Mari Kita Solider Dan Peduli Dengan Mereka Yang Sakit

February 15, 2026
Mari Kita Solider Dan Peduli Dengan Mereka Yang Sakit

Palembang – Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia ke 33 dirayakan pada tanggal 11 Februari 2026 untuk memandang orang sakit bukan sebagai beban tetapi sebagai saudara yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Umat merayakannya dalam Perayaan Ekaristi, Sabtu 14 Februari 2026 pukul 09.00 Wib di Gereja Santo Yoseph Palembang yang dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Agung  Palembang, RD. Yohanes Kristianto. Ratusan umat mengikuti kegiatan tersebut termasuk mereka yang sakit dan duduk di kursi roda, pada kesempatan  ini  juga dilakukan penerimaan minyak urapan orang sakit untuk semua umat yang hadir.

Romo Kris dalam homilinya mengatakan, melalui Hari Orang Sakit Sedunia, Tuhan menyapa kita semua  baik yang sakit,  tidak berdaya dan sehat. Perayaan hari ini  mengajak kita semua yang sakit, yang menderita, yang berat menghadapi kenyataan, yang sedang dialami  untuk tidak merasa terbuang, tidak merasa terpinggirkan walaupun mungkin perasaan itu ada. Tapi hari ini kita diajak untuk  tidak merasa terbuang, tidak merasa tersingkirkan, tidak merasa  menjadi beban bagi yang lainnya, tidak merasa tidak ada nilai, sekurang-kurangnya kita  diajak untuk percaya Allah itu peduli, Yesus itu  menjadi sumber kekuatan dan pengharapan kita, itu yang kiranya bisa menjadi isi dari batin kita, dari kerohanian kita. Di balik penderitaan yang kita alami  tetap ada peluang  untuk mengandalkan Tuhan  dalam diri kita. Kita bukan orang-orang yang terbuang,  sangat mungkin perasaan itu muncul dan  tidak mudah menerima kenyataan itu.

Hari ini kita diajak untuk percaya  bahwa Allah itu peduli dengan kita, Yesus yang wafat disalib  sudah mengorbankan dirinya  untuk solider dengan kita.  Semoga perayaan hari ini  membuat kita memperoleh kembali semangat, tidak terjebak dalam belenggu penyesalan,  belenggu rasa bersalah, belenggu kerapuhan-kerapuhan kita, tapi tetap ada peluang di dalam diri kita untuk percaya sekurang-kurangnya penyembuhan batin itu yang dibutuhkan. Bagi yang tidak bisa melihat, yang berada di kursi roda, yang stroke dan yang punya pengalaman-pengalaman sakit  sampai dengan sekarang ini, mari kita percaya bahwa  Allah itu berada bersama-sama dengan kita. Seringkali Yesus mengatakan  satu kata yang boleh memotivasi kita “ Imanmu telah menyelamatkan engkau “ itu yang ingin kita pegang. 

Keluarga-keluarga yang di rumahnya ada yang sakit, hari ini kita juga disapa untuk bertindak seperti Yesus  yang di dalam hati, dalam diri kita  hendaknya ada semangat belas kasih. Bukan hanya sekedar teori, tahu apa yang baik, apa yang harus dilakukan, kita diajak untuk menjadi tanda kehadiran Yesus sendiri, menemani dengan penuh kasih, dengan ikhlas hati, mendampingi, menyemangati dan memotivasi. Mungkin dengan cara-cara seperti itu  orang yang sakit  menemukan sesuatu yang bernilai, keyakinan saya tetap berharga, saya tetap bernilai. Mungkin dengan cara pendekatan  yang baik salah satu sarana penyembuhannya ada disana, tidak hanya lewat obat-obat yang lain, obat-obat medis, tidak cukup hanya itu  seringkali pendekatan  belas kasih yang sungguh  menjadi sumber penyembuhan.

Bagi yang sehat, mari kita  persembahkan hati kita, kasih kita yang sungguh  kepada saudara-saudari, anggota-anggota keluarga kita yang sakit, peduli dengan mereka dan solider sesuai dengan tema yang  dibawa pada hari ini  “ Mengasihi dengan menanggung  derita orang lain “. Kita punya  rasa solider, ikut  mengalami penderitaan seperti  yang mereka alami, itu yang akan  membuahkan kepedulian kepada mereka. Maka Perayaan Ekaristi hari ini menjadi sangat  bermakna dan istimewa, kita semua berharga  di hadapan Tuhan, bagi yang sakit, bagi yang menderita, kita menemukan Allah yang peduli  bagi yang sehat. Kita dipanggil  untuk menghadirkan  kasih Allah, di hadapan  dan di tengah keluarga atau  saudara-saudari kita yang sakit, semoga perayaan ini  mendatangkan berkat  untuk kita semuanya.

Leave a Reply


7 + 1 =