Mari Kita Menghayati Spiritualitas Santo Yusuf Sebagai Orang Biasa

March 23, 2026
Mari Kita Menghayati Spiritualitas Santo Yusuf Sebagai Orang Biasa

Palembang – Hari Raya Santo Yusuf, Suami Santa Perawan Maria dirayakan umat Paroki Santo Yoseph Palembang dalam Perayaan Syukur Ekaristi, Kamis 19 Maret 2026 pukul 17.30 Wib yang dipimpin oleh RD. Emmanuel Belo Sede. Dalam kesempatan ini juga dilakukan pemberkatan Patung Santo Yusuf Tidur di Ruang Doa.

Melalui homilinya RD. Hyginus Gono Pratowo mengatakan, Santo Yusuf adalah  tokoh yang paling tidak menonjol, Dia tidak berbicara satu patah kata pun dan menjadi tokoh yang berada di balik layar. Gereja merayakan Hari Raya Santo Yosef/Santo Yusuf, suami Santa Perawan Maria, berbeda dari banyak suami yang biasanya lebih banyak tampil di muka umum dibandingkan dengan istrinya. Santo Yosef adalah sebaliknya, tidak pernah tampil, justru istrinya yang banyak tampil yaitu : Bunda Maria. Tetapi Yusuf tidak mengurangi peran penting dalam sejarah keselamatan. Taat kepada kehendak Tuhan itulah indikasi kuat iman seseorang, dibenarkan karena iman.

Yusuf juga adalah seorang yang taat kepada kehendak Allah, iman itu amat penting bagi hidup kita, kerap kali kita dihadapkan pada realita yang tidak sesuai dengan rencana hidup kita. Santo Yusuf memberi teladan tentang mengikuti kehendak Tuhan daripada rencananya sendiri. Inilah yang juga kita refleksikan sebagai Bapak Kepala keluarga dalam keluarga kita masing-masing.  Dalam panggung kehidupan ini ada tokoh-tokoh penting yang menonjol dan menjadi sorotan publik. Namun sebagian besar kehidupan ini berlangsung berkat orang-orang biasa yang tidak terkenal, tanpa pamrih. Misalnya para ibu rumah tangga yang melakukan pekerjaan biasa-biasa saja tanpa dikenal tetapi mengerjakan segala sesuatunya itu dengan penuh tanggung jawab, terkadang ucapan terima kasih dari suami dan anak-anaknya pun jarang ia terima. Namun mereka itulah yang mengantar jutaan manusia sukses dalam hidupnya.

Bapak Yusuf melakukan sesuatu dengan senyap, Dia diam tetapi melakukannya dengan penuh tanggung jawab, tidak banyak bicara, tidak banyak bertanya, tidak banyak protes. Tetapi dia melakukan dengan penuh iman, harapannya adalah para Kepala Rumah Tangga juga hendaknya memiliki spirit yang sama. Spiritualitas seperti Santo Yusuf adalah spiritualitas orang biasa.  Santo Yusuf dan para ibu rumah tangga itu sering menghadapi peristiwa-peristiwa di luar dugaan, namun mereka menjalankannya dalam diam dan sikap setia. Mereka itu orang-orang biasa yang memberikan kontribusi yang luar biasa dalam kehidupan ini dan menghayati spiritualitas orang biasa. Melakukan sesuatu dengan penuh iman dan kecil, mungkin dipandang remeh tetapi melakukannya dengan iman yang besar. Dengan cinta yang besar juga menjadi spirit dari Santa Yusuf.

Mari, kita yang berlindung pada Santo Yusuf juga memiliki semangat yang sama, dalam keheningan, kita tetap menjaga kesucian Gereja. Dalam keheningan, kita melakukan hal-hal yang baik, melaksanakan tugas-tugas yang baik dalam keluarga kita masing-masing. Sebagai Imam, Biarawan-Biarawati, kita juga dipanggil untuk melaksanakan karya dengan penuh bijaksana dan tanggung jawab.

Leave a Reply


9 + 2 =