Palembang – Umat Paroki Santo Yoseph Palembang merayakan Hari Raya Tritunggal Maha Kudus dalam Perayaan Ekaristi, Sabtu-Minggu 30-31 Mei 2026. Pada Perayaan hari Minggu 31 Mei 2026 pukul 17.00 Wib dipimpin oleh RD. Gading Johannes Sianipar.
Romo Gading dalam homilinya menyampaikan, hari ini kita merayakan Hari Raya Tritunggal Maha Kudus yang mau mengungkapkan relasi Allah Tritunggal, yaitu : Bapa, Putra dan Roh Kudus dalam ikatan cinta kasih yang sempurna dan tanpa batas.
Saya ingin mengajak kita memetik poin refleksi, yaitu : untuk meneguhkan dan menyegarkan iman kita. Kita mempunyai Allah adalah kasih tanpa batas, yang mengasihi kita sebelum kita mengenal dan mengasihi Dia. Yesus adalah penyayang, kasih Allah yang sempurna, korban penebusan bagi keselamatan kita. Kasih Allah yang akan terus menerus hadir, menyertai kita, berjalan bersama kita melalui Roh Kudus yang dicurahkan dan terus hadir di dalam hidup kita. Kita mempunyai Allah, yaitu : kasih tanpa batas, kiranya menjadi mata air utama, fondasi dari iman kita, bahwa kita mempunyai Tuhan yang begitu berbelas kasih kepada kita. Maka di dalam ajaran iman seperti ini ada sebuah kesempurnaan yang kuat kepada kita, bahwa Tuhan tidak menunggu kita untuk menjadi sempurna. Tuhan tetap mengasihi kita semua sebagai anak-anak kesayangannya.
Kita bahagia menjadi anak-anak Allah dan bersukacita, maka ini menjadi sebuah penghiburan, kekuatan motivasi. Kalau kita sudah dijadikan Tuhan sebagai putra putri kesayangannya dan kepada kita dimeteraikan sebagai pewaris harta Allah di surga, kiranya kita tidak akan takut pada tantangan, persoalan dan kesulitan apapun. Tuhan akan menyertai, menguatkan, mendampingi perjalanan hidup kita dan kasih tanpa batas. Di hadapan Tuhan yang berbelas kasih tanpa batas yang paling utama diminta Tuhan kepada kita adalah agar kita percaya penuh ke dalam kasihnya. Percaya penuh kepada Yesus Putra yang diutusnya dan menjadikan Allah sebagai andalan kehidupan kita. Kita diajak untuk percaya penuh akan kuasa pertolongan Tuhan, kalau kita percaya di dalam nama Yesus, berarti kita tidak akan mengandalkan diri kita, tidak mengandalkan kekuatan sendiri, status, jabatan, harta, kekayaan atau apapun yang melekat dari dunia ini sebagai sumber kekuatan kita. Tetapi kita mengandalkan Tuhan di dalam berbagai pergulatan, pergumulan jatuh bangun kehidupan kita. Maka di dalam Devosi Kerahiman Ilahi, hal itu terus menerus diingatkan sebagai mata air kerahiman Tuhan. Di hadapan Tuhan yang berbelas kasih begitu besar kita boleh menaruh pengharapan, dan keyakinan bahwa persoalan apapun yang kita hadapi dapat menjadi kecil dengan bantuan pertolongan Tuhan.
Hari ini kita juga diingatkan, diajak dan diutus sebagai saksi-saksi kebangkitan Tuhan. Pesan pertama yang disampaikan Tuhan, agar kita pun menjadi pembawa, pembagi damai sejahtera kemanapun kita pergi dan kemanapun kita melangkah. Membagi damai sejahtera, membagi kebaikan yang bisa kita lakukan dan membawakan berkat yang bisa kita lakukan lewat perkataan, tindakan dan pelayanan yang kita lakukan dengan sepenuh hati dan tulus hati, dimanapun kita berada, kemanapun kita melangkah, dan siapapun yang kita jumpai. Tuhan meminta kita menjadi pembawa namai sejahtera kepada orang lain. Semoga kita menjadi pembawa berkat damai sejahtera di tengah keluarga dan kepada sesama sehingga sukacita yang dijanjikan Tuhan, sungguh menjadi nafas hidup, cara hidup, dan tujuan dari seluruh peziarahan hidup kita.
Pada kesempatan ini Romo Gading juga melakukan pembakaran kertas ujud-ujud doa umat selama bulan Maria sekaligus menutup rangkaian kegiatan selama bulan Maria di Paroki Santo Yoseph Palembang.




