Dalam Perayaan Jumat Agung Gereja mengajak umat Katolik untuk mengenangkan sengsara dan wafat Yesus Kristus, menghormati salib serta mengenang asal-usul lukaNya dan berdoa bagi keselamatan seluruh dunia. Ibadat Jumat Agung terdiri dari : Liturgi Sabda, Penghormatan Salib dan Komuni. Ribuan umat menghadiri Ibadat Jumat Agung di Gereja Santo Yoseph Palembang, 19 April 2019 pukul 15.00 yang dipimpin oleh RD. Guido Suprapto didampingi Rm. Tarsisius Leisubun, MSC dan pukul 18.00 Wib dipimpin oleh RD. Stefanus Supardi didampingi oleh RD. Laurentius Rakidi dihadiri oleh ribuan umat yang memadati Gereja Santo Yoseph Palembang.

Perayaan Jumat Agung diawali perarakan petugas liturgi menuju ke dalam Gereja dengan suasana hening Kemudian para imam membungkuk di depan altar dan menelungkupkan diri sebagai ungkapan kerendahan hati serta kedukaan Gereja, umat diajak untuk berlutut dan berdoa untuk mengenang Yesus yang wafat disalib. Dalam kesempatan ini umat juga diajak kembali untuk mendengarkan Kisah Sengsara Yesus Kristus yang dibawakan oleh Pasio.
Dalam homilinya RD. Guido Suprapto mengatakan marilah dalam hidup kita sebagai orang Katolik kita senantiasa hidup dalam keteguhan iman yang disertai dengan penuh syukur dan sukacita karena kita telah ditebus oleh Allah sehingga tak satupun atau apapun yang akan bisa memalingkan kita dari Kristus karena dia adalah penyelamat kita dan berkat salibnya, berkat kematiannya kita ditebus dan dinyatakan sebagai anak-anak Allah.

Sementara itu RD. Laurentius Rakidi berpesan semoga wafat Yesus di kayu salib tidak melemahkan iman dan kebiasaan kita untuk berbuat baik melainkan justru memperteguh iman dan semakin menyemangati kita untuk berbuat baik karena setelah kematian akan ada kebangkitan dan itulah kehidupan yang sejati.
Sebelum penghormatan Tuhan Yesus, RD. Stefanus Supardi dan RD. Laurentius Rakidi melakukan prosesi pembukaan selubung salib sebanyak 3 kali dan menunjukkan kepada umat hingga salib terlihat. Sstelah itu RD. Stefanus Supardi dan RD. Laurentius Rakidi mencium salib. Kemudian satu persatu umat menghormati salib dengan berbagai cara, yaitu : mencium, menyentuh dan memberi hormat.

