Dua anak menerima meterai kekal dan mengalami hidup sukacita sesudah dibaptis oleh RD. Yohanes Agung Apriyanto di Kapel Santa Faustina Paroki Santo Yoseph Palembang, Sabtu 27 April 2024 pukul 15.30 Wib,
Dalami homilinya Romo Agung mengatakan ” Baptisan bukan hanya sekedar sebuah ritual di dalam Gereja, tetapi adalah sebuah awal dari perjalanan seorang yang menerima baptisan untuk masuk di dalam kehidupan Allah sendiri. Mereka telah menerima tanda dan sarana keselamatan dari Allah melalui sakramen baptis yang mempunyai meterai kekal tidak pernah dapat terhapuskan dan itulah dikenakan kepada setiap orang Katolik yang telah menerima sakramen baptis.”
Dengan menerima sakramen baptis kita semua telah mendapatkaan anugerah-anugerah : dibebaskan dari dosa asal, diangkat menjadi anak-anak Allah dan digabungkan di dalam anggota Gereja. Namun demikian yang paling penting ialah bahwa niat baik dari orang tua juga hendaknya dibarengi dengan pendampingan-pendampingan yang perlu untuk anak-anak dalam perjalanan hidupnya sebagai orang Katolik juga peran penting dari para wali baptis.
Seringkali yang menjadi ironis adalah bahwa orang tua dengan semangat membaptis anaknya tetapi dalam perjalanan waktu melalaikan tugasnya untuk membimbing anaknya di dalam iman akan jadi Katolik. Maka sekali lagi bahwa ditekankan bagi kita semua yang mempunyai tanggung jawab itu bahwa ini juga menjadi salah satu pewujudan dari sakramen perkawinan yang telah anda terima untuk mendidik anak-anak di dalam iman jadi Katolik. Maka setelah menerima baptisan, orang tua tidak boleh melepaskan tanggung jawab ataupun melalaikan tugasnya untuk mendidik anak-anaknya, untuk mendampinginya di dalam penghayatan iman ataupun dalam kehidupan imannya sebagai orang katolik.
Agar anak-anak kita nantinya dapat menjadi orang Katolik yang menikah, tidak mencetak orang-orang Katolik yang males-malesan, tidak mencetak orang-orang Katolik yang justru tidak mengenal imannya. Maka dari itu peran dari orang tua sendiri menjadi sesuatu yang penting dan juga para wali baptis untuk mendampingi anak-anak ini agar mereka sendiri dapat hidup di dalam iman karena baptisan yang telah mereka terima.
Mari kita mohon kepada Tuhan agar menganugerahkan berkatnya untuk perjalanan hidup anak-anak kita ini, juga memohonkan berkat kepada orang tua dan para wali baptis untuk mendampingi mereka. Agar kita semua dapat juga menghayati hidup panggilan kita, untuk senantiasa membawa orang lain atau juga membawa saudara-saudara kita atau orang-orang di sekitar kita-kita masuk kepada rahmat Allah sendiri.
Semoga kita semua dalam usaha-usaha, dalam segala langkah perjalanan hidup kita sebagai orang Katolik, senantiasa mengalami sukacita dan mengalami berkat dari Allah sendiri. Kita percaya bahwa Tuhan senantiasa hadir untuk memimpin dan juga untuk menerangi langkah hidup kita dan tentu bahwa Tuhan juga mengendaki agar kita semua mampu untuk menjadi saksi-saksinya di dalam perjalanan hidup kita masing-masing, menjadi saksi-saksi akan iman kita dan juga membawa kasih Tuhan kepada sesama.
Upacara baptisan diawali dengan pemberian tanda salib di dahi anak-anak kemudian Romo Agung mulai membaptis dengan mencurahkan air di atas kepala sebnayak 3 kali, setelah itu memberikan minyak urapan, kain putih dan lilin bernyala sebagai tanda sudah menjadi anggota Gereja Katolik.
Nama-nama baptisan bulan April 2024
- Gevariel Zesha Andriani
- Verena Inga Dewi Yoewano




