Palembang – Empat pasangan suami istri (pasutri) yang merayakan ulang tahun perkawinannya pada bulan Februari 2026 mengikuti penyegaran janji perkawinan dalam Perayaan Minggu Prapaskah kedua, Sabtu 28 Februari 2026 pukul 17.30 Wib di Gereja Santo Yoseph Palembang yang dipimpin oleh RD. Stefanus Surawan.
Dalam homilinya Romo Surawan menyatakan, kita memasuki Minggu Prapaskah yang kedua dan diajak untuk bermenung tentang kemuliaan Tuhan yang diperlihatkan kepada setiap orang yang beriman, setiap orang yang percaya Yesus berubah rupa menjadi sangat mulia di hadapan para muridnya Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Peristiwa ini menggambarkan kemuliaan Allah di depan ketiga muridnya namun juga meneguhkan para murid agar tidak terguncang nanti pada saat Yesus harus menderita dan wafat di kayu salib. Sebab melalui saliblah Yesus menjadi Juru Selamat dunia, maka sebenarnya kemuliaan yang ditunjukkan Yesus di atas gunung merupakan antisipasi atas kebangkitan Yesus sendiri.
Untuk mendapatkan kemuliaan seperti yang diperlihatkan oleh Yesus kepada ketiga muridnya setiap orang harus menghadapi kematian, menghadapi kesulitan, menghadapi penderitaan. Yesus juga ingin membawa kita ke puncak gunung bukan hanya Petrus, Yakobus dan Yohanes tetapi kita semua. Yesus tidak hanya ingin memperlihatkan kemuliaannya tetapi ingin memberikan kemuliaan itu kepada kita. Meskipun hanya sesaat Petrus, Yakobus dan Yohanes masih bisa menyaksikan dan merasakan kemuliaan Allah, mereka merasa damai, merasa bahagia dan penuh suka cita serta ingin tetap tinggal dalam terang cahaya kemuliaan itu.
Tuhan kita mempertajam kemuliaan, mempertajam mata iman kita karena hanya dengan mata iman ini kita bisa merasakan kemuliaan yang Tuhan berikan bahkan dalam peristiwa hidup Yang harus kita lewati setiap hari yang tidak selalu menyenangkan. Dengan mata iman, kita masih bisa merasakan kemuliaan Tuhan dalam perjuangan dan pergumulan hidup yang kita lalui di tengah keluarga, dalam pekerjaan dan juga dalam pergaulan kita.
Semoga Ekaristi ini membawa kita pada perutusan untuk menjadi saluran kemuliaan Tuhan bagi semua orang, marilah kita mendengarkan Sang Putra yang terkasih supaya kita boleh merasakan kemuliaan seperti Petrus, Yakobus dan Yohanes. Hanya dengan mendengarkan Yesus Sang Putra terkasih hidup kita mendapatkan jaminan akan kemuliaan abadi. Selamat kepada pasutri yang melakukan penyegaran perkawinan dan perkawinan adalah rahmat yang menjadi sakramen, memperlihatkan kehadiran serta keselamatan Tuhan sendiri.
Upacara penyegaran janji perkawinan diawali dengan pemanggilan nama-nama pasutri untuk maju kedepan altar, kemudian Romo Surawan menanyakan kesediaan mereka untuk melakukan penyegaran janji perkawinan. Setelah itu mereka mengucapkan janji perkawinannya di hadapan umat yang hadir, selanjutnya Romo Surawan memberkati dan memerciki mereka dengan air suci. Diakhiri dengan pemberian setangkai bunga mawar kepada pasutri oleh Romo Surawan.
Nama-nama Pasutri yang merayakan ulang tahun perkawinan bulan Februari 2026.
1. Petrus Siswanto & Kristina Herryjani (Lingkungan Santo Paulus), HUT Perkawinan ke 13, Tgl. 3 Februari 2013.
2. Auxentius Eko Budi Prasetyo & Maria Magdalena Erlis Widiastuti (Lingkungan Mgr. Sugiyopranoto), HUT Perkawinan ke 23, Tgl. 15 Februari 2003.
3. Marcus Dharma Setiawan & Veronica Eti Suciati (Lingkungan Santo Aloysius), HUT Perkawinan ke 26, Tgl. 20 Februari 2000.
4. Tonny Wiranto & Jenny (Lingkungan Santo Theodorus), HUT Perkawinan ke 26, Tgl. 27 Februari 2000.





