FKIP Universitas Sriwijaya di tahun 1969-1972 sembari tetap setia mengajar di SMP Xaverius II, Palembang di tahun 1969-1984. 

Pada tahun 1984, beliau menikah dengan Bapak Yakobus Alon yang saat itu bertugas sebagai Kapolsek Pelaju. Dari pernikahan dengan Bapak Yakobus Alon, Ibu Khristina tidak memiliki anak. Dunia pendidikan adalah ladang yang beliau garap dengan sepenuh hati. Dari guru SMP Xaverius II Palembang, dimutasikan menjadi Kepala SMP Xaverius V, Plaju pada tahun 1984-1989. Kemudian berpindah ke SMP Xaverius III menjadi Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana-Prasarana di tahun 1989-1992. Hingga akhirnya mengabdikan diri sebagai guru di SMA Xaverius III Palembang sampai masa purna bakti di tahun 2008. Puluhan tahun beliau berdiri di depan kelas, membentuk karakter, menanamkan disiplin, dan membimbing generasi muda dengan ketegasan sekaligus cinta.

Ibu Dra. Khristina dikenal sebagai sosok yang keras dan disiplin dalam kelas namun dibalik ketegasan itu, tersimpan hati yang hangat. Di luar kelas, beliau adalah pribadi yang dekat dengan siapa saja, tanpa sekat dan tidak jaim di bahasa anak muda sekarang. Tak jarang beliau rela bermain drama parodi bersama rekan-rekan guru, membuat siswa-siswinya tertawa dan menjadikan sekolah sebagai ruang yang hidup dan penuh warna. Mungkin itulah sebabnya, meski dikenal tegas, beliau begitu dicintai, kehadirannya selalu dirindukan. Bahkan lama setelah para murid menjadi alumi, setiap reuni, nama beliau selalu disebut. Kehadirannya selalu dinantikan, sebuah tanda bahwa kasih seorang guru tidak pernah lengkang oleh waktu. Ada ciri khas yang keluar dari beliau jika disapa dengan sebutan “ Mami “, beliau selalu menyautnya dengan senyuman yang khas, “ Iya sayang. ”.

Dalam masa purnabakti, Ibu Khristina tidak berhenti melayani, beliau aktif dalam berbagai kelompok kategorial, seperti Warakawuri dan Tim Bunga Santo Yoseph. Dengan kesederhanaan dan humor kasnya, beliau menyebut dirinya sendiri dengan menteri pengairan, setia membantu memberes-beres dekorasi Gereja, seusai misa harian, khususnya setiap rabu. Kesaksian dari Dr. Ratna selaku Koordinator Tim Bunga, menggambarkan betapa tulusnya beliau melayani, tanpa pamrih dan tanpa lelah. Beliau juga dikenal sebagai pribadi yang setia dalam doa. Setiap pagi, beliau berangkat lebih awal untuk mengikuti misa harian dan tak lupa mengirimkan pesan singkat kepada teman-temannya atau sahabat-sahabatnya, bahkan anak didik yang masih kontak dengan beliau. Sebuah sapaan pagi yang sederhana, namun syarat perhatian dan kasih, hari ini sapaan itu mungkin tak lagi kita terima lewat layar konsel. Semoga kenangan akan beliau menjadi inspirasi untuk hidup setia, melayani dengan tulus, dan mencintai tanpa syarat, sebagaimana telah beliau teladankan.

Leave a Reply


8 + 8 =