Rapat Pleno DPP Santo Yoseph Palembang

November 18, 2025
Rapat Pleno DPP Santo Yoseph Palembang

Kepengurusan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Yoseph Palembang periode 2024-2027 mengadakan Rapat Pleno sebagai evaluasi dan pertanggungjawaban program yang sudah terlaksana mulai bulan Januari sampai Oktober 2025 serta menyampaikan rencana program kerja untuk tahun 2026, Minggu 16 November 2025 pukul 10.00-15.00 Wib di Aula Pastoran.

Fans de Sales Billy Jaya, selaku ketua DPP Paroki Santo Yoseph Palembang dalam pengantarnya mengatakan, ini adalah rapat pleno setahun sekali  dan wajib kita lakukan  sesuai dengan pedoman Pastoral Keuskupan Agung Palembang, dihadiri oleh seluruh komponen, stakeholder yang ada di Paroki ini, terdiri  dari : Dewan Pastoral, Pengurus Dewan Pastoral termasuk juga Pengurus Lingkungan, Pengurus Wilayah, Pengurus Komunitas serta semua institusi Katolik yang bernaung di Wilayah Paroki Santo Yoseph Palembang. Hari ini juga merupakan momen kita bersama untuk berpikir keras bersama  untuk pengembangan Paroki ke depan. Dari data yang masuk  dari Lingkungan kami cukup berterima kasih, artinya ketika ada saran kita berharap bukan lagi top down dari Pengurus DPP tapi seharusnya memang kita semua dari bawah sampai ke atas, kita semua bersama berpikir keras agar pelayanan Pastoral Paroki ini lebih baik lagi ke depannya,  kalau  kita punya mindset berfokus pada solusi semoga itu bisa mendapatkan hasil untuk pengembangan Pastoral Paroki Santo Yoseph ke depan. 

Kita juga mengevaluasi kinerja Pengurus Dewan Pastoral Paroki 2025, semoga ini bisa menjadi bahan kita bersama melihat bagaimana perkembangan Paroki Santo Yoseph selama setahun dari 2024 terakhir kemarin lalu 2025 ini.  Kalau tidak salah setahun kita dua kali  mengadakan Pleno di awal tahun 2025 dan sekarang kita Pleno lagi, karena ini yang diminta jadi kebijakan Keuskupan yang baru menginginkan bahwa kita harus sudah melaporkan seharusnya di bulan Oktober akhir kemarin, tapi karena situasi dan kondisi yang juga terjadi di banyak Paroki untuk menyesuaikan  maka kita minta waktu.  Jadi kebijakan Keuskupan ke depan bahwa kita sudah harus melaporkan kegiatan  di Paroki kita paling lambat 31 Oktober. Sekali lagi kita sangat berharap forum ini ada gagasan-gagasan untuk pengembangan Paroki Santo Yoseph ke depan dan itu sangat tergantung dengan kita semua yang hadir disini agar lebih baik lagi.

Kemudian RD. Hyginus Gono Pratowo sebagai Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang, mengucapkan terima kasih karena program Komunitas Basis Gerejawi (KBG) tahun ini sudah diupayakan dengan baik, langkah-langkah awal  mulai bulan Desember, Januari sudah dibentuk dan sudah berjalan dan  minggu depan  pada Hari Raya Kristus Raja akan ditutup tanggal 23 November 2025, tapi  bukan berarti bahwa nanti dibubarkan. Jadi kelompok-kelompok Komunitas Basis yang ada di Lingkungan kita masing-masing tetap ada, hanya tahun KBG saja yang dibubarkan memasuki Tahun Devosi tetapi untuk kelompok-kelompok Basis yang ada di lingkungan kita masing-masing diharapkan tetap bertahan dan terus dikembangkan. 

Dalam laporannya Romo Gono menyampaikan, data sampai akhir Oktober tahun 2025 jumlah umat Paroki Santo Yoseph Palembang sebanyak 6.584 jiwa, dengan jumlah KK sebanyak 1.982. Tenaga Pastoral ada empat Pastor, satu Pastor Kepala Paroki, tiga Pastor Rekan dengan aneka tugas yang lainnya. Romo Surawan mendampingi Wilayah 1-4, Ramo Daniel Depan Pratama mendampingi Wilayah 5-7, Romo Anton Liberto mendampingi Wilayah 8-10 dan Romo Gono mendampingi Wilayah 11-13 termasuk Stasi Hilarius. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin dan mengadakan jadwal Misa Lingkungan secara rutin, sekaligus sarana untuk kunjungan Pastoral keluarga. Untuk Misa Lingkungan jadwal rutin 80 % berjalan, artinya  para Romo sudah menjadwalkan ada Misa di Lingkungan setiap bulan tapi memang ada beberapa lingkungan yang tidak jalan sekitar 20 % dan ada yang 2 bulan sekali,  3 bulan sekali serta 4 bulan sekali. 

Sementara itu untuk administrasi Paroki pada umumnya bisa berjalan dengan baik, dilayani oleh tiga orang tenaga sekretariat. Untuk keamanan dan pemeliharaan di Lingkungan Pastoran serta Gereja tertangani dengan baik tapi dengan catatan kita harus tetap memberikan masukan serta perhatian kepada para pekerja artinya memang harus selalu dikontrol. Ada empat tenaga keamanan, dua tenaga koster, dua tenaga kebersihan, satu orang tenaga rumah tangga dan satu orang sukarelawan. 

Pelayanan dalam hal pemeliharaan jiwa-jiwa  melalui perayaan sakramen-sakramen khususnya, Ekaristi hari minggu, harian dan di Lingkungan, pengakuan dosa, perminyakan suci, pelayanan kematian mulai dari rumah duka sampai pemakaman bahkan doa arwah dalam keluarga juga bisa tertangani dengan baik. Berkat kerjasama dengan para prodiakon, kelompok doa, PSPK, pelayanan pengiriman komuni untuk orang sakit dan lanjut usia. Demikian juga pelayanan dalam rangka pengembangan umat beriman melalui persiapan dan pelaksanaan baptisan, perkawinan, sakramen krisma dan komuni pertama bisa terlayani dengan baik.

Tahun 2025 ini terlayani baptisan bayi, anak  sebanyak 58 orang, dewasa 20 orang, perkawinan ada 42 pasang, penguatan atau sakramen krisma ada 115 orang, komuni pertama 97 orang, penerimaan minyak krisma untuk orang sakit yang terlayani ada sekitar 45 orang, itu yang tercatat masih ada  yang belum tercatat atau belum terlaporkan misalnya yang dilayani oleh Paroki di luar Santo Yoseph yang kadang-kadang tidak memberikan laporan atau memberikan lembaran catatan. Sekaligus mengingatkan untuk para Ketua Lingkungan kalau ada warganya yang pengurapan orang sakit, ketika Romo lupa untuk memberikan catatan data maka Ketua Lingkungan lah yang mencatatkan nama dan  tanggal nya  nanti dilaporkan ke sekretariat supaya memang ini bisa tercatat dengan baik. Lalu umat yang meninggal tahun 2025 sejumlah 50 orang, untuk pelayanan yang menyangkut masalah pribadi dan keluarga melalui konsultasi bisa dilayani sesuai dengan situasi serta kondisi, juga melibatkan seksi dan tim pendamping keluarga. 

Diingatkan kembali untuk Pengurus Lingkungan dan Wilayah, bahwa pada hari Sabtu sore terhitung mulai jam 2 sore, Sabtu dan Minggu tidak melayani Misa karena sudah menjadi keputusan bersama, misalnya : misa ulang tahun, misa peringatan arwah, misa tirakatan di Rumah Duka RS. RK Charitas atau Rumah Duka Nirvana dan lain-lain, kecuali Misa Requiem. Tidak hanya Paroki tetapi sudah tingkat Keuskupan lalu Dekanat disampaikan kembali dan itu sudah disepakati, semuanya difokuskan untuk Perayaan Sabtu-Minggu  dipusatkan di Paroki masing-masing. Kalau di Paroki Santo Yoseph pusatnya adalah Gereja Paroki, Stasi Hilarius dan Gedung Serbaguna Santo Louis pada Minggu pertama, ketiga dan kelima. Kita punya Kapel di Wilayah Paroki Santo Yoseph Palembang, yaitu : Kapel Emmanuel, yang reksa Pastoral pelayanannya diserahkan pada para romo yang  di km 7. Sedangkan seminari menengah Palembang, kita serahkan ke Seminari untuk pelayanan Sakramen dan untuk Pastoral tetap dari Santo Yoeph Palembang.

Perayaan Ekaristi dan kegiatan lainnya yang diadakan di Lingkungan, wajib memberitahu Pastor Paroki begitu juga ketika kita mengundang Pastor dari luar Paroki Santo Yoseph Palembang.   Untuk kegiatan Adorasi hanya dipusatkan di Paroki  atau di Kapel kita. Kalau ada beberapa tempat atau ruang doa umat dan ingin Adorasi sendiri harus ada izin dari Ordinaris Wilayah, yakni Bapa Uskup. Untuk soal perkawinan dan kasus-kasus perkawinan kita mengikuti kebijakan dari Keuskupan. Dalam buku pedoman Paroki Kesukupan Agung Palembang  sudah diatur  tentang pendoman keuangan, ada stipendium,  kolekte, eurastole dan sebagainya ini.

Pada Rapat Pleno ini, Billy Jaya sebagai Ketua DPP juga menyampaikan program kerja untuk tahun 2026, bukan persoalan dan tantangan  tetapi soal komunikasi serta koordinasi, di samping itu juga sedikit butuh komitmen yang lebih kuat, agar apa yang sudah kita rencanakan  bisa dilaksanakan. Ini baru gagasan yang dibuat dan diusulkan oleh para Pengurus DPP, dari seksi-seksinya sampai ke koordinator bidangnya untuk tahun 2026, masih bisa ditambah atau dikurangi. silahkan. Jadi dengan di forum ini, waktunya kita mencoba ayo bersama-sama, kita mengembangkan Paroki ini untuk tahun 2026. 

Lalu arah dasar untuk Keuskupan Agung Palembang di tahun 2026, adalah Devosional/Tahun Devosi, KBG itu tahunnya saja yang ditutup, tapi hidup Komunitas Basis Gerejani tetap harus kita jalani, karena itu adalah cara hidup baru Gereja Katolik. KBG harus tetap ada dan terus dikembangkan karena justru kekuatan kita dan yang menyatukan dan mengikat KBG-KBG adalah Lingkungan. Jadi keberhasilan KBG juga sangat ditentukan oleh strategi Pengurus Lingkungan untuk menghidupkannya. Tahun 2026 adalah Tahun Devosional yang merupakan kesempatan untuk mengembangkan Devosi kekayaan Gereja, tradisi-tradisi suci Gereja  di Lingkungan dan KBG-KBG.

DPP Santo Yoseph Palembang sudah menerima beberapa masukan melalui laporan yang disampaikan dari Lingkungan-Lingkungan antara lain : tentang KBG itu ternyata di semua lingkungan itu sudah terbentuk dan  memang ada Lingkungan yang KBG nya belum berjalan, penggantian pengurus yang baru karena alasan tertentu kesulitan kadarisasi dan memang isu ini juga dialami juga Lingkungan yang lain. Apalagi ada rencana pengembangan atau pengembangkaran lingkungan bagaimana nanti cara memilihnya. Nah itu disebutkan di dalam salah satu hambatan. Kemudian ada juga  warga yang sama sekali tidak berkomunitas atau tidak pernah hadir dalam pertemuan Lingkungan. Keterbatasan pendanaan misalnya untuk mengadakan kegiatan yang besar, misalnya : retret, rekoleksi dan ziarah.

Masih minimnya  umat yang bisa ditunjuk atau secara sukarela untuk menjadi fasilitator ataupun animator di KBG. Kesulitan mengatur waktu untuk mengadakan pertemuan Lingkungan karena ada pertemuan KBG. Beberapa Lingkungan, sulit mengaktifkan remaka atau anak muda di Lingkungan dan sulit untuk mencari rumah untuk mengadakan pertemuan.  Termasuk pendampingan dari Paroki ke Lingkungan yang membutuhkan untuk proses pemekaran.  Usulan ada dana subsidi dari Paroki untuk Lingkungan yang membutuhkan terutama untuk kegiatan rohani yang diadakan di lingkungan. Paroki mengadakan pelatihan pemandu KBG secara rutin atau berkala atau Tim KBG Paroki terjun langsung ke Lingkungan dan ini adalah salah satu bentuk perhatian support ke basis-basis yang ada di Lingkungan. Di Wilayah 13 selalu ada kegiatan bersama mohon tetap diadakan sehingga kebersamaan tetap dipertahankan karena dampaknya sangat bagus semoga tiap tahun terus diadakan. 

Bukan berarti  DPP tidak peduli dengan harapan Bapak-Ibu sekalian, jika tidak mengusulkan atau tidak meminta. Jadi pelayanannya itu bukan hanya datangnya dari atas, kalau  Bapak, Ibu bisa memberikan masukan, usulan dan program akan sangat membantu untuk perkembangan Paroki yang harus bertumbuh bersama baik imannya. Kegiatan yang ada di Paroki didorong oleh DPP dan para koordinator-koordinator bidang. Sebenarnya kami sangat berharap, harusnya yang mendorong juga adalah dari Lingkungan-Lingkungan, ini fenomena yang menarik artinya wilayah mendorong sebuah kegiatan di sekitarnya, tentu dari Lingkunganlah yang bisa tahu kebutuhan umatnya, jadi kegiatan justru  ada di basis-basis.

Lalu pendampingan DPP ke Lingkungan, terkait pemekaran pasti dilakukan hanya saja seringkali DPP tidak tahu datanya perlu dimekarkan. Kalau Lingkungan yang minta, kita bisa hadir, ayo kita cari solusi bersama-sama, alasan pemekaran-pemekaran sebenarnya ada tantangan yang selalu klasik, yaitu : siapa yang akan jadi pengurusnya. Jadi pada dasarnya DPP siap untuk mendampingi, hadir, asal diminta oleh Lingkungan karena kalau tidak, pasti ada penolakan jika DPP langsung masuk, termasuk juga keaktifan karena beberapa Lingkungan Ketuanya sudah memberikan beberapa periode.R

Rapat pleno juga diisi dengan laporan kegiatan bidang-bidang oleh Koordinator Bidang dan tanya jawab dengan para peserta.

Leave a Reply


5 + 9 =