Tahun Baru Imlek 2026 : Menghidupi Semangat Hidup Allah, Menjadi Terang Dan Garam Dunia

February 18, 2026
Tahun Baru Imlek 2026 : Menghidupi Semangat Hidup Allah, Menjadi Terang Dan Garam Dunia

Palembang – Seribu duaratus orang mengikuti Perayaan Ekaristi Tahun Baru Imlek 2026, di Gereja Santo Yoseph Palembang, Selasa 17 Februari 2026 pukul 08.00 Wib yang dipimpin oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Suasana bertambah semarak dengan nuansa  warna merah pakaian yang dikenakan umat untuk mengikuti Perayaan Ekaristi. Satu jam sebelum Perayaan Ekaristi umat sudah  memadati Gereja Santo Yoseph Palembang hingga Panitia Imlek 2026 mempersiapkan Gedung Aula Serbaguna sebagai antisipasi untuk menampung umat yang akan mengikuti.

Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang, RD. Hyginus Gono Pratowo dalam kata pengantarnya menyampaikan, kita bergembira dan bersyukur menyambut datangnya tahun yang baru dengan mekarnya harapan dan senyum yang terus berkembang. Pengalaman di masa lalu meyakinkan kita bahwa Allah sungguh menyayangi dan mencintai kita dengan memberi kesempatan untuk hidup dan bekerja keras, menemani suka-duka kita dengan penuh kesetiaan. Dengan rasa syukur yang mendalam, mari kita bawa pengalaman-pengalaman yang indah. Kita syukuri atas hidup kita setahun yang silam di hadapan Altar Tuhan dan mari kita menyongsong tahun yang baru agar hidup kita terus menjadi terang dan garam dunia.

Sementara itu Mgr. Yohanes Harun Yuwono lewat homilinya mengatakan, Perayaan Imlek beralih menjadi perayaan sosial, kegembiraan, sukacita. Kegembiraan, sukacita juga dirayakan dengan keyakinan bahwa sepanjang tahun disemangati oleh spirit dari binatang yang dirayakan. Orang bergiat untuk menghidupi diri dan keluarga dan memohon kerukunan kedamaian bersama dengan para tetangga. Di tahun Kuda Api, spirit itu ingin dinampakkan kuda yang perkasa, kuat dan penuh energi yang ingin dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari, semangat hidup untuk mempertahankan kesatuan keluarga dengan segala upaya. Untuk bekerja keras dengan mengungkapkan segala kemampuan dan energi dengan harapan bahwa segala usaha ini akan mendatangkan berkah, akan mendatangkan rahmat, sukacita, kegembiraan dan kesejahteraan. Kuda saja sudah seperti itu, apalagi dengan kuda api. Api yang bisa mempunyai kekuatan luar biasa membakar apa saja dan menjadi lain hal yang terbakar itu.

Maka juga semangat ini ingin dihidupi untuk mengubah, mentransformasikan hal yang dulu sesuatu menjadi yang baru. Api yang penuh energi, penuh kekuatan itu menjadi spirit untuk hidup. Jangankan hanya kuda yang sudah berenergi, bertenaga, punya kekuatan. Ditambah dengan kuda api, maka tahun baru ini tidaknya dimaknai dengan semangat yang berapi-api, berkobar-kobar dengan segala energi yang dimanfaatkan untuk kesejahteraan sepanjang tahun. Maka syukur di awal adalah sesuatu ungkapan iman kita, Allah tak pernah menghendaki yang buruk dan karena itu, kita memakai pakaian merah, kita membagi angpao sebagai kepedulian kita kepada yang rendah, yang kecil, yang belum sejahtera dan yang berada dalam kehidupan yang kurang seperti kita.

Kita kemudian juga membagi jeruk, tanda kelimpahan kita kepada sesama. Makna sosial ini terus dipertahankan sepanjang tahun, sebab Allah Mahabaik dan Allah tidak menghendaki hal yang buruk karena kita adalah anak-anak Allah. Maka kebaikan itu kita salurkan kepada sesama, kepedulian kita, belas kasih kita dan rasa solider kita kepada sesama, janganlah memikirkan selalu kekurangan.  Tuhan selalu hadir dengan kebaikannya kepada kita, maka syukuri tahun ini dan kita yakin bahwa di dalam Tuhan seluruhnya ada kelimpahan. Tidak ada nasib buruk, tidak ada kekurangan, di dalam Tuhan hanya ada kesejahteraan, bersama dengan semua orang kita membangun persaudaraan yang sejati, karena kita semua anak-anak Allah. 

Tahun Baru Imlek, kita rayakan dalam Ardas kita, Tahun Devosional, kita menghidupi semangat hidup Allah, entah melalui Doa Kerahiman, melalui contoh hati Yesus yang penuh kasih atau menghidupi semangat Roh Kudus, atau mencontoh Santo dan Santa yang sudah bahagia di surga, para pelindung kita masing-masing. Mereka menghidupi iman dan menjadi saleh, menjadi kudus, banyak pelindung kita yang bahkan menjadi martir untuk mempertahankan dan menghidupi iman hidup. Semangat itu bersamaan dengan mengingat para leluhur kita yang merupakan teladan menghidupi kebaikan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Para orang tua, kakek, nenek, para saudara-saudari, orang-orang yang suka mendahului,  kita mohonkan doa dengan pengantaraan mereka kepada Yesus pengantara satu-satunya dalam hal itu kesatuan kita sebagai Gereja. Ada yang sudah bahagia, ada yang dalam penantian kebahagiaan, ada yang masih dalam perziarahan, dengan mengingat semua yang telah berpulang dan dengan memohonkan doa mereka, kita berziarah menuju kepada Allah yang satu dan sama, dalam kesatuan, kita adalah Gereja, umat manusia dan keluarga besar. 

Pada pesan Tahun Baru Imlek 2026 Romo Gono mengatakan, semoga tahun yang baru  membawa kebahagiaan, kesehatan, keberuntungan, dan kesuksesan bagi kita semua. Tahun Baru Imlek menandai awal tahun kuda api yang melambangkan semangat, ketekunan dan kemajuan.  Perayaan ini menjadi momen penuh makna untuk memperbaiki kebersamaan,  menumbuhkan harapan baru,  serta memulai langkah yang optimis  menuju kehidupan yang lebih baik dan sejahtera. 

Awen, mewakili Panita Tahun Baru Imlek 2026 tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu kelancaran Perayaan Misa Imlek dan seluruh umat yang hadir .

Seusai mengikuti Perayaan Ekaristi Tahun Baru Imlek 2026, Panitia membagikan buah jeruk untuk seluruh umat yang hadir dan memberikan angpao untuk anak-anak yang diserahkan oleh beberapa Romo yang bertugas. Tak lupa umat diajak untuk menyaksikan penampilan barongsai di halaman Gereja Santo Yoseph Palembang, suasana semakin meriah dengan antusias umat mulai anak-anak hingga orang dewasa untuk memberikan angpao kepada dua barongsai yang melakukan atraksi.

Leave a Reply


8 + 4 =