Rangkaian Triduum Hari Raya Paskah dilanjutkan pada Perayaan Jumat Agung untuk merenungkan sengsara Tuhan Yesus Kristus dan ratusan umat mengikuti Ibadat Jalan Salib, Jumat 19 April 2019 pukul 09.00 Wib di Gereja Santo Yoseph Palembang.

Melalui ibadat jalan salib umat dajak untuk mengenangkan kembali kesengsaraan Tuhan Yesus dan nenyadari betapa besar kasih Allah kepada kita dan semakin sadar akan segala dosa yang sering kita lakukan sebab dosa-dosa kitlah yang menyebabkan Tuhan Yesus menderita, sengsara sampai wafat di kayu salib.
Lewat jalan salib umat diingatkan kembali Yesus Kristus menderita sengsara demi keselamatan manusia dan diharapkan melalui ibadat jalan salib agar tidak takut mencintai Allah karena Tuhan Yesus dan Roh Kudus mendampingi hidup kita sepanjang masa.

Dalam rupa Allah Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan melainkan mengambil rupa hamba dan sama dengan manusia. Sebagai manusia Yesus Kristus merendahkan diri dan taat sampai mati di salib. Melalui ibadat jalan salib umat mengharapkan kebangkitan bersama Yesus Kristus dan semoga karena berkatNya boleh bertumbuh dalam iman dan keyakinan akan kebahagiaan abadi.
Jalan Salib merupakan jalan belas kasih, jalan kemurahan hati dan pepulih kerusakan ciotaan semesta dan jalan keselamatan. Dengan mengenangkan sengsara dan wafat Tuhan Yesus, kita semakin menyadari tanggung jawab sebahai pengikutNya yang dipanggil untuk menggunakan kemajuan teknologi demi semakin menghormati dan menghargai keutuhan ciptaan untuk kesejahteraan hidup bersama.

Melalui Jalan salib Yesus Kristus memberi teladan unggul, semangat pantang menyerah, menumbuhkan dan meneguhkan iman, memberi kekuatan sebagai wujud belas kasih untuk menjadikan kita manusia baru yang senantiasa hidup menurut Jalan Salib, Jalan Cinta Kasih.
