Umat Paroki Santo Yoseph Palembang mengikuti Perayaan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Sabtu-Minggu 9-10 Agustus 2025 dan RD. Stefanus Surawan memimpin Perayaan hari Minggu 10 Agustus 2025 pukul 08.30 Wib.
Dalam homilinya Romo Surawan mengingatkan, manusia jatuh dalam dosa dan berada dalam kuasa maut lalu mengalami kematian terjadi karena ketidak taatan manusia pertama. Adam dalam hidupnya selalu ada kecenderungan untuk berbuat dosa dan itulah yang disebut dengan dosa asal. Dosa ini kemudian memberikan resiko bagi hidup manusia yakni kehancuran total kehidupan manusia dan berada di bawah kuasa maut manusia kemudian dibebaskan dari kuasa dosa dan maut karena ketaatan Yesus, karena karya Allah dalam diri Yesus, manusia dilepaskan dari kuasa dosa dan kembali relasi yang rusak karena dosa Adam dipulihkan. Inilah yang terjadi dalam hidup kita, misteri besar yang selalu kita rayakan dalam berbagai macam Perayaan Ekaristi dan liturgi yang lain, karya penyelamatan Allah atas segala ketidak taatan yang dilakukan oleh Adam melalui Yesus dengan ketaatannya melaksanakan kehendak Bapa. Karya Allah yang begitu besar ini terjadi dalam hidup manusia melalui seorang perempuan muda yang bernama Maria.
Maria kemudian disandingkan dengan Hawa yang jatuh dalam godaan setan dan mau mengikuti keinginan itu kemudian Hawa mengalami maut, tetapi sebaliknya Maria menjadi pribadi yang karena rahmat Allah membawa rahmat Tuhan itu dalam hidup manusia dengan jawabannya ketika menerima kabar dari malaikat Gabriel “ Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut kehendakmu “ dan ini betul ditunjukkan dalam hidup Maria sepanjang dia harus menjadi ibu Tuhan. Maria kemudian karena kasih Allah yang besar mendapatkan rahmat, misteri yang kita rayakan pada hari ini diangkat ke surga dengan mulia, badan dan jiwanya, ini sebuah misteri besar tetapi juga menjadi pengharapan yang besar pula dalam hidup kita.
Penghormatan kepada Bunda Maria diangkat ke surga dengan mulia sudah sejak lama dan kemudian ini dinyatakan perayaan ini sebagai sebuah ajaran Gereja. Pada bulan November kurang lebih tahun 1950 oleh Bapa Suci ini menjadi pengharapan bagi kita untuk bisa meneladani cara hidup orang beriman supaya kita tidak menjadi seperti manusia pertama yang jatuh dalam dosa dan dikuasai oleh maut, mengalami kematian yang total. Tapi sebaliknya kita diminta untuk dengan segala daya, segala usaha seperti yang dilakukan oleh Maria menjadi orang yang taat untuk melakukan kehendak Tuhan dalam hidup kita dan itulah yang bisa membawa kita memperoleh rahmat kerajaan surga yang mulia.
Bunda Maria memiliki peran yang besar dalam hidup kita, doa salam Maria sangat sederhana tetapi memberikan kekuatan yang luar biasa dalam hidup kita. Bunda Maria sungguh memiliki peran yang besar dalam pertumbuhan iman kita sebagai seorang murid. Mari dalam kesempatan Ekaristi dimana kita merayakan Maria diangkat ke surga dengan mulia, badan dan jiwanya, kita juga memiliki harapan yang sama, memperoleh kebahagiaan bersama Allah di surga. Tentu saja kita harus melalui berbagai macam perjuangan, pergumulan hidup sebagai umat beriman, semoga Tuhan senantiasa menjaga dan melindungi kita dan marilah kita membawa Bunda Maria dalam perjalanan hidup kita agar tidak menyimpang dari jalan dan kehendak Tuhan.



