Perayaan Syukur Ulang Tahun Imamat Para Imam KAPal

January 30, 2026
Perayaan Syukur Ulang Tahun Imamat Para Imam KAPal

Palembang – Umat Paroki Santo Yoseph Palembang bergembira bersama merayakang merayakan ulang tahun Imamat RD. Stefanus Surawan ke 15, RD. Hyginus Gono Pratowo ke 14, RD. Agustinus Giman ke 18, RD. Petrus Sukino ke 24, Minggu 25 Januari 2026 di Gedung Aula Serbaguna. Acara ini dihadiri perwakilan pengurus Lingkungan, Wilayah, Stasi, para Suster, Bruder dan Frater yang ada di Wilayah Paroki Santo Yoseph Palembang.

Dalam sambutannya Ambrosius Anto Suprihanto, Wakil Ketua DPP Santo Yoseph Palembang mengatakan, kami bersyukur atas kesetiaan para Romo dalam menjalankan panggilan Imamat dan terima kasih atas kesetiaannya untuk menjalankan perutusan kegembalaan di Paroki Santo Yoseph Palembang. Ulang Tahun Imamat ini dirayakan karena disinilah pentingnya bahwa kesetiaan itu perlu dirayakan pada momen-momen peringatan untuk mengenang bahwa Tuhan telah berkarya di dalam diri kita dan mumpung masih sempat rayakanlah bersama-sama dengan keluarga, mari kita bersama-sama bersyukur atas kesetiaan para gembala kita. Pada kesempatan ini Romo Surawan, Romo Gono dan Romo Giman juga mendapatkan tali kasih yang diserahkan oleh Jimmy Anto selaku Bendahara DPP Santo Yoseph Palembang.

Kemudian RD. Pankrasius Redemptus Boki mewakili Unio menyampaikan, profisiat kepada para Romo yang merayakan ulang tahun Imamat yang dirayakan di  Paroki Santo Yoseph. Tentu kami sebagai Imam terutama Romo-Romo yang berkarya disini menjadi sebuah sukacita  karena perhatian kasih cinta dari umat yang mendukung panggilan Imamat bagi para imam yang berkarya di tempat ini. Kami juga bersukacita karena umat boleh menerima kehadiran kami sebagai Imam khususnya Romo-Romo yang merayakan ulang tahun di Paroki ini, tentu semuanya itu menjadi kebahagiaan kita bersama Karena Romo-Romo yang merayakan ulang tahun sebagai momen penting yang diterima sejak ditahbiskan sampai saat ini.  Tentu tadi disampaikan Mas Anto kesetiaan mereka masih boleh kita rasakan dan semuanya itu karena Tuhan.

Romo Gono, Romo Giman, Romo Surawan dan Romo Sukino tentu juga perjalanan Imamat masih cukup panjang tetapi kita yakin bahwa peristiwa hari ini juga menjadi kekuatan kita dalam perjalanan Imamat dan juga kita ada bersama dengan Bapa Uskup yang selalu  memberikan dukungan untuk kita. Maka  harapan umat mari para Romo kita tetap setia dalam Imamat supaya kita juga bisa menghadirkan apa yang dikehendaki Tuhan untuk umat dan yang dikehendaki Bapa Uskup untuk Keuskupan kita ini. 

RD. Dionisus Anton Liberto dalam sambutannya menyatakan, kita berkumpul untuk merayakan Ulang tahun Imamat Romo Gono yang ke 14, Romo Surawan ke 15, Romo Giman ke 18 . Tadi sudah diungkapkan juga menunjukkan kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berhenti, tidak pernah cuti, tidak pernah libur menyertai perjalanan Imamat mereka. Tentu sebagai Imam pastilah pernah  bosan, pernah lelah, tetapi kesetiaan Tuhan itu tetap menjaga, menyertai mereka. Tentu mereka sudah punya begitu banyak pengalaman, makan asam garam dalam menghayati hidup imamat, maka ini adalah perayaan kesetiaan Tuhan.

Mereka tentu sudah banyak mengajarkan banyak hal, memberikan homili yang sudah tidak terhitung panjangnya, memberikan khotbah pengajaran yang juga pastilah sangat banyak. Tetapi kalau saya sebagai teman mereka dalam hidup, mereka tidak berhenti pada mengajarkan tetapi juga menghayati Injil. Dalam kesederhanaan hidup mereka, Romo Surawan, Romo Gono sekarang ada Romo Daniel Depan  dan saya satu komunitas, tidak ada perpecahan, tidak ada blok-blok umat yang menjadi pengikut-pengikut mereka. Kami satu tim dan itu setidaknya saya rasakan juga dalam pengalaman hidup bersama, berkomunitas, tidak hanya mengajarkan tapi menghayati Injil.

Romo Surawan dan Romo Gono itu sangat sederhana dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya itu juga kesediaan mereka untuk melayani. Romo Gono sebagai Pastor Paroki, saya tahu kesibukan beliau tetapi  tetap sangat penuh sukacita dan bersedia melayani Kita semua yang ada disini. Romo Surawan kesediaan melayani juga penuh sukacita, memberikan senyuman, maka inilah mewartakan injil yang hidup, dihidupi dalam kehidupan sehari-hari. Kita berdoa bersama semoga para Romo ini semakin setia, teguh dalam panggilan dan penuh sukacita, penuh berkat dalam menghayati panggilan sebagai seorang Imam. 

Sementara itu Romo Giman dalam kesannya tak lupa mengucapkan terima kasih untuk seluruh doa-doanya, tanpa doa-doa dari umat tentu kami juga mungkin tidak bisa menjalani hidup panggilan dan perutusan kami selama 24 tahun, 18 tahun, lalu 15 tahun dan 14 tahun. Seperti yang disampaikan oleh Romo Pankras, tentu perjalanan masih sangat panjang dan tentu kami juga akan terus-menerus membutuhkan doa-doa dari Bapak dan Ibu.  Kami sebagai Imam bukanlah manusia yang hebat, dengan tahbisan bukan membuat kami menjadi orang yang luar biasa tetapi justru dengan tahbisan kami merasa bahwa kami orang biasa yang Kemudian dituntut untuk terus menerus  membaharui hidup kami, diri kami, untuk menjadi semakin sempurna.  

Maka kalau dalam perjalanan kami, dalam hidup panggilan pelayanan kami ada ketidaksempurnaan, itu adalah bagian proses dari kami untuk terus-menerus menjadi sempurna. Kami mohon doa-doanya agar kami terus setia dalam menjalani proses itu. Kalau sekiranya kami juga dalam perjalanan itu tidak sempurna atau melakukan kesalahan, saya sendiri secara pribadi lebih senang kalau ditegur langsung. Hal ini akan jauh lebih baik membantu kami untuk berkembang menjadi lebih baik. Semoga kita  senantiasa berdoa dan  terus berjuang bersama di dalam menjalani hidup dan panggilan kita masing-masing.

Perayaan syukur juga diisi dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun yang diiringi dengan lagu selamat ulang tahun oleh seluruh undangan yang hadir. Potongan kue ulang tahun diberikan kepada Mgr. Emeritus Aloysius Sudarso oleh Romo Gono, kemudian Romo Giman menyerahkan potongan kue kepada Mgr. Yohanes Harun Yuwono dan Romo Pankras menerima potongan kue dari Romo Surawan. Setelah itu para undangan diajak untuk menikmati santap malam dan   ramah tamah bersama. Rangkaian acara diakhiri dengan pemberian tanda kasih kepada Romo Surawan dan Romo Gono dari umat, perwakilan Lingkungan, Wilayah, Stasi dan kelompok Kategorial.

Leave a Reply


9 + 3 =