HUT ke 79 RI dirayakan oleh seluruh rakyat Indonesia termasuk umat Paroki Santo Yoseph Palembang dengan mengikuti Perayaan Ekaristi sekaligus Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Sabtu 17 Agustus 2024 pukul 17.30 Wib. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD. Yohanes Agung Apriyanto didamppingi oleh RD. Hyginus Gono Pratowo dan RD. Dionisius Anton Liberto, diawali dengan perarakan pembawa bendera merah putih dan petugas liturgi ke dalam Gereja dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh umat yang hadir.
Dalam homilinya Romo Agung mengatakan sangat bersyukur bahwa sangat- meriah perayaan untuk 17 Agustus yang kita rayakan hari ini yang secara khusus kita rayakan dalam Ekaristi Sejak seminggu yang lalu kita telah bersama-sama ingin menyongsong perayaan ini dengan jalan santai, lalu juga ada senam, lalu ada aneka lomba untuk anaka-anak, pertandingan tenis meja dan gaple. Kami di depan melihat kayak pelangi, macam-macam warnanya ada yang merah, putih umat berpakain sangat bervariasi dan ini menunjukkan kebhinekaan kita, mungkin dalam arti tertentu ada yang merah, putih, hijau, biru dan lain sebagainya. OMK juga istimewa memakai pakaian-pakaian adat dan juga mungkin diantara kita juga menggunakan pakaian adat, semua yang kita lakukan pada hari ini untuk menyongsong kemerdekaan kita.
Hari ini kita rayakan secara khusus adalah ungkapan rasa syukur kita, kegembiraan kita atas perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan, dimana mereka memberikan hidup mereka untuk memerdekakan bangsa kita, bangsa Indonesia. Namun kita sebagai umat Kristiani sebagai umat Katolik kita juga diajak untuk melihat kemerdekaan itu bukan hanya dalam arti tertentu tetapi juga melihat kemerdekaan dalam konteks iman kita sebagai orang Katolik. Tuhan Yesus telah menganugerahkan kepada kita kemerdekaan sejati bukan hanya kemerdekaan dalam arti bahwa kita dibebaskan dari penderitaan dan juga dari penjajahan secara fisik manusiawi tetapi kita juga dibebaskan dari dosa dan juga segala bentuk dalam penindasan ataupun juga dalam hal spiritualitas kita.
Santa Maria yang kita rayakan perayaan Hari Raya Kenaikanny ke Surga pada hari ini memberi kita suatu inspirasi dalam cara hidupnya dan pengabdiannya kepada Allah untuk menjaga dan juga kita selalu mengisi kemerdekaan kita sebagai orang Kristiani dalam kemerdekaan yang sejati. Kemerdekaan rohani yang ia miliki dengan seutuhnya dalam dirinya, menyerahkan hidupnya kepada kehendak Allah sendiri. Bunda Maria menghayati kemerdekaan rohani, kemerdekaan yang sejati itu bukan hanya dalam konteks terbebas dari penderitaan atau dari tantangan hidup tetapi sungguh-sungguh memberikan hidupnya dimana Bunda Maria memberikan dirinya seutuhnya kepada kehendak Allah meskipun akan ada banyak tantangan, dia tahu bahwa akan ada banyak tantangan yang harus ia alami dan hadapi.
Bunda Maria mengajarkan kepada kita semua bagaimana menghayati kemerdekaan sebagai orang-orang Kristiani agar kita juga selalu hidup dalam kebebasan dari keterikatan hal-hal yang bersifat duniawi dan juga dari dosa dan sebaliknya kita senantiasa setia untuk melaksanakan kehendak Allah dan menyerahkan hidup kita kepada Allah sendiri dan hidup di dalam kasihnya meskipun tantangan dan penderitaan akan kita hadapi, kita belajar dari teladan Bunda Maria akan kesetiaan dan ketatannya kepada Allah sendiri.
Kita semua dipanggil sebagai umat Allah agar kita juga senantiasa menyerahkan, mempersembahkan hidup kita kepada Allah sendiri dan kita juga setia melaksanakan kehendaknya dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai wujud persembahan diri kita kepada Allah dan penyerahan hidup kita kepada Allah sendiri. Kita juga berani dipakai oleh Allah untuk menjadi tanda kasih dan juga tanda rahmatnya, berkatnya bagi orang-orang dan masyarakat di sekitar kita. Semoga kita juga senantiasa mau untuk membuka diri kita agar Allah sendiri juga menuntun langkah dan perjalanan hidup kita masing-masing.
Seusai Perayaan Ekaristi umat diajak untuk mengikuti pesta rakyat yang diadakan di halaman Gereja Santo Yoseph dengan menikmati tumpeng yang sudah didoakan dan diberkati oleh Romo Gono secara simbolis. Umat Wilayah dan Lingkungan terlibat langsung dengan mempersiapkan tumpeng dan makanan kecil yang dinikmati oleh seluruh umat yang hadir. Dalam kesempatan ini juga dilakukan penyerahan hadiah kepada para juara untuk pertandingan tenis meja dan gaple berupa uang pembinaan.
Seusai Perayaan Ekaristi umat diajak untuk mengikuti pesta rakyat yang diadakan di halaman Gereja Santo Yoseph dengan menikmati tumpeng yang sudah didoakan dan diberkati oleh Romo Gono secara simbolis. Umat Wilayah dan Lingkungan terlibat langsung dengan mempersiapkan tumpeng dan makanan kecil yang dinikmati oleh seluruh umat yang hadir. Dalam kesempatan ini juga dilakukan penyerahan hadiah kepada para juara untuk pertandingan tenis meja dan gaple berupa uang pembinaan.
Berikut ini nama-nama para pemenang :
Pertandingan gaple : Juara 1 : Asuan & Andreas, Juara 2 : Jimmy & B.Hermawan dan Juara 3 : Joko & Ayaw
Pertandingan tenis meja single putra : Juara 1 : Daryadi, Juara 2 : Joni,
Juara 3 : Jimmy dan Widi
Pertandingan tenis meja ganda putra : Juara 1 : Daryadi & Nicolas
Juara 2 : Jimmy & Prasetyo, Juara 3 : Thomas & Novam, Joni & Sukidi





