Palembang – Setelah mengikuti pelatihan teori, praktek, kedisiplinan dan tanggung jawab selama enam bulan mulai Agustus 2025 sampai Maret 2026, sebanyak 45 anak dilantik menjadi anggota Putera-Puteri Altar (Misdinar) Santo Yoseph Palembang. Pelantikan dilakukan dalam Perayaan Minggu Prapaskah keempat (Laetare) oleh RD. Hyginus Gono Pratowo, Pastor Paroki, Minggu 15 Maret 2026 pukul 17.00 Wib di Gereja Santo Yoseph Palembang.
Lewat homilinya Romo Gono mengingatkan, hari ini kita memasuki Minggu keempat Prapaskah yang juga dikenal dengan Minggu Laetare yaitu : hari yang mengundang kita untuk bersuka cita di tengah perjalanan tobat. Suka cita ini bukan karena masa puasa segera berakhir, melainkan karena kita diingatkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Di tengah kerapuhan, kelemahan dan kegelapan hidup, Tuhan tetap bekerja membuka mata hati kita agar mampu melihat terang kasihnya yang menuntun langkah hidup kita.
Dalam banyak hal kita seperti orang-orang Farisi yang buta, merasa paling benar karena kalau mengakui kesalahan akan dianggap lemah, akan dianggap bodoh. Merasa paling suci dibandingkan orang lain, merasa paling berjasa, merasa harus dihargai dan dihormati, merasa lebih baik daripada yang lain sehingga merasa tidak memerlukan bantuan dari siapapun bahkan merasa tidak perlu Tuhan dalam hidup kita. Dulu orang Katolik percaya akan Dogma Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa, tetapi orang-orang sekarang ini percaya bahwa mereka tidak punya dosa, maka tidaklah mengherankan hingga Gereja dan ruang pengakuan sepi bahkan menjelang Paskah, karena mungkin kita tidak merasa berdosa.
Kita membutuhkan penerimaan diri, pengetahuan diri, dibutuhkan keredahan hati untuk merima bahwa kita membutuhkan bantuan. Keredahan hati untuk bekerja sama dengan rahmat Tuhan dan tumbuh secara rohani, itulah yang dibutuhkan dalam hidup kita. Semoga masa Prapaska ini membantu kita untuk memberantas kebutaan rohani, menerima keterbatasan, menerima kelemahan dan menyadari keberdosaan kita sehingga kita dapat disembuhkan dan tumbuh secara rohani. Semoga kita bertumbuh dalam iman seperti orang buta, semakin mengenal dan semakin dekat dengan Yesus dan pada gilirannya memberi kesaksian tentang Dia.
Upacara pelantikan diawali dengan penyerahan Putera-Puteri Altar oleh Valentina Gracia Kirana sebagai Ketua Putera-Puteri Altar Santo Yoseph Palembang kepada RD. Hyginus Gono Pratowo untuk dilantik. Setelah mereka mengucapkan janjinya, Romo Gono memberkati dan memerciki dengan air suci. Pada kesempatan ini secara simbolis Romo Gono memberikan kalung kepada dua anak sebagai tanda diterima menjadi anggota Putera-Puteri Altar Santo Yoseph Palembang dan seusai dilantik anggota Misdinar yang baru menyanyikan lagu : Mars Putera Puteri Altar.
Salah satu pendamping Putera-Puteri Altar Santo Yoseph Palembang, Wenseslaus Christo Waning menjelaskan bahwa setiap tahun dibuka pendaftaran untuk menjadi anggota Putera-Puteri Altar dengan syarat : usia minimal kurang lebih 10 tahun (setelah menerima komuni pertama) sampai maksimal kelas XII (3 SMA). Kemudian menyerahkan dokumen surat permandian, komuni pertama, pasfoto dan membayar 10 ribu rupiah untuk mencetak buku pedoman. Saat ini jumlah anggota Misdinar Santo Yoseph Palembang termasuk yang baru sebanyak 183 orang dengan jumlah pendamping ada 24 orang.
Christo mengharapkan agar anggota Misdinar Santo Yoseph Palembang yang baru dilantik tidak hanya bersemangat melayani diawal saja tapi sampai dewasa (misalnya : nanti akan lanjut menjadi Pengurus atau Pendamping Misdinar). Semoga adik-adik yang baru dilantik tidak hanya aktif pelayanan di altar, tapi juga bisa aktif dalam kegiatan di luar altar yang akan diselenggarakan oleh Pengurus Misdinar.
Tak lupa Romo Gono mengucapkan selamat untuk anak-anak yang sudah dilantik sebagai Putra Putri Altar yang baru dan selamat melayani Tuhan. Tidak usah takut salah ketika melayani Tuhan, tetapi belajarlah terus dari kesalahan, itu yang penting tidak usah takut salah. Terima kasih kepada para pendamping, pembina Putra Putri Altar Santo Yoseph, para pengurus yang telah mempersiapkan mereka kurang lebih enam bulan, baik dalam teori, praktek, kedisiplinan dan tanggung jawab. Terima kasih kepada para orang tua, opa dan oma yang telah mendampingi, mengantar dan sudah memberikan waktunya untuk anak-anak dalam berlatih di tempat ini, juga menunggu dengan setia anak-anak berlatih sampai akhir.




