24 tahun perjalanan Gerakan Imam Maria (GIM) Santo Yoseph Palembang, sejak pertemuan pertamanya Jumat 28 November 2001 di Aula Pastoran Paroki Santo Yoseph Palembang yang dihadiri oleh 16 orang. Terpilih sebagai Ketua : Maria Noni Kobar, Wakil : Luci dan Yuli Amir, Sekretaris : Elly Yakobus dan Wakil Sekretaris : Susan Rudi, Bendahara : Enny Irawan dan Erni Budi, Seksi Liturgi : Evi Smith dan Endang, kemudian didampingi oleh Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang Alm. RD. Bonifasius Juwana dan Romo Endro. Untuk merayakan HUT ke 24 Gerakan Imam Maria (GIM) diadakan Doa Senakel dan Perayaan Ekaristi, Rabu 26 November 2025 pukul 16.00 Wib bersama RD. Daniel Depan Pratama dan Romo Hans. Rettob, MSC di Kapel Santa Faustina, Paroki Santo Yoseph Palembang.
Dalam homilinya Romo Daniel mengucapkan selamat ulang tahun kepada Komunitas Gerakan Imam Maria dan pada hari ini kita bersama-sama bersyukur dalam Perayaan Ekaristi atas penyertaan Tuhan terutama di dalam Gerakan Imam Maria yang senantiasa mendoakan doa senakel. Kita berdoa bersama dengan Bunda Maria yang tak bernoda kepada Yesus Kristus Puteranya. Melalui peristiwa-peristiwa yang terdapat di dalam rosario, kita melihat bagaimana pengalaman hidup Yesus bersama dengan Bunda Maria. Dan kita bersyukur atas rahmat yang boleh kita terima hingga pada hari ini kita bersama-sama merayakan hari ulang tahun Gerakan Imam Maria.
Melalui sabda Tuhan yang kita dengarkan pada hari ini, senantiasa mau mengajak kita kembali untuk merenungkan bagaimana kesetiaan kita, keteguhan iman kita untuk berdoa kepada Allah terkhusus di dalam Gerakan Imam Maria. Bisa kita lihat di dalam perjalanan Gereja awal dimana sebagai pengikut Kristus mereka mengalami penganiayaan dan dibenci orang. Mungkin di dalam hidup kita pada saat ini kita juga mengalami hal tersebut tetapi tidak terlalu ekstrim seperti Gereja awal. Tetapi Tuhan menghendaki meskipun kita mengalami situasi tersebut dengan adanya perubahan-perubahan zaman pada saat ini yang seringkali membawa kita pada perkembangan dunia Yesus mau kita untuk tetap setia di dalam iman kita terutama di dalam Gerakan Imam Maria, kita juga senantiasa setia di dalam doa-doa kita bagi Bapa Uskup, para Uskup, para Imam, biarawan dan biarawati dan juga bagi umat Allah sendiri.
Kita diminta untuk tetap setia karena Yesus sendiri menjanjikan kepada kita, tetaplah teguh di dalam imanmu, kalau kalian tetap bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu. Yesus juga menjanjikan, meskipun kita mengalami hal-hal tersebut tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang karena keteguhan hatimu. Maka dari itu melalui Perayaan Ekaristi ini dan juga ungkapan syukur dalam perayaan syukur ulang tahun Gerakan Imam Maria kita kembali diingatkan untuk tetap setia di dalam doa-doa kita, tetap setia di dalam pewartaan kita kepada Allah karena melalui teladan hidup Yesus sendiri, kita meskipun di dalam penderitaan, Yesus menjanjikan keselamatan dan kehidupan abadi kepada kita. Jika kita tetap bertahan dalam iman kita, semoga melalui perayaan hari ini kita semakin disemangati untuk tetap setia di dalam doa dan karya kita masing-masing.
Menurut Liliwati Mulia, Ketua GIM Santo Yoseph Palembang, dulu pertemuan diadakan setiap hari Jumat kedua dan keempat, berhubung setiap hari Jumat ada misa harian maka pertemuan di ganti menjadi hari Rabu Minggu ke dua dan keempat. Untuk pertemuan Rabu kedua diadakan Adorasi Sakramen Mahakudus, doa Senakel dan doa ujud khusus untuk Bapa Paus, para imam, biarawan, biarawati serta calon imam, biarawan, biarawati. Sementara untuk pertemuan keempat ada doa Senakel, ujud khusus untuk para imam, biarawan-biarawati, para calon imam, dan Perayaan Ekaristi. GIM juga melayani doa di rumah Duka Charitas dan rumah duka Nirvana Km 7 Palembang, tanpa memandang status sosialnya.
Pada pertemuan ketiga Elly Yakobus masuk menjadi anggota GIM dilanjutkan Sr. Marcella pada pertemuan keempat dan pertemuan keenam Liliwati Mulia masuk menjadi anggota dan terus berlanjut sampai sekarang. Mudah-mudahan doa-doa kami ini, berkenan kepada para imam, Tuhan Yesus dan Bunda Maria, selalu menghidupkan, tetap setia akan doa-doa kami. Lili juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu dan Bapak yang setia mendoakan para imam kita, semoga imam kita tetap setia atas panggilan imam mereka.
Sr. Marcella salah satu anggota Komunita GIM yang lama mengatakan saya juga nggak tahu kalau saya sudah jadi sponsor di sini karena pergi, datang nggak terlalu ingat pada 28 November 2001. Kita Desember tidak ada pertemuan, langsung Januari dan pada pertemuan ketiga hadir sekitar 15 orang. Saat itu pertama kita berdoa untuk para imam kami hanya 3-4 orang, tapi tetap ada sampai sekarang jadi semakin banyak. Saat itu berdoa, kami yakin dan percaya bahwa kita berdoa melalui Bunda Maria pasti akan diberikan apa yang kita butuhkan dan kita juga berharap imam kita semakin banyak karena imam harus ada penggantinya. Jadi itu kita tetap berharap dan jangan putus asa kita tetap berdoa, semuanya itu pasti dapat bantuan. Kita boleh bersyukur GIM sudah 24 tahun, semakin meningkatkan biar 1-2 orang kita tetap berdoa. Hari ini kita perlu bersyukur kepada Tuhan atas penyertaan dan bimbingan untuk Gerakan Imam Maria yang tahun ini masuk di usianya yang ke 24.
Perayaan HUT ke 24 GIM Santo Yoseph Palembang diisi dengan berdoa bernyanyi bersama dan potong kue ulang tahun, diakhiri dengan menikmati makanan dan minuman yang sudah disiapkan.
Gerekan Imam Maria (GIM) adalah gerakan yang merupakan suatu semangat yakni suatu cara membaharui diri dalam Roh Kudus dengan pertolongan Bunda Maria. Pembaharuan yang dimaksud adalah agar para imam sungguh hidup sebagaimana dikehendaki oleh Yesus dan Gereja. GIM juga merupakan gerakan terbuka bagi setiap imam, tanpa membedakan umur dan kedudukan dan menjadi suatu gerakan yang dipuji bukan karena banyaknya status dan pimpinan atau karena digerakkan oleh imam dan beberapa tokoh kuat, melainkan lebih karena suatu semangat , sebagaimana secara intuisi dirasakan oleh Paus Yohanes Paulus II. GIM menjadi hidup besar karena adanya penyerahan diri yang sungguh-sungguh untuk bersedia mendengarkan Bunda Maria serta memahami karya Roh Kudus.
Tanggal 8 Mei 1972 Don Stefani Gobbi dalam sebuah Kapel Kecil di Fatima bernama Apparitions sedang berdoa bagi para imam yang telah melepaskan panggilan imamtnya dan merencanakan untuk membentuk kelompok yang menentang kewibawaan Gereja, ia meminta tanda kecil dari Bunda Maria. Seketika itu juga ia merasakan adanya suatu kekuatan batin yang mendorongnya untuk pasrah kepada Hati Maria yang mempergunakannya sebagai alat yang rendah hati, guna mengumpulkan di sekitar Sri Paus, imam-imam yang bersedia menyambut undangannya. Maka sebuah pasukan kuat dibentuk dengan kekuatan yang timbul dari keheningan, doa dan kesetiaan yang tetap akan tugas dan kewajiban masing-masing.
Sebulan kemudian sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan, Bunda Maria memberikan tanda kecil di Gereja Annunciation di Nasaret. Dalam tahun yang sama di bulan Oktober, suatu usaha yang hati-hati telah dilakukan yakni dengan mengumpulkan tiga orang imam untuk berdoa dan berbagi pengalaman (sharing) persaudaraan di Paroki Gera Lario (Como), catatan tentang gerakan tersebut diberitakan melalui sejumlah selebaran dan harian Katolik. Pada bulan Maret 1973 jumlah imam yang mendaftar sudah mencapai sekitar 40 orang dan bulan Septemebr 1973 di San Vittorino dekat Roma berlangsung pertemuan nasional yang pertama dengan sekitar 30 imam ambil bagian didampingi 28 yang telah dicatat saat itu. Pada bulan Juli 1973, Don Stefano Gobbi mulai mencatat beberapa pemikiran yang jelas dan kuat yang muncul dari jiwanya dan menyerahkan catatan tersebut kepada pembimbing rohaninya menjelang bulan Agustus.
GIM sendiri dimengerti secara lebih jelas dalam kekayaannya, sebagaimana Bunda Maria memperkenalkan tahap demi tahap melalui tulisan Don Stefano Gobbi. Bunda Maria sendirilah yang merumuskan dan menyebarkan serta mendirikan GIM, hal ini dilakukan hingga kini si seluruh dunia, secara bijak dan luar biasa. GIM adalah seumpama biji kecil yang ditanam oleh Bunda Maria di kebin gereja. Dalam waktu relatif singkat, biji itu telah tumbuh menjadi sebatang pohon. Dalam hal ini Bunda Maria dan Gereja dengan tanpa keraguan mengulurkan tangan bagi para beriman terutama para imam. Bunda Maria tidak saja berbicara kepada mereka yang menjadi anggota GIM, tetapi juga kepada semua uskup dan imam yang telah mempercayakan dirinya di bawah bimbingannya serta berusaha terus menerus menghayati penyerahan diri tersebut. Janji penyerahan seutuhnya kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda ini memberikan kepada para imam suatu suasana tenang yang mendalam.
Kepercayaan kepada Bunda Maria selalu berada dekat dengan kita dalam segala situasi konkrit, memberi kita perasaan aman termasuk di tengah penderitaan kita dan ketidak pastian zaman ini. Kesediaan menjadi anggota baru sungguh berarti bila disertai dengan suatu perubahan rohani dan keinginan untuk secara terus menerus menghayati penyerahan diri serta mengajak orang lain untuk berdevosi kepada Bunda Maria. Hati Bunda Maria diperuntukkan bagi semua anaknya, tangannya menerima dan mempersatukan semua imam tanpa terkecuali dan memperkenalkan dirinya secara terbuka bagi semua orang.








