Ibadat Taize Dan Adorasi Sakramen Mahakudus

February 6, 2026
Ibadat Taize Dan Adorasi Sakramen Mahakudus

Palembang – Umat Paroki Santo Yoseph Palembang mengikuti Ibadat Taize dan Adorasi Sakramen Mahakudus yang dipimpin oleh RD. Danile Depan Pratama, Kamis 5 Februari 2026 pukul 19.00 Wib dengan tema : Melangkah Bersama Tuhan yang diadakan oleh Bidang Persekutuan melalui Seksi Persekutuan Doa dan Devosi DPP Santo Yoseph Palembang. Seusai pujian Sakramen Mahakudus, Romo Daniel berkeliling untuk memberikan berkat Sakramen Mahakudus kepada umat yang hadir.

Dalam renungannya Romo Daniel mengingatkan, para murid diutus bukan mengandalkan diri sendiri, melainkan bersandar pada penyertaan Tuhan yang setia. Melalui nyanyian yang sederhana dan doa yang hening, kita diajak untuk membiarkan Sabda Tuhan meresap ke dalam hati, kita tidak dituntut untuk aktif secara lahiriah dan hanya diajak untuk hadir sepenuhnya. Jika pikiran kita melayang, kembalilah dengan lembut kepada Tuhan yang hadir di tengah kita. Marilah kita membuka diri dan membiarkan Tuhan menuntun langkah doa kita malam ini, dengan hati yang sederhana dan iman yang percaya bahwa dalam setiap perjalanan hidup, Tuhan selalu berjalan bersama kita.

Yesus mengundang kita untuk jujur bahwa iman kita kecil, kita ingin memegang kendali, bahwa kita sering percaya setengah-setengah. bukan karena kita jahat, tetapi karena kita manusia. Namun iman tidak bertumbuh dalam kontrol, melainkan dalam penyerahan. Dalam keheningan, Tuhan bekerja dengan lembut, Ia tidak selalu memberi jawaban cepat, tetapi membentuk hati kita perlahan. Ia mengajar membedakan kebutuhan dan keinginan, iman dan kecemasan, berserah dan pasrah. Kita hanya diminta hadir dengan kerapuhan, dengan iman yang sederhana dan dengan hati yang lelah.

Melangkah bersama Tuhan berarti percaya pada arah-Nya, bahkan saat jalan terasa gelap, lambat atau berliku. Kita diutus bukan untuk hidup tanpa masalah, tetapi untuk hidup dengan harapan. Dalam kesetiaan yang tidak selalu terlihat, dalam pengampunan yang terasa berat, dalam kejujuran yang tidak selalu menguntungkan, itulah kesaksian kita. Kita diundang untuk hidup dengan iman nyata, bukan sekadar ideal.

Dalam keheningan, seperti diajarkan dalam tradisi Taizé, kita belajar untuk diam dan mendengarkan, diam bukan berarti pasif, tetapi memberi ruang bagi Tuhan untuk berbicara dan bekerja,  kita menyadari bahwa kita tidak harus selalu mengerti segalanya, cukup percaya dan tinggal dalam kehadiran-Nya. Dari keheningan itulah hati dikuatkan dan iman diperbarui. Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna. Dia menunggu kita datang apa adanya. Setiap hari kita dipanggil menjadi muridNya dengan cara yang sederhana, hadir, tersedia, dan mengasihi dengan tulus. Dari situlah kuasa Tuhan dinyatakan,menyembuhkan hati, menguatkan iman dan mengalirkan kasih bagi sesama.

Anastasia Rita Chandra, Koordinator Seksi Persekutuan Doa dan Devosi DPP Santo Yoseph Palembang menjelaskan bahwa kegiatan Ibadat Taize dan Adorasi Sakramen Mahakudus merupakan program tahunan dan diadakan setiap bulan pada hari Kamis pertama dan mulai berlangsung sejak 6 Maret 2025.

Leave a Reply


9 + 6 =